Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara
Cara Dingin Penilai Ungkap Potensi Hulontalangi

Cara Dingin Penilai Ungkap Potensi Hulontalangi

Zakie Muhammad
Jum'at, 21 Agustus 2026 |   3 kali

Siapa yang tidak tahu es serut? Kuliner menyegarkan yang biasanya disajikan dengan taburan kacang dan sirup manis ini menjadi hidangan pelengkap yang pas saat siang terik mendera Kota Gorontalo. Es serut hanyalah satu dari sekian banyak produk konsumsi yang mengandalkan es balok sebagai bahan utamanya. Selain sebagai pelepas dahaga, es balok memegang peranan penting dalam menjaga kesegaran hasil alam, mulai dari pasokan sayuran hingga komoditas ikan tangkapan nelayan.


Gambar 1 (kiri), penampakan Es Brenebon, sajian es serut khas Gorontalo dan Sulawesi Utara. Gambar 2 (kanan),
ilustrasi pekerja industri pembuatan es komersil. Sumber : Pinterest, Liputan 6 News.

Kebutuhan es balok kian hari semakin masif. Di samping sebagai komoditas rumah tangga dan ritel makanan, sebongkah es balok bisa menjadi penggerak ekonomi melalui rantai pasok logistik pangan skala besar. Guna menjaga napas ketahanan pangan agar semakin panjang, kehadiran fasilitas pembeku hingga gudang pendingin (cold storage) pun kini menjadi sebuah kebutuhan mutlak.

Membedah Dapur Pendingin Milik Provinsi

Barang Milik Daerah bukan soal gedung kantor yang senyap dan deretan kendaraan berpelat merah. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, sebagai motor penggerak hilirisasi sekaligus pengawal mutu industri perikanan lokal, juga mengelola beragam instalasi pendingin guna menjaga pasokan sumber protein warga Serambi Madinah tetap terpenuhi dengan stabil dan higienis. Infrastruktur penopang pangan ini tersebar strategis di tiga wilayah, meliputi Kabupaten Bone Bolango, Boalemo, dan Gorontalo Utara. Dengan total tangkapan gabungan yang menembus angka 55.903 ton pada hasil laut di tahun 2023 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, ketiga kawasan pesisir tersebut bertindak sebagai lumbung utama hasil laut di Bumi Hulontalangi.


Gambar 4, aktivitas jual beli ikan dan tangkapan laut di Kawasan Teluk Gorontalo. Sumber : Mongabay.

Tidak hanya menunjang tugas dan fungsi, instansi yang beralamat di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Gorontalo ini juga terus mengupayakan pemanfaatan fasilitas pendingin agar mampu berdampak sosial kepada kelompok nelayan. Selain menopang ekonomi mikro, optimalisasi aset daerah turut mendorong kemandirian fiskal daerah melalui penetapan nilai sewa yang wajar dan berkeadilan. Melalui formula ini, pemerintah daerah dapat mendulang dua manfaat nyata, roda perekonomian masyarakat pesisir yang terus berputar serta arus kas daerah yang tercukupi untuk program prioritas dan pelayanan dasar.

Berbagai Tantangan Menakar Manfaat

Dimas Gita Firmansyah sebagai pendamping penilai yang ditugaskan terus memutar otak. Para penilai harus menentukan nilai setiap meter persegi instalasi pendingin agar menjadi lebih optimal dan siap dimanfaatkan secara komersial. Pada tahap awal, para penilai secara persuasif menjalin komunikasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk menyamakan persepsi, membedah dokumen historis aset, serta melakukan observasi awal guna mengenali karakter teknis setiap mesin pembeku secara mendalam. Mengingat lokasi aset yang berpencar di tiga kabupaten berbeda serta kuatnya dominasi fasilitas pendingin penunjang swadaya milik swasta di Gorontalo, tim penilai harus memperluas radar dengan mencari data tarif pembanding yang mencerminkan harga sewa murni di luar wilayah Gorontalo melalui sejumlah penyesuaian objek.


Gambar 5, Penilai Pemerintah Ahli Pertama, Dimas Gita Firmansyah saat mendampingi penilai daerah
Pemprov Gorontalo dalam penelitian lapangan aset penunjang instalasi pendingin, Rabu (5/8).

Selain itu, data tarif retribusi daerah tetangga seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah juga ikut dibedah demi menelaah batas kewajaran teknis nilai sewa aset sejenis yang tertuang dalam Peraturan Daerah. Langkah komersialisasi aset daerah ini pada dasarnya bukan sekadar berorientasi pada keuntungan, melainkan demi memperkuat rantai pasok perikanan bagi para pelaku usaha lokal. Dengan akses fasilitas pendingin yang andal dan bertarif wajar, nelayan tradisional serta UMKM pengolah ikan setempat dapat menjaga kesegaran hasil tangkapan lebih lama, serta menjaga stabilitas harga pangan laut tetap terlindungi dari hulu hingga ke hilir. Melalui sinergi erat bersama Penilai Daerah, Kanwil DJKN Suluttenggomalut terus mendukung komitmen Bumi Maleo untuk berdikari secara fiskal, mengoptimalkan potensi ekonomi melimpah dari Laut Sulawesi dan tenangnya suar perairan Teluk Tomini.

Foto Terkait Berita

Floating Icon