Kanwil DJKN Sulseltrabar Perkuat Strategi Triwulan I: Amankan Target Sertipikasi dan Mitigasi Dampak Ekonomi Global
Nanang Ansari
Rabu, 11 Maret 2026 |
279 kali
Makassar
– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan,
Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar) menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja periode Februari 2026 secara hybrid pada Senin (9/3). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh
Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing, ini menekankan pada
percepatan rencana aksi guna mengamankan target kinerja Triwulan I 2026 di
tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global.
Dalam
laporannya, Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Marmiyati, memaparkan bahwa Nilai
Kinerja Organisasi (NKO) Kanwil DJKN Sulseltrabar hingga Februari 2026 tercatat
sebesar 71,42 persen. Angka ini secara teknis belum memenuhi ekspektasi karena
adanya beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) bersifat triwulanan yang belum
mencatatkan realisasi di bulan kedua ini. Meski demikian, sektor Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan performa impresif dengan realisasi
mencapai Rp7,73 triliun atau 159,69 persen dari target Triwulan I.
Kepala
Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing, dalam arahannya memberikan instruksi
percepatan sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa Tanah. Hingga Februari,
realisasi sertifikasi baru mencapai 40 bidang tanah atau sekitar 36,89 persen
dari target triwulanan. Wibawa Pram menginstruksikan jajarannya, khususnya para
Kepala KPKNL, untuk segera mengidentifikasi kendala sertipikasi di tingkat
satker dan melakukan koordinasi intensif dengan pihak BPN.
Terkait
pengelolaan aset, rapat juga menyinggung optimalisasi aset BMN yang idle.
"Kita harus lebih selektif dan strategis. Pilih pemanfaatan aset yang
benar-benar memberikan nilai tambah maksimal bagi negara," tambah Wibawa.
Berdasarkan
data paparan, beberapa poin capaian penting lainnya meliputi:
· Kinerja
Lelang: Mencatatkan realisasi Rp277,08 miliar, melampaui target
Q1 sebesar 131,77 persen.
· Penurunan
Saldo Piutang Negara: Mencapai Rp965,52 juta atau 155,23 persen
dari target Q1.
· Kualitas
Layanan Penilaian: Mencatatkan indeks 101,52 persen dari target
yang ditetapkan.
Menutup
rapat tersebut, Wibawa Pram meminta seluruh unit kerja untuk memanfaatkan sisa
waktu di bulan Maret guna memperbaiki indikator yang masih berwarna merah. Hal
ini dianggap krusial, terutama bagi unit yang sedang berupaya meraih predikat
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Ia juga berpesan agar seluruh
pegawai menjaga keamanan data digital dan tetap dapat dihubungi selama masa
mudik untuk hal-hal yang bersifat mendesak.
Foto Terkait Berita