Kunjungan Ke Kawasan EKonomi Khusus Kota Batam
Wahyu Rinaryadi
Kamis, 17 Oktober 2024 |
2322 kali
Batam (13/08/2024) KPKNL Batam
mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Riau Sumatera Barat dan Kepulauan Riau ,Wahyu Prihantoro, didampingi Kepala
Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Antoni Saputra bersama-sama Kepala Biro
Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuban Bebas Batam (BP
Batam), Budi Susilo, dan jajarannya mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (Special
Economic Zone) yang berada di wilayah Batam
Seperti diketahui Kawasan Ekonomi
Khusus (KEK) merupakan area dengan batas-batas tertentu dalam suatu wilayah
atau daerah, untuk melaksanakan fungsi ekonomi dan memperoleh fasilitas
tertentu, yang dikembangkan melalui persiapan area yang memiliki keunggulan
geoekonomi dan geostrategis, untuk memfasilitasi kegiatan industri, ekspor,
impor, dan kegiatan ekonomi lainnya yang bernilai ekonomi tinggi dan berdaya
saing internasional.
KEK dibangun
untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi, ekspor, dan kegiatan
perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi sebagai percepatan
reformasi ekonomi.
Dengan didukung
oleh beragam manfaat bagi para investor, seperti kemudahan di bidang fiskal,
perpajakan, dan bea cukai serta kemudahan lainnya tersedia untuk area
non-fiskal seperti birokrasi, pengaturan khusus ketenagakerjaan, imigrasi,
serta pelayanan dan tata tertib yang efisien
Kawasan Ekonomi Khusus yang berada di
wilayah Kota Batam terdiri dari :
1.
Nongsa
Digital Park (NDP)
Dibentuk
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2021, kawasan yang berada di Jalan
Hang Lekiu, Sambau, Nongsaengan dengan total luas area pengembangan sebesar 166
Hektar, NDP memiliki 3 bisnis utama yaitu Ekonomi Digital, Ekonomi Kreatif dan
Pariwisata yang termasuk Turi Beach Resort, Nongsa Point Marina, Nongsa
Village, Nongsapura Ferry Terminal, Hub Pusat Data, Perkantoran, Kinema Movie
& Animation Studio (saat ini digunakan Infinite Studio buat animasi dan
live action), dan Golf Course
Sebagaimana
dilansir melalui laman resmi Indonesia Special Economic Zone https://kek.go.id/id/investment/distribution/kek-nongsa,
NDP yang memiliki target investasi Rp 39,9 triliun, juga memiliki tujuan untuk
menjadi gerbang ekonomi digital Indonesia dan memperkuat Nongsa sebagai
destinasi wisata domestik dan internasional di Kepulauan Riau.
2.
Batam
Aero Technic (BAT)
KEK
Batam Aero Technic dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun
2021, dengan luas area 30 Hektar terintegrasi dengan bandara Hang Nadim. Hal
tersebut membuat KEK Batam Aero Technic terhubung dengan berbagai fasilitas
seperti runway pesawat, penyediaan bahan bakar pesawat, hingga air dan listrik
yang mampu melancarkan aktivitas industri Mechanical, Repair dan Overhaul (MRO)
yang dilakukan. Selain itu Batam Aero Technic juga memiliki kegiatan pendukung
di bidang logistik, pabrikasi, dan pelatihan mekanik bersertifikat diperkirakan
mampu menyerap jumlah tenaga kerja mencapai 9.976 orang.
di laman resminya https://kek.go.id/id/investment/distribution/kek-batam-aero-technic
, KEK Batam Aero Technic dengan lokasi di Jalan Jend Sudirman Nomor 1 Teluk
Tering Batam Kota, yang strategis dengan pasar Asia Pasifik diharapkan mampu
menarik 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$ 100 miliar pada tahun
2025, serta menghasilkan nilai investasi Rp. 7,29 triliun hingga tahun 2030.
3.
Pariwisata
dan Kesehatan Internasional Batam
Dibentuk
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34/2029 KEK ini memiliki luas 47,17
hektare (Ha), terdiri atas wilayah Sekupang seluas 23,10 Ha yang terletak dalam
wilayah Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan wilayah
Nongsa seluas 24,07 Ha yang terletak dalam wilayah Kelurahan Sambau, Kecamatan
Nongsa, Kota Batam
Dengan
investor utama rumah sakit asal India, The Apollo Hospitals Group atau RS
Apollo, juga Mayapada Group melalui Mayapada Healthcare atau PT Sejahteraraya
Anugrahjaya Tbk (SRAJ).
KEK
Pariwisata Kesehatan Internasional Batam diinisiasi oleh PT Karunia Praja
Pesona dengan komitmen realisasi investasi Rp 6,91 triliun dan serapan tenaga
kerja sebanyak 105.406 orang, semantara Apollo Hospital India, berkomitmen bahwa
konstruksi pada bidang layanan kesehatan berstandar internasional dan
peningkatan medical-tourism akan rampung dan beroperasi di 2026
Kawasan ini berfokus pada pariwisata dan diharapkan menambah daya saing internasional dan diharapkan dapat menghemat devisa negara hingga Rp 500 miliar
Salam SEZ !!
Foto Terkait Berita