DJKN Sulseltrabar Manfaatkan Aset Negara untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Nanang Ansari
Rabu, 29 Oktober 2025 |
109 kali
Makassar -
Pemerintah terus berinovasi memanfaatkan aset negara agar bisa memberi manfaat
langsung bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata datang dari Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
(Kanwil DJKN Sulseltrabar), yang kini mengoptimalkan Barang Milik Negara (BMN)
untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bagian dari
agenda besar Asta Cita Presiden.
Kepala
Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing, menjelaskan bahwa jajarannya
telah melakukan identifikasi aset-aset negara yang dapat digunakan sebagai Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yaitu dapur operasional bagi program MBG di
wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami
sudah memetakan BMN yang bisa dimanfaatkan untuk penyediaan dapur SPPG. Dari
282 aset yang diidentifikasi di Makassar, ada 96 lokasi yang berpotensi
digunakan, dan sejauh ini baru 6 yang sudah dimanfaatkan,” ungkap Wibawa Pram
dalam Konferensi Pers APBN Anging Mammiri di Gedung Keuangan Negara II
Makassar, Rabu (29/10).
Ia
menjelaskan, aset-aset itu berasal dari berbagai instansi dan telah memenuhi
kriteria seperti lokasi yang dekat sekolah, akses listrik, serta luas lahan
yang memadai. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi beberapa kendala teknis.
“Sebagian
aset berada di lokasi strategis di tengah kota, tapi di sekitar sana sudah
banyak dapur SPPG. Aturannya tidak boleh terlalu berdekatan. Di sisi lain,
kalau terlalu jauh, biaya logistiknya meningkat. Jadi kami harus menyesuaikan
agar tetap efisien,” tambahnya.
Wibawa Pram
menegaskan bahwa DJKN berkomitmen mendukung percepatan program nasional,
termasuk MBG, dengan cara yang kreatif dan bertanggung jawab. “Kalau mitra
pemerintah mau membangun dapur di aset swasta, itu boleh saja. Tapi kalau mau
di aset pemerintah, kita sudah siapkan datanya. BMN ini milik rakyat, jadi
sudah semestinya dimanfaatkan kembali untuk rakyat,” katanya.
Selain
untuk program gizi nasional, DJKN juga tengah mengelola proses restrukturisasi
BMN akibat perubahan struktur kementerian di tingkat pusat. Pemecahan dan
penggabungan beberapa kementerian membuat status kepemilikan aset perlu disesuaikan
kembali.
“Kami
sudah identifikasi kementerian yang terdampak perubahan struktur, seperti
Kementerian Hukum dan HAM yang terpecah menjadi beberapa entitas baru. Kami
pastikan asetnya tertata, SDM-nya dilatih, dan laporan keuangannya tidak
terganggu,” ujar Wibawa Pram.
Langkah
ini penting agar pelaporan keuangan pemerintah tetap akurat menjelang tutup
tahun anggaran. “Kami ingin memastikan tidak ada BMN yang ‘hilang di tengah
jalan’ karena peralihan kelembagaan,” tambahnya.
Selain
pengelolaan aset, Wibawa juga memaparkan capaian kinerja Kanwil DJKN Sulseltrabar
di bidang lelang dan piutang negara untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Hingga September 2025, total PNBP dari lelang mencapai sekitar Rp34 miliar,
dengan tambahan pendapatan ke daerah sebesar Rp9 miliar.
“Nilainya
mungkin tidak sebesar penerimaan pajak atau cukai, tapi ini kontribusi nyata
dari aset negara. Setiap lelang membantu memulihkan likuiditas perbankan,
terutama dari kredit macet,” jelasnya.
Dalam
bidang penilaian aset, DJKN juga berperan penting untuk menentukan nilai wajar
barang rampasan dan sitaan negara. “Kami menilai barang rampasan dari KPK dan
Kejaksaan sebelum dilelang, termasuk alat tambang ilegal yang disita aparat.
Jadi penilaian ini penting agar aset negara bisa kembali bernilai ekonomi,”
jelasnya.
Untuk pengurusan piutang negara, Kanwil DJKN Sulseltrabar mencatat progres yang masih terbatas secara nominal, namun berperan strategis dalam membantu lembaga pemerintah dan BUMN menertibkan piutang yang tertunggak. “Kami tetap lanjutkan pengurusan piutang negara agar aset yang macet bisa kembali produktif,” kata Wibawa Pram.
Menutup
paparannya, Wibawa kembali menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam
menjaga keberlanjutan penerimaan negara. Ia mengingatkan bahwa hampir seluruh
fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari berasal dari dana dan
aset negara. “Dari jalan, listrik, BBM, sampai gedung tempat kita berdiri,
semua dibangun dari pajak, cukai, dan hasil pengelolaan kekayaan negara. Jadi
kalau kita bicara pembangunan, ya sumbernya dari situ,” tegasnya. (na)
Foto Terkait Berita