Bacirita APBN: Press Release Kinerja APBN Hingga 31 Oktober 2025
Rene Cicero Aipassa
Jum'at, 28 November 2025 |
69 kali
|
1. |
|
|
2. |
Regional
Sulawesi Utara: di tengah tantangan dan ketidakpastian global,
perekonomian Sulawesi Utara mampu
tetap tumbuh kuat 5,39% yoy pada Q3 2025. Tiga faktor yang mendorong
pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yaitu pertama Aktivitas Produksi
diantaranya dipicu adanya peningkatan realisasi pengadaan semen di Sulut Q3
2025 yang menunjukkan aktivitas di sektor konstruksi, pertumbuhan penjualan
listrik pada pelanggan segmen listrik industri, neraca dagang luar negeri Sulawesi
Utara dengan tren surplus. Kedua, Mobilitas Masyarakat yang tinggi baik yang
beraktivitas di sektor pariwisata, sektor transportasi, dan sehubungan dengan
banyaknya pelaksanaan event skala internasional/nasional/lokal (konser musik,
turnamen olahraga, festival bunga TIFF, dll) di Sulawesi Utara . Ketiga,
Konsumsi Masyarakat yang terjaga berkat penebalan bansos kepada masyarakat
ditunjukkan dengan pertumbuhan realisasi belanja bantuan sosial dan
intervensi pemerintah dalam stabilitas harga khususnya atas komoditas pangan. |
|
3. |
Selanjutnya,
dari sisi pemerintah, APBN tetap menjadi shock absorber dampak dari gejolak
dan ketidakpastian ekonomi di tingkat global dan dampak bawaannya ke tingkat
nasional dan regional Sulawesi Utara, sekaligus sebagai katalisator
pertumbuhan ekonomi di tingkat regional. Atas pelaksanaan APBN di Sulawesi
Utara sampai dengan 31 Oktober 2025, Pendapatan Negara telah terealisasi
sebesar Rp3.803,93 miliar atau 73,68?ri target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan jenisnya, beberapa jenis penerimaan negara menunjukkan
pertumbuhan diantaranya atas Pajak Lainnya,
PNBP Lainnya, Bea Keluar, dan PNBP atas Pengelolaan Kekayaan Negara. |
|
4. |
Di
Sulawesi Utara, pendapatan perpajakan menjadi sumber utama pendapatan negara
dalam APBN. Tercatat realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Utara sampai
dengan 31 Oktober 2025 adalah sebesar Rp2.510,27 miliar, tumbuh positif 9,68%
dibandingkan tahun lalu dan terealisasi sebesar 69,18?ri target penerimaan
perpajakan tahun 2025. |
|
5. |
Selain
dari penerimaan pajak, salah satu sumber pendapatan negara di Sulawesi Utara
berasal dari pendapatan kepabeanan dan cukai dimana realisasi sampai dengan
akhir Oktober 2025 dilaporkan telah terealisasi sebesar Rp77,25 miliar atau
206,27?ri target. Terdiri dari
penerimaan Cukai telah terealisasi sebesar Rp18,19 miliar, Bea Masuk
sebesar Rp8,96 miliar, dan realisasi penerimaan Bea Keluar sebesar Rp50,08
miliar. |
|
6. |
Komponen
pendapatan negara lainnya berasal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan
tingkat capaian realisasi s.d. 31 Oktober 2025 sebesar Rp1.216,42 miliar atau
82,31?ri targetnya. |
|
7. |
Dari
sisi Belanja APBN, sampai dengan 31 Oktober telah terealisasi 2025 sebesar
75,51?ri alokasi/pagu dengan total nilai realisasi sebesar Rp17.314,01
miliar. Dari realisasi tersebut,
sebesar Rp6.022,42 miliar merupakan realisasi belanja satuan kerja instansi
vertikal kementerian/lembaga di Sulawesi Utara dengan tingkat penyerapan
64,61?ri alokasi pagu. Terdiri dari realisasi Belanja Pegawai sebesar
Rp3.089,67 miliar (83,54?ri pagu), Belanja Barang sebesar Rp2.355,39
miliar (56,42?ri pagu), Belanja Modal sebesar Rp552,59 miliar (38,92?ri
pagu), dan realisasi Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp24,77 miliar (89,00?ri alokasi pagu). |
|
8. |
Realisasi
Belanja juga terdiri dari realisasi atas Transfer Ke Daerah (TKD) sampai
dengan 31 Oktober 2025 telah disalurkan Rp11.291,60 miliar atau 82,98?ri
pagu. Dari angka tersebut, DAU merupakan jenis TKD dengan nilai realisasi
terbesar yaitu Rp7.820,51 miliar (87,77?ri pagu). DAK Non Fisik dengan
terealisasi sebesar Rp1.256,72 miliar (69,75?ri pagu), Dana Desa
terealisasi sebesar Rp914,54 miliar (82,22?ri pagu), Dana Bagi Hasil
terealisasi Rp695,37 miliar (78,48?ri pagu), DAK Fisik terealisasi
Rp517,24 miliar (65,56?ri pagu), dan Insentif Fiskal telah terealisasi
Rp87,21 miliar (88,48?ri pagu). |
|
9. |
Dapat
disimpulkan, di tengah dinamika ketidakpastian global yang tetap tinggi,
perekonomian Sulawesi Utara pada Q3 2025 ini tetap resilien tumbuh kuat dan
positif. Peran fiskal melalui APBN di Sulawesi Utara sentral sebagai shock
absorber atas tekanan yang muncul untuk melindungi masyarakat dan sekaligus
menjadi katalisator untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong
pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya. |
Sumber: Website Kanwil DJPb Sulawesi Utara https://djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/sulut/id