APBN 2026 Motor Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Rene Cicero Aipassa
Jum'at, 03 Oktober 2025 |
175 kali
|
“Fiskal,
sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi harus sinergis menggerakkan
perekonomian Indonesia agar dapat tumbuh melampaui 6?lam waktu tidak
terlalu lama. Dengan konsistensi menjaga keselarasan mesin-mesin pertumbuhan,
diharapkan dapat memacu pertumbuhan menuju 8?lam jangka menengah,” ujar
Menkeu dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (23/9). |
|
Untuk
mewujudkan pilar pertumbuhan, APBN diarahkan sebagai katalis bagi sektor
swasta, didukung oleh penguatan peran Danantara dalam investasi bernilai
tambah tinggi, penempatan kas Rp200 triliun di Himbara untuk mendorong
kredit, serta reformasi perizinan berusaha melalui PP Nomor 28 Tahun 2025. |
|
APBN
2026 juga difokuskan pada delapan agenda prioritas, yaitu ketahanan pangan,
ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan bermutu,
kesehatan berkualitas, pembangunan desa-koperasi-UMKM, pertahanan semesta,
serta akselerasi investasi dan perdagangan global. |
|
Untuk
mendukung agenda tersebut, dialokasikan anggaran besar di antaranya Rp164,7
triliun untuk ketahanan pangan, Rp402,4 triliun untuk energi, Rp335 triliun
untuk MBG, Rp769,1 triliun untuk pendidikan, Rp244 triliun untuk kesehatan,
serta Rp508,2 triliun untuk perlindungan sosial. |
|
Secara
keseluruhan, belanja negara pada APBN 2026 ditetapkan Rp3.842,7 triliun,
pendapatan negara diperkirakan mencapai sebesar Rp3.153,6 triliun, dan
defisit 2,68% PDB. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar
5,4%, inflasi akan dikendalikan di level 2,5%, suku bunga SBN dijaga di
sekitar 6,9%, dan nilai tukar berada di sekitar Rp16.500 per Dollar AS. |
|
“APBN
tahun 2026 akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian,
demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutup Menkeu.
(nug/al) |