Kinerja Kekayaan Negara Sulsel: PNBP Tembus Rp4,49 Miliar hingga Peran Vital Aset dalam Kelancaran Mudik
Nanang Ansari
Rabu, 01 April 2026 |
137 kali
Makassar
– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan,
Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar) mencatatkan capaian positif
dalam pengelolaan aset negara di wilayah Sulawesi Selatan pada awal tahun 2026.
Hingga akhir Februari 2026, sektor pengelolaan kekayaan negara dan lelang telah
menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp4,49 miliar.
Hal
tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan
Informasi Kanwil DJKN Sulseltrabar, Nandang Supriyadi, dalam konferensi pers
kinerja APBN regional Sulawesi Selatan di Gedung Keuangan Negara (GKN) II
Makassar, Senin (30/3). Kinerja ini merupakan bagian dari kontribusi DJKN dalam
menjaga stabilitas fiskal di daerah.
Realisasi
PNBP sebesar Rp4,49 miliar tersebut ditopang oleh tiga pilar utama layanan DJKN
di Sulawesi Selatan:
· PNBP
Pelayanan Lelang: Menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp2,83 miliar.
· PNBP
Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN): Menyumbang Rp1,61 miliar, yang berasal
dari pemanfaatan, pemindahtanganan BMN.
· PNBP
Pengurusan Piutang Negara: Terealisasi sebesar Rp54,52 juta.
Di
sektor lelang, aktivitas masyarakat melalui platform lelang.go.id menunjukkan
tren yang terus terjaga. Sampai dengan Februari 2026, realisasi pokok lelang di
wilayah Sulawesi Selatan berhasil menembus angka Rp257,6 miliar.
Sedangkan
total nilai Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola di wilayah Sulawesi Selatan
tercatat mencapai Rp245,5 triliun (unaudited). Aset ini didominasi oleh tanah
senilai Rp180,9 triliun, disusul infrastruktur jalan, irigasi, dan jaringan
senilai Rp29,87 triliun, serta bangunan senilai Rp17,69 triliun.
Dilihat
dari sisi pengelola, terdapat tiga kementerian dengan nilai aset BMN terbesar
di Sulawesi Selatan, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR), Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Perhubungan. Aset-aset ini
tidak hanya berfungsi mendukung tugas pemerintahan, tetapi juga menjadi tulang
punggung pelayanan publik.
Dalam
hal pengurusan piutang negara, pemerintah secara konsisten melakukan pemulihan
(recovery) hak tagih negara. Sepanjang tahun 2026 hingga bulan Februari,
nilai recovery piutang negara di Sulawesi Selatan tercatat sebesar Rp657
juta. Hingga saat ini, masih terdapat outstanding piutang negara sebesar
Rp253,6 miliar dan USD 1,3 juta yang terus diupayakan penyelesaiannya.
Di luar angka statistik, kekayaan negara juga hadir secara nyata dalam mendukung aktivitas sosial masyarakat, salah satunya kelancaran arus mudik Lebaran. Nandang menyoroti peran strategis infrastruktur jalan sebagai aset negara yang vital, seperti Jalan Layang (Elevated Road) Tompo Ladang di jalur Maros-Bone.
"Aset-aset
strategis seperti Tompo Ladang bukan sekadar catatan nilai di neraca, tetapi
instrumen yang bekerja langsung untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi
masyarakat, khususnya saat mobilitas tinggi seperti masa mudik," pungkas
Nandang dalam paparannya. (na)
Foto Terkait Berita