KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam: Harapan Baru bagi Layanan Kesehatan Indonesia
Wahyu Rinaryadi
Selasa, 09 Juli 2024 |
1343 kali
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam:
Harapan Baru bagi Layanan Kesehatan Indonesia
Oleh: Kelik Nurhendrawan, S.T, M.URP (Penilai Ahli Muda KPKNL Batam)

Ilustrasi Rencana KEK Kesehatan Di Sekupang (Foto: BP Batam)
A.
Pendahuluan
Batam, sebuah kota yang terletak di Provinsi
Kepulauan Riau, dikenal sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan utama
di Indonesia. Namun, belakangan ini, Batam sedang mengembangkan potensi lain
yang menjanjikan: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan
Internasional Batam. KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam telah resmi
disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. KEK
ini akan menjadi magnet bagi warga Indonesia yang sebelumnya berobat di luar
negeri. Selain itu, KEK ini diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan terdepan
yang dapat bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Warga Indonesia seringkali memilih berobat di
luar negeri karena beberapa alasan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan,
sekitar 600 ribu warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahunnya. Negara
tujuan utama adalah Malaysia, Singapura, dan Thailand. Alasan warga Indonesia
seringkali memilih berobat di luar negeri, pertama karena fasilitas kesehatan
yang lebih maju dan spesialisasi yang lebih baik tersedia di negara-negara
tertentu. Kedua, ketidakpercayaan terhadap sistem kesehatan dalam negeri, terutama
dalam hal pelayanan dan kualitas. Ketiga, beberapa jenis perawatan kesehatan,
seperti transplantasi organ atau perawatan kanker, mungkin tidak tersedia
secara optimal di Indonesia.
Menurut survei yang dilakukan oleh Frost &
Sullivan, warga Indonesia menghabiskan sekitar 11,5 triliun rupiah per tahun
untuk layanan kesehatan di luar negeri. Bahkan menurut, Presiden Jokowi,
Indonesia berpotensi kehilangan devisa hingga sekitar 180 triliun rupiah akibat
banyak warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Angka ini
menunjukkan betapa besar potensi ekonomi yang hilang akibat kurangnya fasilitas
kesehatan yang memadai di dalam negeri.
B.
Pengertian KEK Pariwisata Kesehatan Internasional
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam
adalah wilayah ekonomi khusus yang berfokus pada sektor pariwisata dan
kesehatan. KEK ini memiliki luas 47,17 hektar dan terbagi menjadi dua area:
Sekupang (23,10 hektar) yang merupakan Wisata Kesehatan Terpadu, dan Nongsa
(24,08 hektar) yang berfokus pada pariwisata. Target investasi KEK ini mencapai
Rp 6,91 triliun hingga tahun 2032 dan diperkirakan akan menyerap 105.406 tenaga
kerja selama 80 tahun. KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam bertujuan
untuk menarik pasien yang sebelumnya berobat di luar negeri, khususnya ke
Singapura dan Malaysia, agar memilih Batam sebagai destinasi perawatan medis3.
Dengan adanya KEK ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi tujuan utama bagi
warga negara sendiri dan pasien dari luar negeri yang mencari perawatan
kesehatan berkualitas.
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam terletak di area strategis
yang mudah diakses dari berbagai titik penting di kota. Lokasinya berada di
sekitar kawasan Nongsa, sebuah daerah yang telah dikenal sebagai pusat
pengembangan pariwisata dan teknologi. Kawasan ini menawarkan berbagai
keunggulan, antara lain:
Beberapa negara yang telah berhasil
mengembangkan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional, antara lain:
Pengembangan KEK Pariwisata Kesehatan
Internasional Batam menawarkan berbagai keuntungan bagi masyarakat dan negara,
antara lain:
Meski potensial, pengembangan KEK Pariwisata
Kesehatan Internasional Batam tidak tanpa tantangan. Beberapa permasalahan
utama yang perlu diatasi antara lain:
C.
Peran Kementerian Keuangan
Kementerian Keuangan seharusnya memainkan peran
yang sangat penting dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata
Kesehatan Internasional Batam. Peran ini mencakup berbagai aspek, mulai dari
pendanaan hingga penyusunan kebijakan yang mendukung perkembangan KEK. Berikut
ini adalah beberapa peran utama Kementerian Keuangan yang dapat diambil dalam
pembangunan KEK ini di Batam:
1.
Penyediaan Dana dan Insentif Fiskal
a.
Pendanaan Proyek
Kementerian Keuangan
bertanggung jawab dalam menyediakan dana untuk pembangunan infrastruktur dasar
di KEK Kesehatan, seperti jalan raya, listrik, air bersih, dan fasilitas
lainnya. Pendanaan ini bisa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) maupun pinjaman dan hibah dari lembaga internasional.
b.
Insentif Pajak
Kementerian Keuangan juga
memberikan berbagai insentif pajak untuk menarik investasi. Insentif ini dapat
berupa pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai
(PPN), serta pajak impor untuk peralatan medis dan bahan bangunan. Tujuan dari
insentif ini adalah untuk mengurangi beban biaya investasi dan operasi bagi
para investor.
2.
Penyusunan Kebijakan dan Regulasi
a.
Kebijakan Fiskal
Kementerian Keuangan
menyusun kebijakan fiskal yang mendukung pengembangan KEK Kesehatan. Kebijakan
ini mencakup pengaturan tarif pajak khusus, mekanisme pengembalian pajak, dan
insentif lainnya yang dirancang untuk menciptakan lingkungan bisnis yang
kondusif bagi investasi di sektor kesehatan.
b.
Regulasi Investasi
Kementerian Keuangan
bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan instansi
terkait lainnya untuk menyusun regulasi yang memudahkan proses perizinan dan
investasi di KEK Kesehatan. Regulasi ini mencakup penyederhanaan prosedur
perizinan, pengurangan birokrasi, dan perlindungan hukum bagi investor.
3.
Dukungan dalam Pembiayaan Infrastruktur
a.
Skema Pembiayaan Publik-Privat (PPP)
Kementerian Keuangan
mengembangkan skema pembiayaan berbasis kemitraan antara pemerintah dan swasta
(Public-Private Partnership/PPP) untuk membiayai pembangunan
infrastruktur di KEK Kesehatan. Skema ini memungkinkan pembiayaan bersama
antara pemerintah dan sektor swasta, sehingga beban pembiayaan tidak sepenuhnya
ditanggung oleh pemerintah.
b.
Jaminan Pemerintah
Untuk menarik minat
investor swasta, Kementerian Keuangan memberikan jaminan terhadap proyek-proyek
infrastruktur tertentu di KEK Kesehatan. Jaminan ini bertujuan untuk mengurangi
risiko investasi dan memberikan kepastian bagi investor.
4.
Koordinasi dan Pengawasan
a.
Koordinasi Antar Kementerian
Kementerian Keuangan
berperan dalam mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat
dalam pengembangan KEK Kesehatan, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian
Perindustrian, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Koordinasi
ini penting untuk memastikan sinergi dan kelancaran pelaksanaan proyek.
b.
Pengawasan dan Evaluasi
Kementerian Keuangan juga bertanggung jawab dalam pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pembangunan KEK Kesehatan. Pengawasan ini meliputi penggunaan dana, pencapaian target pembangunan, serta kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan yang telah ditetapkan.
D.
Kesimpulan
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam
adalah sebuah inisiatif yang menjanjikan untuk meningkatkan layanan kesehatan
di Indonesia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, potensi keuntungan yang
dapat diperoleh bagi masyarakat dan negara sangat besar. Kementerian Keuangan
memiliki peran yang penting dalam pembangunan KEK ini melalui penyediaan dana,
pemberian insentif fiskal, penyusunan kebijakan, dan regulasi, serta dukungan
pembiayaan infrastruktur. Dengan dukungan pemerintah, investasi yang tepat, dan
komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, KEK Pariwisata
Kesehatan Internasional Batam dapat menjadi solusi untuk mengurangi
ketergantungan pada layanan kesehatan luar negeri dan meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan peran yang aktif dan strategis ini,
diharapkan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam dapat berkembang pesat
dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

wonderfulimages.kemenparekraf.go.id
Sumber:
1.
https://bpbatam.go.id/resmi-kek-pariwisata-kesehatan-internasional-batam-disetujui-menko-perekonomian/, diakses
pada tanggal 7 Juli 2024.
2.
https://batam.tribunnews.com/2024/05/30/kek-pariwisata-kesehatan-internasional-batam-disetujui-pusat-ini-target-investasinya, diakses
pada tanggal 7 Juli 2024.
3.
https://www.jawapos.com/bisnis/014803498/kek-kesehatan-batam-sasar-warga-yang-gemar-berobat-ke-luar-negeri, diakses
pada tanggal 7 Juli 2024.
4.
https://ameera.republika.co.id/berita/r60cwo425/kemenkes-satu-juta-penduduk-indonesia-berobat-ke-luar-negeri-per-tahun, diakses
pada tanggal 7 Juli 2024.
5.
https://katadata.co.id/infografik/663053b419b50/infografik-ratusan-triliunan-melayang-karena-berobat-ke-luar-negeri, diakses
pada tanggal 7 Juli 2024.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |