Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_20224a19tdqah66o0prvte111lmqo196fjln): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Kinerja APBN Sulsel Maret 2026: Belanja Tumbuh 12,96 Persen, Program Prioritas Masyarakat Terus Berakselerasi
Nanang Ansari
Rabu, 01 April 2026 |
86 kali
Makassar
– Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan
pertumbuhan belanja negara yang positif pada awal tahun anggaran 2026. Hingga
28 Februari 2026, realisasi belanja negara di Sulawesi Selatan mencapai Rp8,18
triliun, tumbuh signifikan sebesar 12,96 persen dibandingkan periode yang sama
tahun lalu.
Capaian
tersebut dipaparkan dalam Konferensi Pers APBN Anging Mammiri edisi Maret 2026
yang digelar di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar pada Senin (30/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Sulawesi Selatan
yang juga Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian SelatanMartha Octavia, Kepala Kanwil
DJPb Sulawesi Selatan Hari Utomo, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi
Perpajakan Kanwil DJP Sulselbartra Adnan Muis, serta Kepala Bidang Kepatuhan
Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil DJKN Sulseltrabar Nandang Supriyadi.
Di
sisi penerimaan, pendapatan negara di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren
positif yang ditopang oleh sinergi antarunit eselon I Kementerian Keuangan.
Hingga akhir Februari 2026, total pendapatan negara Rp2,11 triliun terdiri
dari:
· Penerimaan
Perpajakan: Terealisasi sebesar Rp1,45 triliun atau mencapai 10,15 persen dari
target Rp14,4 triliun.
· Penerimaan
Kepabeanan dan Cukai: Mencatatkan realisasi sebesar Rp31,11 miliar, atau setara
dengan 8,60 persen dari target.
· Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP): Berhasil mengumpulkan Rp619,91 miliar atau 16,85
persen dari target tahunan.
Sementara
itu, realisasi belanja negara sebesar Rp8,18 triliun diarahkan untuk memastikan
layanan publik tetap terjaga serta menggerakkan roda perekonomian lokal agar
manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Belanja ini terbagi ke dalam dua
komponen utama, yaitu:
· Belanja
Pemerintah Pusat (BPP): Terealisasi sebesar Rp2,21 triliun atau 9,19 persen
dari pagu anggaran.
· Transfer
ke Daerah (TKD): Mencapai Rp5,97 triliun atau 22,32 persen dari pagu, yang
ditujukan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan
publik di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
APBN
juga terus bekerja sebagai instrumen perlindungan sosial dan pendorong ekonomi
melalui berbagai program prioritas nasional yang telah berjalan efektif di
Sulawesi Selatan. Beberapa capaian program strategis hingga akhir Februari 2026
meliputi:
· Makan
Bergizi Gratis: Telah menjangkau 1,79 juta penerima manfaat.
· Dukungan
Perumahan: Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai
1.838 unit rumah dengan nilai total Rp229,74 miliar.
· Ketahanan
Pangan: Mendukung produksi padi sebanyak 5.399.174 ton.
· Pemberdayaan
Ekonomi: Terbentuknya 1.274 Gerai Koperasi Merah Putih aktif di berbagai
wilayah.
· Pendidikan:
Realisasi 16 Sekolah Rakyat untuk meningkatkan akses kualitas belajar
masyarakat.
· Pembiayaan
UMKM: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 39 ribu debitur dengan nilai mencapai
Rp2,73 triliun dan mendapat subsidi bunga sebesar Rp239,58 miliar.
Dalam
kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi
Kanwil DJKN Sulseltrabar, Nandang Supriyadi, memaparkan kontribusi strategis
dari sektor pengelolaan kekayaan negara dan lelang. Hingga 28 Februari 2026,
PNBP yang bersumber dari Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang di wilayah
Sulawesi Selatan tercatat sebesar Rp4,49 miliar. Realisasi ini terdiri dari:
· PNBP
Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN): Mencapai Rp1,61 miliar.
· PNBP
Pelayanan Lelang: Memberikan kontribusi terbesar senilai Rp2,83 miliar.
· PNBP
Pengurusan Piutang Negara: Terealisasi sebesar Rp54,52 juta.
Lebih lanjut, kinerja lelang di Sulawesi Selatan menunjukkan aktivitas yang progresif dengan capaian Pokok Lelang sebesar Rp257,6 miliar. Sementara di sisi pengurusan piutang negara, telah dilakukan pemulihan (recovery) hak tagih negara senilai Rp657 juta.
Menutup
konferensi pers, Martha Octavia selaku Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi
Sulawesi Selatan menegaskan bahwa APBN akan terus hadir sebagai instrumen yang
responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat secara berkelanjutan. (na)
Foto Terkait Berita