Kemenkeu Mengajar 10 Hadir di Sekolah Rakyat, Pegawai Kemenkeu Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Nanang Ansari
Senin, 10 November 2025 |
89 kali
Makassar —
Sebanyak 17 sukarelawan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun langsung
ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar dalam rangka kegiatan Kemenkeu
Mengajar 10 yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Senin (10/11).
Kegiatan
yang mengusung semangat “Dari Kami, Untuk Negeri” ini bertujuan memperkenalkan
peran Kementerian Keuangan serta pentingnya pengelolaan keuangan negara kepada
para pelajar sejak usia dini. Para relawan mengajar berbagai topik seperti
fungsi Kemenkeu, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),
serta nilai-nilai integritas dan semangat melayani publik yang dipegang oleh
insan Kemenkeu.
Kepala
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan (Kemenkeu Satu
Sulsel), Wibawa Pram Sihombing, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor
Wilayah DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, turut hadir dan memberikan
apresiasi atas antusiasme para relawan serta pihak sekolah. Di hadapan relawan
dan para siswa dan guru serta perangkat SRMP 23 Makassar, Wibawa Pram
menegaskan bahwa kegiatan Kemenkeu Mengajar merupakan bentuk nyata
kontribusi insan Kemenkeu untuk membangun generasi yang melek finansial dan
berkarakter, dan menjadi sumber inspirasi untuk berkontribusi dalam membangun
bangsa.
“Kami
ingin anak-anak memahami bahwa uang negara bukan hanya angka, tetapi hasil
kerja keras masyarakat yang harus dikelola dengan tanggung jawab dan
integritas. Semangat ini yang kami tanamkan lewat Kemenkeu Mengajar,”
ujanya.
Senada
hal tersebut, kepada media yang hadir dalam giat ini, Sekretaris Kemenkeu Satu
Sulsel Ikhwan Mahmud menjelaskan, melalui kegiatan ini, para relawan berupaya menanamkan
pemahaman bahwa APBN hadir
di semua lini kehidupan masyarakat, termasuk dalam
penyelenggaraan pendidikan. Ia mencontohkan, Sekolah Rakyat tempat kegiatan
dilaksanakan merupakan salah satu bentuk nyata dari pemanfaatan dana APBN yang
dikelola oleh berbagai kementerian, seperti Kementerian Sosial.
“Triliunan
rupiah digelontorkan oleh pemerintah untuk membiayai program-program pendidikan
dan sosial, termasuk sekolah rakyat. Kami ingin anak-anak tahu bahwa fasilitas
yang mereka nikmati saat ini adalah hasil dari pengelolaan APBN yang
bertanggung jawab,” tambahnya
Sementara
itu, Kepala Sekolah SRMP 23 Makassar, Radiah menyambut baik inisiatif ini dan
berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin. Ia menilai bahwa
pemahaman mengenai keuangan negara dan tanggung jawab sosial sangat relevan
untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap bangsa.
“Kami
sangat senang karena menjadi salah satu sekolah kolaborator yang ditunjuk oleh
Kementerian Keuangan. Anak-anak kami mendapat kesempatan belajar langsung dari
para relawan Kemenkeu Mengajar,” ungkapnya.
Ia
juga menyampaikan apresiasinya terhadap program Sekolah Rakyat yang menurutnya
merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah terhadap anak-anak yang sebelumnya
tidak memiliki kesempatan bersekolah.
“Negara
hadir untuk mereka, agar anak-anak memiliki akses pendidikan yang bermutu dan
gratis. Sistemnya pun istimewa,” tuturnya.
Selain
sesi interaktif di kelas, kegiatan juga diisi dengan permainan edukatif tentang
APBN, simulasi pengelolaan anggaran sederhana, dan materi belajar dari
Kemenkeu.
Program Kemenkeu
Mengajar sendiri telah memasuki tahun ke-10 sejak pertama kali digelar pada
2016. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di ratusan sekolah di berbagai jenjang
pendidikan di seluruh Indonesia dengan melibatkan ribuan pegawai Kemenkeu
sebagai relawan pengajar.
Dengan
semangat kolaborasi dan pengabdian, para relawan berharap kehadiran mereka di
sekolah-sekolah dapat menginspirasi siswa untuk mengenal lebih dalam tentang
peran keuangan negara dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat. (na)
Foto Terkait Berita