Kinerja APBN Hingga Triwulan III 2025: Tetap Adaptif dan Kredibel, Defisit Terjaga di 1,56% PDB
Nanang Ansari
Kamis, 23 Oktober 2025 |
158 kali
Jakarta, 14/10/2025 Kemenkeu – Kinerja Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir triwulan ketiga 2025 tetap
adaptif dan kredibel dengan defisit yang terjaga pada 1,56?ri PDB serta
Keseimbangan Primer yang surplus Rp18 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi
Sadewa menjelaskan bahwa defisit anggaran tercatat sebesar Rp371,5 triliun atau
setara 1,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah outlook
tahun penuh sebesar 2,78 persen PDB.
"Ini menunjukkan APBN tetap adaptif dan
kredibel, menjaga kesimbangan antara dukungan terhadap pemulihan ekonomi dan
kesinambungan fiskal dalam jangka menengah," ujar Menkeu Purbaya dalam
Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta pada Selasa (14/10).
Ia memaparkan, total Pendapatan Negara hingga
akhir September 2025 tercatat sebesar Rp1.863,3 triliun, atau 65,0 persen dari
outlook yang ditetapkan. Meskipun telah mencapai lebih dari separuh target,
capaian ini secara nominal lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun
lalu.
Menurutnya, tekanan utama tersebut bersumber dari
penurunan harga komoditas global yang berdampak pada penerimaan perpajakan,
khususnya di sektor migas dan tambang. Penurunan harga komoditas seperti batu
bara dan sawit menyebabkan penerimaan PPh Badan dan PPN dalam negeri sedikit
tertahan. Meski demikian, sektor manufaktur dan jasa masih memberikan
kontribusi positif terhadap penerimaan.
Dari sisi Belanja Negara, realisasi mencapai
Rp2.234,8 triliun atau 63,4?ri outlook. Belanja pemerintah pusat tumbuh
tipis, sementara Transfer ke Daerah telah terealisasi Rp648,4 triliun atau 74,6
persen dari pagu.
"Efektivitas belanja didorong oleh
pelaksanaan program prioritas, bansos, dan belanja modal infrastruktur,"
jelas sang Bendahara Negara. (dm/al)