Kanwil DJKN Sulseltrabar Dukung Akselerasi Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan
N/A
Selasa, 21 April 2026 |
52 kali
Makassar –
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (Kanwil BPN
Sulsel) menyelenggarakan kegiatan Internalisasi Pembangunan Zona Integritas
dengan mengundang 24 (dua puluh empat) kantor pertanahan di wilayah Sulawesi
Selatan pada Senin (20/4), bertempat di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi
Selatan, Jl. Opu Daeng Risadju No. 438, Makassar. Dalam sambutannya, Plt.
Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Selatan, Syamsuddin K., menyampaikan bahwa
kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan kantor pertanahan
berintegritas yang melayani secara profesional dan terpercaya menuju Wilayah
Tertib Administrasi Berintegritas (WTAB), Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK),
serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Turut
hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi
(KIHI) Kanwil DJKN Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Nandang Supriyadi,
serta Pelaksana Seksi Kepatuhan Internal, Resa Tri Putranto. Dalam kesempatan
tersebut, Nandang Supriyadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya
kegiatan ini sekaligus berbagi pengalaman dalam membangun Zona Integritas. Ia
menegaskan bahwa predikat WBBM bukanlah capaian yang instan, melainkan hasil
dari proses panjang yang menuntut konsistensi dan komitmen kuat seluruh unsur
organisasi. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegagalan meraih predikat WBBM
pada tahun 2024 menjadi bahan evaluasi penting yang mendorong penguatan
sinergi, peningkatan kolaborasi dengan pihak eksternal, serta perbaikan
berkelanjutan, termasuk adanya kedeltaan.
Sesi
berikutnya menghadirkan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi
Selatan, Ismu Iskandar, sebagai narasumber. Ia memaparkan arah reformasi
birokrasi yang menekankan birokrasi sebagai mesin pembangunan, dampak nyata
bagi masyarakat, penguatan SDM ASN yang kompeten dan digital ready, serta
pemerintahan yang modern dan transparan, termasuk upaya menekan patronase dan
konflik kepentingan. Ia menutup paparannya dengan menegaskan bahwa integritas
adalah reformasi paling sederhana untuk diucapkan, tetapi paling sulit untuk
dilaksanakan. Namun tanpanya, reformasi hanyalah sebuah seremonial.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif. Peserta juga menyampaikan ketertarikannya untuk mengadopsi berbagai praktik baik yang diterapkan di Kanwil DJKN Sulseltrabar melalui pendekatan amati, tiru, dan modifikasi (ATM). Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan antar instansi dan mengakselerasi pembangunan zona integritas di lingkungan Kanwil BPN Sulsel, sebagaimana arahan Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN.(RK)
Foto Terkait Berita