SAKIP dan ZI Award 2025: Kanwil DJKN Sulseltrabar Raih Predikat WBBM, Menteri PANRB Tekankan Arahan Presiden Prabowo
Nanang Ansari
Rabu, 11 Februari 2026 |
117 kali
Jakarta
– Langkah transformasi birokrasi di Indonesia memasuki babak baru. Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar SAKIP
dan ZI Award 2025 dengan tema “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju
Indonesia Emas 2045” di Jakarta, Rabu (11/2). Perhelatan ini menjadi momentum
penting bagi instansi pemerintah yang berhasil menunjukkan tata kelola dan
pelayanan publik yang unggul.
Salah
satu sorotan dalam penghargaan tahun ini adalah keberhasilan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil
DJKN Sulseltrabar) dalam meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah
Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM) 2025. Capaian ini menegaskan posisi
Kanwil DJKN Sulseltrabar sebagai unit kerja yang mampu melampaui standar
akuntabilitas dan integritas dalam melayani masyarakat.
Menteri
PANRB Rini Widyantini dalam sambutannya menegaskan bahwa reformasi birokrasi
bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen nyata untuk mewujudkan
visi besar pemerintah. Mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto, Rini
menekankan bahwa birokrasi harus menjadi mesin penggerak pembangunan yang
efisien dan tidak menghambat kemajuan.
"Presiden
Prabowo Subianto sering mengingatkan bahwa birokrasi harus berorientasi pada
hasil dan benar-benar melayani rakyat. Transformasi digital dan pemangkasan
prosedur yang berbelit-belit adalah harga mati agar Indonesia bisa bersaing di
kancah global menuju Indonesia Emas 2045," tegas Rini.
Menurutnya,
birokrasi yang unggul adalah fondasi bagi tata kelola negara modern yang mampu
menopang kapasitas negara, meningkatkan kepercayaan publik, dan menjamin
keberlanjutan pembangunan.
Selain
memberikan apresiasi, Menteri Rini juga menitipkan lima pesan bagi instansi
yang menerima penghargaan, termasuk Kanwil DJKN Sulseltrabar, agar capaian ini
tidak berhenti pada seremonial belaka.
Pertama,
instansi penerima penghargaan diminta menjaga konsistensi kinerja dan
integritas. Predikat WBBM yang diraih harus menjadi motivasi untuk
mempertahankan praktik manajemen yang akuntabel dan transparan. Kedua,
penguatan orientasi hasil dan dampak menjadi krusial; kinerja harus dirasakan
langsung manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan
publik.
Ketiga, penerima penghargaan diharapkan menjadi role model dan agen perubahan bagi unit kerja atau instansi lainnya. "Jadilah rujukan praktik terbaik (best practices) agar virus integritas ini menyebar ke seluruh jajaran pemerintah," lanjut Rini.
Keempat,
Menteri PANRB mendorong perluasan replikasi dan inovasi. Inovasi yang telah
berhasil dijalankan di satu unit kerja harus bisa diadaptasi oleh unit lain
guna memberikan dampak yang lebih luas. Terakhir, seluruh capaian ini harus
menjadi instrumen nyata untuk memperkuat kontribusi terhadap tujuan nasional,
sejalan dengan sasaran pembangunan nasional yang telah ditetapkan.
Foto Terkait Berita