APBN Sulsel Tancap Gas di Awal 2026: Belanja Tembus Rp4,77 Triliun, Program Strategis Berjalan Optimal
Nanang Ansari
Kamis, 26 Februari 2026 |
114 kali
Makassar
– Mengawali tahun anggaran baru, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) regional Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif dengan akselerasi
belanja yang lebih awal. Hingga 31 Januari 2026, realisasi belanja negara di
Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp4,77 triliun, tumbuh 4,33 persen
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Capaian
tersebut dipaparkan dalam konferensi pers kinerja APBN regional Sulawesi
Selatan periode Februari 2026 yang digelar di Gedung Keuangan Negara (GKN) II
Makassar pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan
unit vertikal Kementerian Keuangan, termasuk Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar,
Wibawa Pram Sihombing, serta dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu
Provinsi Sulsel, Martha Octavia.
Realisasi
belanja sebesar Rp4,77 triliun tersebut mencakup berbagai fungsi vital, mulai
dari pelayanan umum, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di sisi
lain, Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp3,95 triliun atau
14,75 persen dari target, yang didominasi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum
(DAU) senilai Rp2,86 triliun untuk mendukung pelayanan publik di daerah.
Di
sisi pendapatan negara di Sulawesi Selatan hingga akhir Januari 2026 telah
terealisasi Rp1,06 triliun atau 5,73 persen dari target. Penerimaan perpajakan
menjadi kontributor utama dengan realisasi Rp788,1 miliar. Sektor ini
didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang
mencatatkan realisasi gabungan sebesar Rp955,56 miliar.
Sementara
itu, sektor Kepabeanan dan Cukai mencatatkan penerimaan Rp16,8 miliar (4,49
persen target), yang berasal dari Bea Masuk Rp10,5 miliar, Bea Keluar Rp3,6
miliar, dan Cukai Rp2,7 miliar. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga
menunjukkan tren positif dengan realisasi Rp251,4 miliar atau 6,85 persen dari
target, didorong oleh kinerja pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar
Rp148,08 miliar.
APBN
2026 dipastikan mulai bekerja lebih awal untuk memberikan dampak langsung bagi
kesejahteraan masyarakat. Beberapa program prioritas yang telah berjalan secara
optimal antara lain:
- Makan
Bergizi Gratis: Telah menjangkau 1,79 juta penerima manfaat.
- Ekonomi
Rakyat: Terbentuknya 1.274 Gerai Koperasi Merah Putih aktif di seluruh wilayah.
- Dukungan
Perumahan: Penyaluran FLPP menyasar 299 unit rumah dengan nilai Rp19,10 miliar.
- Ketahanan
Pangan: Mencatatkan produksi padi sebanyak 5.399.174 ton.
- Pendidikan:
Realisasi pembangunan 16 Sekolah Rakyat.
Secara
khusus di bidang kekayaan negara dan lelang, Kanwil DJKN Sulseltrabar
mencatatkan realisasi PNBP Rp2,14 miliar. Capaian ini bersumber dari dari
pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sebesar Rp0,81 miliar pada bulan pertama
tahun ini. Di sektor lelang, realisasi PNBP mencapai Rp1,29 miliar dengan total
Pokok Lelang sebesar Rp127,5 miliar.
Selain
itu, dalam upaya pemulihan hak tagih negara melalui pengurusan piutang, telah
tercapai realisasi Biaya Administrasi (Biad) Piutang Negara sebesar Rp44,52
juta, dengan
penurunan saldo piutang negara tercatat sebesar Rp450 juta.
Menutup konferensi pers, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Martha Octavia, menegaskan bahwa APBN 2026 siap menjadi penggerak utama pembangunan regional. Dengan fondasi fiskal yang kuat serta kolaborasi solid antara pemerintah pusat dan daerah, pemerintah optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sejak awal tahun.
"Tahun
anggaran baru dimulai dengan semangat mulai lebih awal untuk hasil yang lebih
optimal bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan," pungkasnya.
Foto Terkait Berita