Perkuat Budaya Integritas, Kemenkeu Sulsel Gelar Kakanwil Integrity Sharing Session
Nanang Ansari
Kamis, 25 Juni 2026 |
45 kali
Makassar
- Dalam upaya memperkokoh fondasi moral dan etika pegawai, Kementerian Keuanan
Perwakilan Sulawesi Selatan (Kemenkeu Sulsel) menyelenggarakan acara Kakanwil
Integrity Sharing Session (KISS) secara daring pada Kamis (25/6). Acara ini
menjadi wadah strategis bagi para pimpinan untuk berbagi perspektif dan
pengalaman dalam mengawal nilai-nilai integritas di lingkungan kerja.
Kegiatan
dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi
Selatan, Barat, dan Tenggara Imanul Hakim. Bertindak sebagai moderator adalah
M. Eko Agus Yudianto, Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Danarakca pada Kanwil DJKN
Sulseltrabar.
Kepala
Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan
Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar), Wibawa Pram Sihombing, hadir sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Wibawa Pram menekankan pentingnya Kerangka Kerja Integritas
(KKI) yang sistematis dan komprehensif, yang wajib didukung penuh oleh komitmen
pimpinan.
Wibawa
Pram menyoroti peran vital pimpinan sebagai role model. Menurutnya, pimpinan
harus memberikan teladan, melakukan internalisasi integritas, memiliki budaya
malu, hingga berani melaporkan serta menindak pelanggar integritas.
"Lini
pertama, yaitu manajemen dan seluruh pegawai, memegang peran kunci dalam
pencegahan, deteksi, respon, serta monitoring dan evaluasi terhadap potensi
pelanggaran," urai Wibawa dalam paparannya.
Ia
juga membedah pentingnya pengelolaan benturan kepentingan serta etika bijak
bermedia sosial bagi ASN dan keluarganya dengan prinsip "Saring Sebelum
Sharing".
Dalam
kesempatan tersebut, capaian tren positif pengendalian gratifikasi di wilayah
Sulseltrabar juga dipaparkan. Wibawa Pram mengungkapkan bahwa keteladanan
pimpinan yang melaporkan penerimaan gratifikasi telah mendorong kesadaran
pegawai untuk melakukan hal serupa.
Berdasarkan
data yang ditampilkan, jika pada tahun 2024 laporan gratifikasi berjumlah
nihil, angka tersebut meningkat pada tahun 2025 dan 2026. "Meningkatnya
pelaporan tidak selalu menunjukkan meningkatnya gratifikasi, tetapi
mencerminkan meningkatnya kesadaran pegawai untuk melapor," tegasnya.
Pegawai diingatkan untuk memanfaatkan saluran pengaduan resmi seperti
Whistleblowing System (WISE) Kemenkeu jika menemukan indikasi pelanggaran.
Di
akhir presentasinya, Wibawa Pram Sihombing memberikan pernyataan penutup yang
menyentuh sisi humanis pegawai Kemenkeu. Ia mengakui bahwa tantangan bertugas
di Kementerian Keuangan tidaklah ringan, bahkan terkadang mengancam secara
fisik maupun mental.
Namun,
ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak menyerah dan tetap konsisten melakukan
perbaikan, sekecil apa pun itu. Ia mengutip filosofi "sedikit demi sedikit
lama-lama menjadi bukit" sebagai pengingat bahwa upaya kolektif akan
membuahkan hasil besar di masa depan.
"Mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang. Kita harus terus menggali hingga menemukan 'berlian' perbaikan itu, jangan berhenti di tengah jalan," pungkas Wibawa Pram menyemangati para peserta.
Acara
KISS ini diharapkan dapat terus menghidupkan semangat integritas di setiap lini
pelayanan Kemenkeu di Sulawesi Selatan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan
yang bersih dan berwibawa. (na)
Foto Terkait Berita