Kanwil DJKN Suluttenggomalut Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Portal Lelang Indonesia
Ayutia Nurita Sari
Rabu, 22 Juni 2022 |
252 kali
Manado – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi. Tingginya jumlah UMKM di Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan serta kondisi pandemi covid-19 yang mendorong perubahan pada pola konsumsi barang dan jasa serta menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi digital.
Dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas UMKM di Kota Manado yang diselenggarakan pada Selasa (21/06/22) di Lantai 6 Gedung Keuangan Manado, Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi, Priyanto Nugroho menyampaikan bahwa dalam upaya mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara memiliki sarana untuk turut andil, yaitu Portal Lelang Indonesia (www.lelang.go.id) sebagai alternatif platform jual beli.
“Sebagai sarana jual beli, lelang.go.id merupakan wadah untuk memasarkan produk lokal karya anak bangsa yang tidak kalah dengan e-commerce lain dalam lalu lintas perdagangan di Indonesia,” tutur Priyanto dalam sambutannya.
Pada salah satu sesi kegiatan, dilaksanakan sosialisasi terkait Pemasaran Produk UMKM melalui Lelang Indonesia yang dibawakan oleh pelaksana supporting lelang KPKNL Manado, R. Mohamad Syahril Supriyadi.
“Beberapa masalah utama UMKM yang dapat menghambat pertumbuhan, diantaranya adalah minimnya modal usaha, kesulitan dalam hal perizinan, kurangnya pemahaman tentang pemasaran digital, pembukan masih dilakukan secara manual, dan kurangnya kesadaran membayar pajak,” kata Syahril.
“Walaupun 99 persen usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM, namun 90 persen UMKM belum memanfaatkan jaringan internet dan hanya 16 persen dari mereka yang terhubung dengan ekosistem digital,” tuturnya.
Mengajak para pengusaha UMKM/kelompok unit bersama UMKM, Syahril menjelaskan bahwa para pelaku UMKM dapat menggunakan Portal Lelang Indonesia sebagai alternatif sarana jual beli dalam memasarkan produknya. Penjual dapat mengajukan permohonan lelang secara manual (diantar ke KPKNL atau via pos) atau dapat juga secara online pada laman web www.lelang.go.id.
“Mengenai tata cara permohonan secara online, setelah berkas dinyatakan lengkap, berkas dapat disampaikan beserta tiket permohonan lelangnya ke KPKNL terdekat. Kemudian setelah adanya penetapan jadwal lelang dari KPKNL, penjual melakukan pengumuman lelang,” jelas Syahril kepada para pelaku UMKM yang hadir.
Turut disosialisasikan bahwa Produk UMKM yang laku terjual dalam pelaksanaan lelang, hasil bersih lelang (pokok lelang/harga terbentuk dikurangi bea lelang penjual) akan disetorkan kepada pihak penjual. Sementara bea lelang penjual sebesar 1,5 persen dari pokok lelang akan disetorkan ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Besaran bea lelang penjual tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2018 dengan perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 2020.
Pada kesempatan tersebut, salah satu pelaku UMKM yang hadir, Mariani Montu selaku owner dari Zabay Collection (pengerajin souvenir) turut memberikan testimoninya sebagai pengguna platform Lelang Indonesia.
“Pada tahun 2020, UMKM di wilayah Sulawesi Utara sangat terpuruk, namun dengan adanya program pemberdayaan UMKM dari KPKNL Manado tentunya sangat membantu. Sehingga saya mengajak pelaku UMKM lainnya untuk turut menjual produknya melalui portal lelang.go.id dikarenakan produk yang dijual akan memperoleh harga penawaran tertinggi, yang mana hal ini sangat menguntungkan bagi pelaku UMKM,” kata Mariani.
Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas UMKM di Kota Manado diselenggarakan atas kolaborasi antara Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Bank Sulut Go, serta Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi.
Turut hadir sebagai peserta para pelaku UMKM yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara, diantaranya pemilik UMKM De’Harvest, Bakul Blessing, NIOS, Dapur Seruni, Fey, dan lain lain. (ayu/wdp)
Foto Terkait Berita