Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Tanamkan Nilai Integritas, Kakanwil DJKN Sulseltrabar Bekali 36 Pejabat Pengawas Kemenkeu di RINDAM XIV/Hasanuddin

Tanamkan Nilai Integritas, Kakanwil DJKN Sulseltrabar Bekali 36 Pejabat Pengawas Kemenkeu di RINDAM XIV/Hasanuddin

N/A
Kamis, 25 Juni 2026 |   93 kali

GOWA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar), Wibawa Pram Sihombing, hadir secara langsung sebagai penceramah utama dalam membawakan materi Agenda I mengenai "Etika dan Integritas Kepemimpinan Pancasila". Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXX Tahun Anggaran 2026 yang diinisiasi oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BDK) Makassar. Acara bertempat di Markas RINDAM XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kabupaten Gowa, pada Rabu, 24 Juni 2026.

 

Pelatihan kepemimpinan ini diikuti oleh 36 Pejabat Pengawas yang berasal dari berbagai unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, mulai dari Sekretariat Jenderal, DJP, DJBC, DJPb, DJKN, hingga DJSEF dan DJPPR. Ceramah ini ditujukan untuk membangun serta memantapkan kompetensi manajerial para pejabat pengawas agar mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan akuntabel.

 

Materi ceramah yang disampaikan merujuk pada modul Ethical Leadership yang diterbitkan oleh Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajemen BPPK. Dalam sesi tersebut, ditekankan bahwa kepemimpinan etis merupakan pilar penting yang mengacu pada integritas serta nilai-nilai moral tinggi, di mana seorang pemimpin tidak hanya melakukan pengambilan keputusan secara adil dan jujur, tetapi juga harus mampu bertindak sebagai role model (panutan) nyata bagi seluruh bawahannya di organisasi.

 

Penerapan ethical leadership di institusi pemerintah sangat penting karena berdampak langsung pada penguatan reputasi organisasi, peningkatan produktivitas serta kualitas kerja, serta menumbuhkan komitmen afektif yang tinggi dari para pegawai. Menjaga kepemimpinan yang beretika secara konsisten akan membangun iklim transparansi dan modal sosial yang kuat, sehingga mampu meminimalisasi potensi kecurangan di lingkungan kerja publik.

 

Sebagai penutup sekaligus landasan komitmen bagi para peserta, Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar mengingatkan kembali esensi nilai kepercayaan publik dalam tata kelola pemerintahan madani. "Sebagaimana filosofi kuno, sebuah negara tidak akan pernah bisa berdiri tegak tanpa adanya trust atau kepercayaan dari rakyat, kepemimpinan modern tidak lagi bekerja dengan pemaksaan otoritas semata, melainkan dengan kredibilitas dan kejujuran. Oleh karena itu, kecerdasan dan energi tinggi yang Saudara miliki akan menjadi sia-sia dan bahkan berbahaya bagi institusi jika tidak dibentengi oleh integritas yang kokoh," tegas Wibawa Pram Sihombing.(RK)

Foto Terkait Berita

Floating Icon