Siaran Pers: APBN Bekerja Optimal Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Rene Cicero Aipassa
Selasa, 26 Mei 2026 |
16 kali
|
Jakarta, 19 Mei 2026 |
|
Perkembangan APBN hingga akhir 30 April 2026 |
|
Kinerja APBN hingga 30 April 2026 menunjukkan
fondasi fiskal yang tetap kuat, dengan pendapatan yang tumbuh positif,
belanja yang ekspansif namun terukur, serta defisit yang tetap terkendali
untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. |
|
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp918,4 triliun
atau 29,1?ri target APBN 2026. Capaian ini tumbuh positif sebesar 13,3%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini terutama didorong oleh
penerimaan pajak yang mencapai Rp646,3 triliun dengan pertumbuhan 16,1%
(yoy), penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp100,6 triliun yang tumbuh
0,6% (yoy),serta PNBP sebesar Rp171,3 triliun yang juga tumbuh 11,6% (yoy). |
|
Sementara itu, Belanja Negara terealisasi sebesar
Rp1.082,8 triliun atau 28,2?ri pagu APBN. Belanja Negara mengalami
pertumbuhan sebesar 34,3% (yoy). Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp826
triliun, ditopang oleh peningkatan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) maupun
non-K/L. Sementara itu, Transfer Ke Daerah (TKD) terealisasi Rp256,8 triliun
atau 37,1?ri target APBN. |
|
APBN mencatat defisit sebesar Rp164,4 triliun atau
sekitar 0,64% terhadap PDB. Besaran defisit masih dalam batas yang terjaga
sesuai target yang ditetapkan serta mencerminkan peran APBN sebagai instrumen
stabilisasi sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi. |
|
Keseimbangan primer juga menunjukkan kondisi yang
positif dengan surplus Rp28 triliun. Hal ini mencerminkan pengelolaan fiskal
yang tetap sehat dan disiplin di tengah tantangan dinamika ekonomi global. |
|
Realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp298,5
triliun atau 43,3?ri target APBN. |
|
Perkembangan Perekonomian |
|
Di tengah tingginya ketidakpastian global sepanjang
tahun 2026, perekonomian Indonesia tetap mampu menunjukkan kinerja yang kuat
dan resilien. |
|
Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi
dengan baik. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%
(yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 maupun ASEAN.
Capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang tetap kuat di tengah
dinamika dan ketidakpastian global. |
|
Kinerja pertumbuhan ini terutama ditopang oleh
konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga tinggi dengan pertumbuhan sebesar
5,52%. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap solid dan
aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak positif. |
|
Selain itu, Konsumsi Pemerintah tumbuh sebesar 21,8%
pada Triwulan I 2026, mencerminkan perbaikan pola belanja Pemerintah yang
selama ini terkonsentrasi di akhir tahun sekaligus menunjukkan komitmen
Pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi. |
|
Stabilitas harga tetap terjaga, tercermin dari
tingkat inflasi bulan April 2026 yang tercatat sebesar 2,42% (yoy). Tingkat
inflasi ini tetap terkendali dan berada dalam target Bank Indonesia. |
|
Di tengah sentimen investor global yang masih
risk-off, pasar SBN tetap mencatatkan net inflow sebesar Rp13,4 triliun pada
bulan April dan Rp1,5 triliun sampai dengan pertengahan bulan Mei. Hal ini
mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. |
|
Pemerintah secara proaktif terus menjaga stabilitas
sektor keuangan domestik dan market confidence di tengah dinamika pasar
keuangan global. Pemerintah terus memonitor pergerakan nilai tukar Rupiah dan
yield SBN serta memastikan indikator-indikator risiko fiskal tetap terjaga
dengan baik. |
|
Pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat,
adaptif, dan kredibel untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi, menjaga
stabilitas perekonomian, dan mendukung pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan. |
|
*** Deni Surjantoro Kepala Biro Komunikasi dan Layanan
Informasi Kementerian Keuangan |