Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Transformasi Eks Lapas Bulukumba Menjadi Pusat Ekonomi Kreatif

Transformasi Eks Lapas Bulukumba Menjadi Pusat Ekonomi Kreatif

Nanang Ansari
Jum'at, 23 Januari 2026 |   75 kali

Bulukumba – Upaya optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) terus digencarkan guna memberikan nilai tambah bagi kas negara maupun ekonomi kerakyatan. Hal ini ditegaskan saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar) Wibawa Pram Sihombing melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pemanfaatan aset di Satuan Kerja (Satker) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bulukumba pada Kamis (22/1).

 

Dalam peninjauan tersebut, Wibawa Pram didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Misail Palagia, serta Kepala KPKNL Makassar, Iwan Darma Setiawan. Fokus utama kunjungan adalah melihat langsung objek BMN yang sebelumnya idle dan kini telah bertransformasi menjadi area produktif berupa cafe.

 

Di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Lapas Kelas II Bulukumba, Ashari dan jajarannya, serta pihak penyewa lahan. Wibawa Pram menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kolaborasi yang terjalin antara instansi pemerintah dengan sektor swasta.

 

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Lapas Bulukumba serta pihak penyewa. Ini adalah langkah konkret dalam optimalisasi aset negara. Lahan yang sebelumnya mungkin kurang produktif, kini memberikan kontribusi nyata bagi negara,” ujar Wibawa Pram di sela-sela peninjauan.

 

Optimalisasi BMN dalam bentuk penyewaan lahan untuk cafe ini tidak hanya dipandang sebagai upaya administratif semata, namun memiliki multiplier effect yang luas. Secara fiskal, pemanfaatan ini berkontribusi langsung terhadap penerimaan negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

 

Selain itu, eksistensi unit usaha di atas lahan BMN ini turut menyumbang pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak restoran dan sektor terkait lainnya.

 

“Pemanfaatan aset ini bukan sekadar mengejar angka PNBP. Lebih dari itu, ada dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di sini kita melihat adanya penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan UMKM,” lanjutnya.

 

Kepala KPKNL Makassar, Iwan Darma Setiawan, menambahkan bahwa skema kerja sama ini merupakan percontohan bagaimana aset negara dapat dikelola secara profesional dan akuntabel. Menurutnya, sinergi ini membuktikan bahwa BMN idle di lingkungan satker apabila digali dengan baik, sangat mungkin memiliki potensi besar untuk tetap memberikan manfaat baik bagi negara maupun masyarakat.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi Satker lain di wilayah Sulawesi Selatan untuk lebih jeli dalam memetakan potensi aset yang dimiliki. Langkah Lapas Bulukumba dalam menggandeng pihak ketiga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat di wilayah setempat.

Pihak penyewa pun menyatakan komitmennya untuk terus menjaga standar pengelolaan dan berkontribusi positif dalam menjaga aset negara, penerimaan negara, maupun pemberdayaan ekonomi. (na)

Foto Terkait Berita

Floating Icon