Manajemen Stres: Hidup Sehat dengan Stres
Muhammad Athaya Zhafran
Senin, 29 Agustus 2022 |
15848 kali
Setiap kita
pasti pernah merasakan stres entah apapun itu masalah yang dihadapi terlebih sebagai
manusia yang menjalani dinamika kehidupan. Stres ialah perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman,
tekanan, atau situasi yang baru. Ketika menghadapi stres, tubuh akan melepaskan
hormon adrenalin dan kortisol. Kondisi ini membuat detak jantung dan tekanan
darah akan meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, serta otot menjadi
tegang. [1]
Stres sangat wajar dan normal ketika berada dalam situasi terancam ataupun situasi yang baru pertama kali dihadapi. Namun, cara setiap pribadi merespon terhadap masalah bisa berbeda-beda. Misal, ada dua pribadi yang dihadapkan masalah yang sama. Bisa saja hanya satu pribadi yang merasakan stres akibat masalah tersebut dan satunya lagi tidak. Semua bergantung kepada mental dan cara menyikapinya.
Penyebab Stres
Penyebab stres sebenarnya belum diketahui secara pasti. Hanya diri kita sendiri yang memahami mengapa kita stres. Dilansir dari alodokter.com, berikut beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan stres, yaitu:
Tanda-Tanda
Stres
Jika mulai merasakan stres, dilansir dari hellosehat.com, terdapat beberapa
tanda stres yang muncul diantaranya:
Stres Tidak Selalu Buruk
Stres tidaklah seburuk itu, kok.
Stres diperlukan untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Hadirnya stres
dapat meningkatkan limit dalam diri kita. Kita pernah merasakan fase hidup dalam
zona nyaman dan tidak ada tantangannya. Hidup terasa bosan, bingung, tidak
bergairah, dan tidak bersemangat. Hal ini disebabkan oleh level stres yang
sedikit.
Ibarat bermain game, jika
kita sudah jago atau advanced di dalam suatu level, pastinya kita
akan merasa bosan karena sudah mengetahui segala celah dalam level tersebut.
Makanya, setelah advanced dalam level tersebut, kita akan naik ke level
selanjutnya. Pada level baru, kita akan excited dan mencari
cara bagaimana agar bisa menyelesaikan level tersebut. Hal ini akan
memunculkan stres karena berada di situasi yang baru. Stres seperti inilah yang
dicari. Begitu pula dengan hidup, apabila sudah merasa bosan, maka perlu
menemukan stres baru yang diyakini dapat diatasi atau dinamakan optimal
stress. Optimal stress adalah ketika mampu mengelola reaksi tubuh dan respon dengan maksimal ketika
berada di best zone stress.
Best Zone Stress (zona stres positif) inilah yang dicari.
Kita perlu keluar dari zona nyaman dan mencoba hal atau tantangan baru. Dalam
zona stres positif, kemampuan berpikir secara rasional dilatih, keseimbangan emosional
menjadi lebih stabil, dan melatih fokus. Hal ini dikarenakan berada dalam
situasi baru yang belum pernah dihadapi. Hidup
di posisi tengah (zona stres positif) inilah yang optimal. Kita merasa bersemangat dan bergairah namun
juga memiliki rasa stres. Ini dinamakan hidup dengan konsep flow state.

Menurut Csikszentmihalyi, Konsep flow state adalah momen di mana seseorang larut dalam pekerjaan yang menantang dan mampu dilakukannya[2]. Pasti kita semua pernah mengerjakan sesuatu sampai lupa waktu. Begitulah hidup dengan konsep flow state. Kita menikmati melakukan hal tersebut tetapi tetap ada tantangan di dalamnya. Berbeda dari passion yang cenderung melakukan hal yang senang, flow state memiliki tantangan di dalamnya.
Misal, kita memiliki passion dalam memasak. Kita mungkin akan membuat makanan yang belum pernah dicoba atau membuat kembali makanan yang pernah dicoba namun versi lebih baik. Konsep hidup seperti inilah yang dicari. Bersemangat dan bergairah tetapi tetap memiliki tantangan (stres) dan sampai lupa waktu. Namun, apabila stres yang dihadapi sudah terlalu parah hingga merasa burn out dengan tugas yang ada, kita perlu istirahat sejenak untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Apabila stres karena peristiwa traumatis dan sudah tidak sanggup untuk diselesaikan sendiri, segera berkonsultasi dengan profesional.Dampak Stres Berkepanjangan
Stres yang berkepanjangan ini memiliki dampak yang cukup buruk terhadap diri kita. Dilansir dari laman website Kemenkes, dampak stres berkepanjangan ini cukup banyak diantaranya:
Cara Mengelola Rasa
Stres
Tentunya,
kita semua pernah merasakan stres, baik itu stres ringan ataupun berat. Cara
mengelola stres setiap orang pun berbeda-beda bahkan ketika dihadapkan
permasalahan yang sama dengan orang lain.
Inilah yang dinamakan dengan coping mechanism. Dilansir dari
goodtherapy.org, Coping mechanism adalah strategi yang dilakukan
seseorang ketika menghadapi situasi stres atau trauma psikologis. Berikut adalah
beberapa cara yang dapat dilakukan ketika kita sedang berada dalam situasi
stres yaitu:
1. Lakukan aktivitas yang menyenangkan
Saat stres, tentunya kita perlu untuk
melepaskan rasa stres. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas yang
menyenangkan seperti melakukan hobi, menonton film atau tayangan lucu,
berkeliling kota, berolahraga ringan, membaca buku, bertemu dengan teman-teman,
atau hal lain yang menyenangkan. Melakukan kegiatan menyenangkan akan membuat
tubuh kita melepaskan hormon endorphin yang akan membuat tubuh menjadi
lebih rileks. Pastikan
aktivitas yang lakukan bersifat positif
agar tidak menimbulkan masalah baru.
2. Ungkapkan
Keluh Kesah
Ungkapkan
keluh kesah kepada orang terdekat yang kita percayai. Hal ini akan meringankan
rasa stres dikarenakan masalah yang ada tidak dipendam sendiri lagi. Mengungkapan
keluh kesah dengan orang lain juga dapat
membantu menemukan solusi dari masalah tersebut. Jika tidak ingin mengungkapkan
keluh kesah dengan orang lain, maka dapat melakukan journalling. Journalling
adalah kita mengungkapkan semua yang kita alami dalam bentuk tulisan yang
bertujuan agar kita lebih memahami masalah yang terjadi. Journalling tidak
perlu dilakukan secara terburu-buru. Dalam proses journalling, kitab
isa saja menemukan hal-hal yang sebelumnya diri kita belum ketahui. Hal inilah
yang membuat journalling menjadi salah satu media refleksi diri.
3. Terapkan
Pola Hidup Sehat
Selain membuat tubuh lebih sehat, olahraga juga bisa
meredakan stres. Dengan berolahraga, otot tubuh akan lebih rileks dan pikiran pun
akan teralihkan sehingga bisa memperbaiki suasana hati. Olahraga yang dilakukan tidak
perlu terlalu berat. Kita dapat melakukan olahraga ringan seperti berjalan
kaki, jogging, atau mengikuti video workout singkat yang tersedia
di berbagai kanal media sosial.
4. Fokus
Pada Saat IniJangan terlalu lama terjebak dalam peristiwa yang telah
terjadi.. Jalani saja hidup saat ini dan jangan
mencemaskan apa yang nanti akan terjadi secara berlebihan. Berpikir
waspada jauh ke depan tentunya baik namun terlalu cemas dengan peristiwa yang
belum tentu terjadi juga tidak baik. Terlalu cemas akan membuat kita menjadi
stres. Fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol. Jangan terlalu fokus
terhadap hal-hal yang di luar kendali kita. Fokus kepada hal tersebut hanya
membuang waktu dan memperburuk stres. Berusahalah untuk selalu melihat sesuatu
berdasarkan sisi positifnya.
Referensi:
https://www.alodokter.com/ternyata-tidak-sulit-mengatasi-stres , diakses pada Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB
http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/beberapa-kondisi-yang-dapat-terjadi-jika-mengalami-stres-berkepanjangan ,
diakses pada Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 08.26 WIB
https://hellosehat.com/mental/stres/tanda-stres/ , diakses pada Rabu, 24 Agustus
2022 pukul 14.00 WIB
https://www.alodokter.com/stres , diakses pada Rabu, 24 Agustus
2022 Pukul 11.45 WIB
https://greatmind.id/article/berada-dalam-flow-state#:~:text=Secara sederhana, konsep flow state,dan berada sepenuhnya dalam kendali. , diakses pada Kamis, 25
Agustus 2022, pukul 08.32 WIB
https://www.sonora.id/read/422993691/kenalan-dengan-flow-cara-optimal-capai-bahagia-dan-produktivitas#:~:text=Csikszentmihalyi lantas memperkenalkan istilah flow,berarti dan membuat lupa waktu , diakses pada Jumat, 26 Agustus 2022 Pukul 10.34 WIB
https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/coping-mechanisms
diakses pada Jumat, 26 Agustus 2022, pukul 10.00 WIB
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |