Talkshow Kemerdekaan: Integritas adalah Pondasi Kokoh Patriotisme Sejati
Eva Yovita
Selasa, 19 Agustus 2025 |
121 kali
Pematangsiantar (19/8) Dalam rangka mendukung program
transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun 2014-2025 dan untuk menjaga
kesinambungan implementasi program Reformasi Birokrasi Transformasi Kelembagaan
Kementerian Keuangan, Duta Transformasi Tahun 2025 Kanwil DJKN Sumatera Utara
yang terdiri dari Change Champion, Nofiansyah, Change Agent,
Rizcka Adhitama, Lighthouse Team, Sari Banun, Roslenni S. Sitindaon,
Hendra Putra Irawan, Deisy M. Isaura dan Beni Syahputra Pardede kembali
menyelenggarakan kegiatan Penguatan Budaya Integritas dan Ideologi Pancasila
yang dikemas dalam sebuah acara Talkshow Kemerdekaan dengan tema
“Integritas adalah Pondasi Kokoh Patriotisme Sejati”.
Dalam sambutannya Nofiansyah, Kepala Kantor Wilayah DJKN Sumatera
Utara selaku Change Champion menyampaikan bahwa kemerdekaan yang kita
punyai ini bukan datang begitu saja, tetapi dengan semua pengorbanan yang telah
dilakukan oleh pendahulu kita dan untuk mempertahankan kemerdekaan ini tidak kalah
penting dengan satu perjuangan fisik, yaitu integritas. Kemerdekaan itu tidak
datang hanya dengan mengharapkannya, tetapi karena kita memperjuangkannya
dengan jiwa yang bersih. Integritas itu menjadi pondasi yang kokoh dalam diri
patriot sejati karena integritas adalah komitmen untuk memegang teguh kejujuran,
prinsip moral, dan konsisten dalam tindakan yang baik. Dengan integritas,
semangat cinta tanah air kita tidak akan mudah goyah, tidak mudah tergantikan
dengan kepentingan pribadi ataupun dengan godaan sesaat. “Mari kita warisi
kemerdekaan ini dengan membangun pondasi integritas di setiap lini kehidupan.
Untuk itu diperluas integritas sebagai pondasi yang kokoh yang perlu dihidupkan
dan harus ada di hati setiap insan Kementerian Keuangan, sehingga mampu
mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai bendahara negara”, pesan Nofiansyah
mengakhiri sambutannya.
Selanjutnya Regina Ria Karolina, Penyuluh Antikorupsi Pertama
Direktorat Penilaian DJKN menyampaikan sosialisasi anti korupsi. Kak Regina
sapaan akrabnya menjelaskan bahwa integritas merupakan pondasi kepercayaan yang
berkaitan dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan pada komitmen, dan
juga keadilan. Dalam materi yang disampaikan ia juga memberikan tips bagaimana
jurus menghadapi godaan integritas dan menjaga komitmen integritas. “Patriotisme
sejati lahir dari integritas yag kita punya”,
pesan Regina di akhir materinya.
Pada kesempatan ini Deisy M. Isaura Saragih, selaku lighthouse
menjadi moderator dalam acara talkshow kemerdekaan yang menghadirkan
narasumber Togu Simorangkir. Pria berdarah Batak kelahiran tahun 1976 ini
merupakan cicit dari Pahlawan Nasional, Sisingamangaraja XII. Bang Togu sapaan
akrab beliau adalah seorang aktivis lingkungan dan penggiat literasi. Beliau
juga adalah pendiri Yayasan Alusia Tao Toba yang bergerak di bidang pendidikan
dan lingkungan hidup untuk kelestarian Danau Toba.
Lulusan Beasiswa S2 Oxford Brookes University, Inggris ini
menceritakan suka dukanya pada awal merintis
Alusia Tao Toba di tahun 2009. Ia
pernah berenang sebanyak dua kali di Danau Toba sejauh 9 kilometer dan
18 kilometer, ia juga pernah berjalan
kaki mengelilingi Danau Toba, melewati tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba
untuk menggalang dana biaya operasional Sopo Belajar (Rumah Belajar) dan Kapal
Belajar yang dikelola oleh Yayasan Alusi Tao Toba.
Ia juga pernah melakukan aksi jalan kaki sejauh 1.800 kilometer
menuju Jakarta sebagai bentuk protes terhadap PT. Toba Pulp Lestari yang
dianggapnya telah merusak lingkungan sekitar Danau Toba, usahanya pun tidak
sia-sia, setelah menempuh perjalanan selama 44 hari, Bang Togu akhirnya
diterima oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.
Sebagai lulusan universitas di Inggris banyak peluang untuk
bekerja dengan gaji yang tinggi, tapi kecintaannya yang besar untuk
melestarikan lingkungan dan membantu masyarakat membuatnya memutuskan
meninggalkan London dan kembali ke Silulu. Pulang ke kampung halaman tidaklah
mudah, karena orang pulang kampung di Batak dianggap sebagai orang gagal, tapi
Bang Togu dapat membuktikan dirinya mampu membangun 5 rumah belajar dan kapal
belajar untuk anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin di masa mendatang
untuk menjaga lingkungan.
Kisah inspiratif yang dihadirkan dengan santai dan penuh canda ini
menarik minat dan keingintahuan para peserta untuk bertanya kiat apa yang
dimiliki Bang Togu untuk senantiasa memiliki integritas dalam kesehariannya.
Merasa cukup, senantiasa bersyukur dan takut kepada Tuhan serta kembali kepada
nilai-nilai Pancasila, merupakan kiat-kiat menjaga integritas yang disampaikan
oleh Bang Togu kepada peserta.
Sebelum acara berakhir, Lighthouse, Hendra Putra Irawan menghadirkan kuis yang dikemas secara menarik yang disambut antusias oleh para peserta.
Acara ditutup oleh pembawa acara, Perasanta Sibuea dengan harapan agar audiens
dapat menambah wawasan baru sekaligus terinpirasi dari paparan para narasumber
untuk berbakti tanpa pamrih dengan bangsa dan negara dan senantiasa menjunjung
integritas dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
(Narasi/Foto: Humas Kanwil DJKN Sumatera Utara)
Foto Terkait Berita