Transformasi Eks Lapas Bulukumba Menjadi Pusat Ekonomi Kreatif
Nanang Ansari
Jum'at, 23 Januari 2026 |
75 kali
Bulukumba
– Upaya optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) terus digencarkan guna
memberikan nilai tambah bagi kas negara maupun ekonomi kerakyatan. Hal ini
ditegaskan saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar) Wibawa Pram Sihombing melakukan
kunjungan kerja untuk meninjau pemanfaatan aset di Satuan Kerja (Satker)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bulukumba pada Kamis (22/1).
Dalam
peninjauan tersebut, Wibawa Pram didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan
Kekayaan Negara, Misail Palagia, serta Kepala KPKNL Makassar, Iwan Darma
Setiawan. Fokus utama kunjungan adalah melihat langsung objek BMN yang
sebelumnya idle dan kini telah bertransformasi menjadi area produktif
berupa cafe.
Di
lokasi, rombongan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Lapas Kelas II
Bulukumba, Ashari dan jajarannya, serta pihak penyewa lahan. Wibawa Pram
menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kolaborasi yang terjalin antara
instansi pemerintah dengan sektor swasta.
“Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Lapas Bulukumba serta
pihak penyewa. Ini adalah langkah konkret dalam optimalisasi aset negara. Lahan
yang sebelumnya mungkin kurang produktif, kini memberikan kontribusi nyata bagi
negara,” ujar Wibawa Pram di sela-sela peninjauan.
Optimalisasi
BMN dalam bentuk penyewaan lahan untuk cafe ini tidak hanya dipandang sebagai
upaya administratif semata, namun memiliki multiplier effect yang luas.
Secara fiskal, pemanfaatan ini berkontribusi langsung terhadap penerimaan
negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Selain
itu, eksistensi unit usaha di atas lahan BMN ini turut menyumbang pada
Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak restoran dan sektor terkait lainnya.
“Pemanfaatan
aset ini bukan sekadar mengejar angka PNBP. Lebih dari itu, ada dampak sosial
dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di sini kita melihat adanya penyerapan
tenaga kerja lokal dan pemberdayaan UMKM,” lanjutnya.
Kepala
KPKNL Makassar, Iwan Darma Setiawan, menambahkan bahwa skema kerja sama ini
merupakan percontohan bagaimana aset negara dapat dikelola secara profesional
dan akuntabel. Menurutnya, sinergi ini membuktikan bahwa BMN idle di lingkungan
satker apabila digali dengan baik, sangat mungkin memiliki potensi besar untuk
tetap memberikan manfaat baik bagi negara maupun masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi Satker lain di wilayah Sulawesi Selatan untuk lebih jeli dalam memetakan potensi aset yang dimiliki. Langkah Lapas Bulukumba dalam menggandeng pihak ketiga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat di wilayah setempat.
Pihak
penyewa pun menyatakan komitmennya untuk terus menjaga standar pengelolaan dan
berkontribusi positif dalam menjaga aset negara, penerimaan negara, maupun
pemberdayaan ekonomi. (na)
Foto Terkait Berita