Siaran Pers: APBN Perkuat Kemandirian Ekonomi Melalui Sinergi Riset, Talenta, dan Industrialisasi
Rene Cicero Aipassa
Senin, 29 Juni 2026 |
28 kali
|
Jakarta, 28 Juni 2026 – Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) akan terus diarahkan sebagai instrumen utama untuk memperkuat
kemandirian ekonomi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, riset, dan industrialisasi berbasis talenta. Hal tersebut
disampaikan Menkeu Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri
(KSTI) Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (28/6). |
|
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa
pemerintah berkomitmen menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan
agar mampu menjalankan dua fungsi utama, yaitu sebagai instrumen stabilisasi
ekonomi sekaligus motor penggerak produktivitas, investasi, dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat. |
|
"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak
perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat
kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan
yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," ujar Menkeu. |
|
Menkeu juga menyampaikan bahwa dengan kolaborasi
yang kuat dimaksud, dapat mewujudkan visi Indonesia menjadi salah satu dari
lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. |
|
"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan
ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM)
yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya
wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," pungkas Menkeu. |
|
Sejalan dengan upaya tersebut, Menkeu menegaskan
bahwa pembangunan industri nasional harus menempatkan talenta sebagai fondasi
utama. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan bidang Science,
Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan ilmu
sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE), sehingga kemajuan
teknologi tetap berorientasi pada pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan. |
|
Untuk itu, Kementerian Keuangan terus memperkuat
komitmen pada pengembangan SDM melalui berbagai kebijakan strategis. Salah
satunya adalah penajaman kebijakan beasiswa LPDP. Mulai tahun 2026, sekitar
80 persen beasiswa akan difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis,
seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan
(artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur
maju. Kebijakan ini diharapkan mampu menghasilkan talenta unggul yang sesuai
dengan kebutuhan transformasi ekonomi nasional. |
|
Selain itu, Kementerian Keuangan terus memperkuat
penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) melalui
kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi. Melalui Center for Public
Finance Research, para peneliti bekerja bersama unit-unit di lingkungan
Kementerian Keuangan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih
akurat, kredibel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. |
|
Selanjutnya, di tengah dinamika ekonomi global,
Menkeu menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga.
Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen
dengan inflasi sebesar 3,08 persen. Stabilitas tersebut didukung oleh surplus
perdagangan, cadangan devisa yang memadai, pertumbuhan kredit yang tetap
kuat, serta sektor manufaktur yang masih berada pada zona ekspansif. |
|
"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas
ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi
masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan
ekonomi," kata Menkeu. |
|
Menkeu juga menegaskan, reformasi fiskal terus
dilaksanakan secara konsisten. Hingga Mei 2026, pendapatan negara menunjukkan
peningkatan yang signifikan, sementara belanja negara dipercepat secara lebih
proporsional untuk mendukung aktivitas ekonomi. Di saat yang sama, defisit
APBN tetap terjaga pada level yang aman sehingga kesehatan fiskal nasional
tetap terpelihara. |
|
Sebagai instrumen pembangunan, APBN Tahun 2026
difokuskan untuk mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah, antara lain
penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas pendidikan dan
kesehatan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pemberdayaan desa,
koperasi dan UMKM, penguatan pertahanan negara, serta percepatan investasi
dan perdagangan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk mewujudkan
pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. |
|
Menutup paparannya, Menkeu menegaskan bahwa
keberhasilan mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing
memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah akan terus
memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan
masyarakat agar APBN benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang mampu
mengantarkan Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045. |
|
*** Deni Surjantoro Kepala Biro Komunikasi dan Layanan
Informasi Kementerian Keuangan |