Kinerja APBN Hingga Triwulan III 2025: Tetap Adaptif dan Kredibel, Defisit Terjaga di 1,56% PDB
Rene Cicero Aipassa
Jum'at, 17 Oktober 2025 |
154 kali
|
Jakarta, 14/10/2025 Kemenkeu – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir triwulan ketiga 2025 tetap adaptif dan kredibel dengan defisit yang terjaga pada 1,56?ri PDB serta Keseimbangan Primer yang surplus Rp18 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa defisit anggaran tercatat sebesar Rp371,5 triliun atau setara 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah outlook tahun penuh sebesar 2,78 persen PDB. |
|
"Ini
menunjukkan APBN tetap adaptif dan kredibel, menjaga kesimbangan antara
dukungan terhadap pemulihan ekonomi dan kesinambungan fiskal dalam jangka
menengah," ujar Menkeu Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di
Jakarta pada Selasa (14/10). |
|
Ia
memaparkan, total Pendapatan Negara hingga akhir September 2025 tercatat
sebesar Rp1.863,3 triliun, atau 65,0 persen dari outlook yang ditetapkan.
Meskipun telah mencapai lebih dari separuh target, capaian ini secara nominal
lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. |
|
Menurutnya,
tekanan utama tersebut bersumber dari penurunan harga komoditas global yang
berdampak pada penerimaan perpajakan, khususnya di sektor migas dan tambang.
Penurunan harga komoditas seperti batu bara dan sawit menyebabkan penerimaan
PPh Badan dan PPN dalam negeri sedikit tertahan. Meski demikian, sektor
manufaktur dan jasa masih memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan. |
|
Dari sisi
Belanja Negara, realisasi mencapai Rp2.234,8 triliun atau 63,4?ri outlook.
Belanja pemerintah pusat tumbuh tipis, sementara Transfer ke Daerah telah
terealisasi Rp648,4 triliun atau 74,6 persen dari pagu. |
|
"Efektivitas
belanja didorong oleh pelaksanaan program prioritas, bansos, dan belanja
modal infrastruktur," jelas sang Bendahara Negara. (dm/al) |