DJKN Gali Potensi Lelang Aset Desa di Sulawesi Tenggara, Dorong Kemandirian Desa
Mohammad Eko Agus Yudianto
Kamis, 09 April 2026 |
118 kali
Kendari (9/4) – Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) terus memperkuat perannya dalam mendorong
optimalisasi pengelolaan aset desa melalui kegiatan penggalian potensi lelang
di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam
mengidentifikasi peluang pemanfaatan aset desa guna meningkatkan nilai ekonomi
dan kemandirian desa.
Kegiatan tersebut dipimpin
oleh Kepala KPKNL Kendari, Irfan Nugraha, serta dihadiri oleh perwakilan Kanwil
DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, Kepala Seksi Bimbingan Lelang II,
Fatmah Jasin Wartabone. Dalam pelaksanaannya, DJKN berkoordinasi dengan Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh
Kepala Dinas, Dra. Hj. Yuni Nurmalawati, M.Si., serta Kepala Bidang Pemerintah
Desa, La Ode Muhammad Sya’ban Hidayat Rasjid, S.STP.
Provinsi Sulawesi Tenggara
memiliki potensi desa yang sangat besar dengan jumlah mencapai 1.908 desa yang
tersebar di 15 kabupaten. Kondisi ini menjadi peluang strategis dalam
pengembangan pemanfaatan aset desa melalui mekanisme yang transparan dan
akuntabel.
Dalam diskusi yang
berlangsung, DJKN menekankan bahwa lelang merupakan instrumen yang mampu
memberikan kepastian hukum, transparansi, serta optimalisasi nilai aset.
Melalui lelang, aset desa yang belum produktif dapat dimanfaatkan secara
maksimal sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan
desa.
Selain itu, DJKN juga
mendorong pemanfaatan Lelang Hak Menikmati (sewa) sebagai alternatif
pengelolaan aset desa yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Melalui skema
ini, aset desa tetap dimiliki oleh pemerintah desa, namun dapat dimanfaatkan
oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan memberikan nilai ekonomi
bagi desa. Skema ini dinilai sangat relevan untuk aset-aset seperti lahan,
bangunan, maupun fasilitas desa yang masih memiliki potensi guna.
Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik inisiatif
tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan kapasitas
aparatur desa. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam
mendorong implementasi lelang aset desa secara lebih luas di wilayah Sulawesi
Tenggara.
Sebagai wilayah yang
memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, mulai dari industri nikel hingga
potensi pariwisata bahari kelas dunia seperti Wakatobi, Sulawesi Tenggara terus
berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia.
Dengan latar belakang tersebut, optimalisasi aset desa menjadi salah satu kunci
penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, sinergi antara
DJKN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan ditindaklanjuti melalui
kegiatan edukasi, pendampingan desa percontohan, serta penguatan koordinasi
lintas sektor. Dengan langkah tersebut, lelang aset desa diharapkan menjadi
instrumen strategis dalam menciptakan tata kelola aset desa yang transparan,
produktif, dan berkelanjutan.
Foto Terkait Berita