Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Manajemen Stres: Hidup Sehat dengan Stres
Muhammad Athaya Zhafran
Senin, 29 Agustus 2022   |   7918 kali

Setiap kita pasti pernah merasakan stres entah apapun itu masalah yang dihadapi terlebih sebagai manusia yang menjalani dinamika kehidupan. Stres ialah perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi yang baru. Ketika menghadapi stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Kondisi ini membuat detak jantung dan tekanan darah akan meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, serta otot menjadi tegang. [1]

Stres sangat wajar dan normal  ketika  berada dalam situasi terancam ataupun situasi yang baru pertama kali dihadapi. Namun, cara setiap pribadi merespon terhadap masalah bisa berbeda-beda. Misal, ada dua pribadi yang dihadapkan masalah yang sama. Bisa saja hanya satu pribadi yang merasakan stres akibat masalah tersebut dan satunya lagi tidak. Semua bergantung kepada mental dan cara menyikapinya.

Penyebab Stres

    Penyebab stres sebenarnya belum diketahui secara pasti. Hanya diri kita sendiri yang memahami mengapa kita stres. Dilansir dari alodokter.com, berikut beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan stres, yaitu:

  • Keluarga yang tidak harmonis
  • Peristiwa yang membuat trauma
  • Penyakit berjangka lama (kronis)
  • Kesenjangan ekonomi
  • Lingkungan yang tidak aman, seperti area konflik
  • Beban pekerjaan
  • Kejadian buruk, seperti perceraian atau PHK

Tanda-Tanda Stres

Jika mulai merasakan stres, dilansir dari hellosehat.com, terdapat beberapa tanda stres yang muncul diantaranya:

  • Merasa terlalu emosional;
  • Sensitif atau lebih mudah marah;
  • Mood swing;
  • Hilang arah dan tujuan hidup;
  • Pilih hal-hal yang berisiko;
  • Isolasi diri, Tidak percaya diri, kesepian, dan tertekan, menarik diri dari lingkungan sosial;
  • Sulit fokus dan konsentrasi;
  • Tubuh terasa kaku, mudah pegal, atau nyeri;
  • Susah berpikir positif atau cenderung memandang berbagai hal dari sisi negatif;
  • Tidak semangat atau kurang berenergi;
  • Kurang nafsu makan atau justru makan berlebihan; dan
  • Susah tidur

Stres Tidak Selalu Buruk

Stres tidaklah seburuk itu, kok. Stres diperlukan untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Hadirnya stres dapat meningkatkan limit dalam diri kita. Kita pernah merasakan fase hidup dalam zona nyaman dan tidak ada tantangannya. Hidup terasa bosan, bingung, tidak bergairah, dan tidak bersemangat. Hal ini disebabkan oleh level stres yang sedikit.

Ibarat bermain game, jika kita sudah jago atau advanced di dalam suatu level, pastinya kita akan merasa bosan karena sudah mengetahui segala celah dalam level tersebut. Makanya, setelah advanced dalam level tersebut, kita akan naik ke level selanjutnya. Pada level baru, kita akan excited dan mencari cara bagaimana agar bisa menyelesaikan level tersebut. Hal ini akan memunculkan stres karena berada di situasi yang baru. Stres seperti inilah yang dicari. Begitu pula dengan hidup, apabila sudah merasa bosan, maka perlu menemukan stres baru yang diyakini dapat diatasi atau dinamakan optimal stress. Optimal stress adalah ketika mampu mengelola reaksi tubuh dan respon dengan maksimal ketika berada di best zone stress.

Best Zone Stress (zona stres positif) inilah yang dicari. Kita perlu keluar dari zona nyaman dan mencoba hal atau tantangan baru. Dalam zona stres positif, kemampuan berpikir secara rasional dilatih, keseimbangan emosional menjadi lebih stabil, dan melatih fokus. Hal ini dikarenakan berada dalam situasi baru yang belum pernah dihadapi. Hidup di posisi tengah (zona stres positif) inilah yang optimal.  Kita merasa bersemangat dan bergairah namun juga memiliki rasa stres. Ini dinamakan hidup dengan konsep flow state.

Graphic of Stress Level

Menurut Csikszentmihalyi, Konsep flow state adalah momen di mana seseorang larut dalam pekerjaan yang menantang dan mampu dilakukannya[2]. Pasti kita semua pernah mengerjakan sesuatu sampai lupa waktu. Begitulah hidup dengan konsep flow state. Kita menikmati melakukan hal tersebut tetapi tetap ada tantangan di dalamnya. Berbeda dari passion yang cenderung melakukan hal yang senang, flow state memiliki tantangan di dalamnya.

                Misal, kita memiliki passion dalam memasak. Kita mungkin akan membuat makanan yang belum pernah dicoba atau membuat kembali makanan yang pernah dicoba namun versi lebih baik. Konsep hidup seperti inilah yang dicari. Bersemangat dan bergairah tetapi tetap memiliki tantangan (stres) dan sampai lupa waktu. Namun, apabila stres yang dihadapi sudah terlalu parah hingga merasa burn out dengan tugas yang ada, kita perlu istirahat sejenak untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Apabila stres karena peristiwa traumatis dan sudah tidak sanggup untuk diselesaikan sendiri, segera berkonsultasi dengan profesional.

Dampak Stres Berkepanjangan

    Stres yang berkepanjangan ini memiliki dampak yang cukup buruk terhadap diri kita. Dilansir dari laman website Kemenkes, dampak stres berkepanjangan ini cukup banyak diantaranya:

  • Sakit kepala
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Stroke
  • Disfungsi seksual
  • GERD, mual, muntah
  • Asma
  • Serangan Jantung
  • Mudah terinfeksi penyakit
  • Penuaan dini

Cara Mengelola Rasa Stres

Tentunya, kita semua pernah merasakan stres, baik itu stres ringan ataupun berat. Cara mengelola stres setiap orang pun berbeda-beda bahkan ketika dihadapkan permasalahan yang sama dengan orang lain.  Inilah yang dinamakan dengan coping mechanism. Dilansir dari goodtherapy.org, Coping mechanism adalah strategi yang dilakukan seseorang ketika menghadapi situasi stres atau trauma psikologis. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan ketika kita sedang berada dalam situasi stres yaitu:

1. Lakukan aktivitas yang menyenangkan
Saat stres, tentunya kita perlu untuk melepaskan rasa stres. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti melakukan hobi, menonton film atau tayangan lucu, berkeliling kota, berolahraga ringan, membaca buku, bertemu dengan teman-teman, atau hal lain yang menyenangkan. Melakukan kegiatan menyenangkan akan membuat tubuh kita melepaskan hormon endorphin yang akan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Pastikan aktivitas yang  lakukan bersifat positif agar tidak menimbulkan masalah baru.

2. Ungkapkan Keluh Kesah
Ungkapkan keluh kesah kepada orang terdekat yang kita percayai. Hal ini akan meringankan rasa stres dikarenakan masalah yang ada tidak dipendam sendiri lagi. Mengungkapan keluh kesah  dengan orang lain juga dapat membantu menemukan solusi dari masalah tersebut. Jika tidak ingin mengungkapkan keluh kesah dengan orang lain, maka dapat melakukan journalling. Journalling adalah kita mengungkapkan semua yang kita alami dalam bentuk tulisan yang bertujuan agar kita lebih memahami masalah yang terjadi. Journalling tidak perlu dilakukan secara terburu-buru. Dalam proses journalling, kitab isa saja menemukan hal-hal yang sebelumnya diri kita belum ketahui. Hal inilah yang membuat journalling menjadi salah satu media refleksi diri.

3. Terapkan Pola Hidup Sehat
Selain membuat tubuh lebih sehat, olahraga juga bisa meredakan stres. Dengan berolahraga, otot tubuh akan lebih rileks dan pikiran pun akan teralihkan sehingga bisa memperbaiki suasana hati. Olahraga yang dilakukan tidak perlu terlalu berat. Kita dapat melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging, atau mengikuti video workout singkat yang tersedia di berbagai kanal media sosial.

4. Fokus Pada Saat IniJangan terlalu lama terjebak dalam peristiwa yang telah terjadi.. Jalani saja hidup saat ini dan jangan mencemaskan apa yang nanti akan terjadi secara berlebihan. Berpikir waspada jauh ke depan tentunya baik namun terlalu cemas dengan peristiwa yang belum tentu terjadi juga tidak baik. Terlalu cemas akan membuat kita menjadi stres. Fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol. Jangan terlalu fokus terhadap hal-hal yang di luar kendali kita. Fokus kepada hal tersebut hanya membuang waktu dan memperburuk stres. Berusahalah untuk selalu melihat sesuatu berdasarkan sisi positifnya.

Referensi:

https://www.alodokter.com/ternyata-tidak-sulit-mengatasi-stres ,  diakses pada Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/beberapa-kondisi-yang-dapat-terjadi-jika-mengalami-stres-berkepanjangan , diakses pada Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 08.26 WIB

https://hellosehat.com/mental/stres/tanda-stres/ , diakses pada Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 14.00 WIB

https://www.alodokter.com/stres , diakses pada Rabu, 24 Agustus 2022 Pukul 11.45 WIB

https://greatmind.id/article/berada-dalam-flow-state#:~:text=Secara sederhana, konsep flow state,dan berada sepenuhnya dalam kendali. , diakses pada Kamis, 25 Agustus 2022, pukul 08.32 WIB

https://www.sonora.id/read/422993691/kenalan-dengan-flow-cara-optimal-capai-bahagia-dan-produktivitas#:~:text=Csikszentmihalyi lantas memperkenalkan istilah flow,berarti dan membuat lupa waktu , diakses pada Jumat, 26 Agustus 2022 Pukul 10.34 WIB

https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/coping-mechanisms diakses pada Jumat, 26 Agustus 2022, pukul 10.00 WIB

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini