Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Perkuat Budaya Integritas, Kemenkeu Sulsel Gelar Kakanwil Integrity Sharing Session

Perkuat Budaya Integritas, Kemenkeu Sulsel Gelar Kakanwil Integrity Sharing Session

Nanang Ansari
Kamis, 25 Juni 2026 |   45 kali

Makassar - Dalam upaya memperkokoh fondasi moral dan etika pegawai, Kementerian Keuanan Perwakilan Sulawesi Selatan (Kemenkeu Sulsel) menyelenggarakan acara Kakanwil Integrity Sharing Session (KISS) secara daring pada Kamis (25/6). Acara ini menjadi wadah strategis bagi para pimpinan untuk berbagi perspektif dan pengalaman dalam mengawal nilai-nilai integritas di lingkungan kerja.

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Imanul Hakim. Bertindak sebagai moderator adalah M. Eko Agus Yudianto, Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Danarakca pada Kanwil DJKN Sulseltrabar.

 

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar), Wibawa Pram Sihombing, hadir sebagai narasumber. Dalam paparannya, Wibawa Pram menekankan pentingnya Kerangka Kerja Integritas (KKI) yang sistematis dan komprehensif, yang wajib didukung penuh oleh komitmen pimpinan.

 

Wibawa Pram menyoroti peran vital pimpinan sebagai role model. Menurutnya, pimpinan harus memberikan teladan, melakukan internalisasi integritas, memiliki budaya malu, hingga berani melaporkan serta menindak pelanggar integritas.

 

"Lini pertama, yaitu manajemen dan seluruh pegawai, memegang peran kunci dalam pencegahan, deteksi, respon, serta monitoring dan evaluasi terhadap potensi pelanggaran," urai Wibawa dalam paparannya.

 

Ia juga membedah pentingnya pengelolaan benturan kepentingan serta etika bijak bermedia sosial bagi ASN dan keluarganya dengan prinsip "Saring Sebelum Sharing".

 

Dalam kesempatan tersebut, capaian tren positif pengendalian gratifikasi di wilayah Sulseltrabar juga dipaparkan. Wibawa Pram mengungkapkan bahwa keteladanan pimpinan yang melaporkan penerimaan gratifikasi telah mendorong kesadaran pegawai untuk melakukan hal serupa.

 

Berdasarkan data yang ditampilkan, jika pada tahun 2024 laporan gratifikasi berjumlah nihil, angka tersebut meningkat pada tahun 2025 dan 2026. "Meningkatnya pelaporan tidak selalu menunjukkan meningkatnya gratifikasi, tetapi mencerminkan meningkatnya kesadaran pegawai untuk melapor," tegasnya. Pegawai diingatkan untuk memanfaatkan saluran pengaduan resmi seperti Whistleblowing System (WISE) Kemenkeu jika menemukan indikasi pelanggaran.

 

Di akhir presentasinya, Wibawa Pram Sihombing memberikan pernyataan penutup yang menyentuh sisi humanis pegawai Kemenkeu. Ia mengakui bahwa tantangan bertugas di Kementerian Keuangan tidaklah ringan, bahkan terkadang mengancam secara fisik maupun mental.

 

Namun, ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak menyerah dan tetap konsisten melakukan perbaikan, sekecil apa pun itu. Ia mengutip filosofi "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit" sebagai pengingat bahwa upaya kolektif akan membuahkan hasil besar di masa depan.

 

"Mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang. Kita harus terus menggali hingga menemukan 'berlian' perbaikan itu, jangan berhenti di tengah jalan," pungkas Wibawa Pram menyemangati para peserta.

Acara KISS ini diharapkan dapat terus menghidupkan semangat integritas di setiap lini pelayanan Kemenkeu di Sulawesi Selatan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. (na)

Foto Terkait Berita

Floating Icon