APBN Anging Mammiri: Fokus Layanan Publik dan Dukungan Kuat ke Daerah
Nanang Ansari
Senin, 29 September 2025 |
60 kali
Makassar –
Kementerian Keuangan Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (Kemenkeu Satu Sulsel)
kembali menggelar Konferensi Pers APBN Anging Mammiri edisi September 2025
secara daring, Senin (29/09). Kepala Perwakilan Kemeneu Satu Sulsel yang juga
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan,
Tenggara, dan Barat, Wibawa Pram Sihombing, menyampaikan perkembangan kinerja
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sulawesi Selatan
hingga akhir Agustus 2025.
Wibawa
Pram mengungkapkan bahwa pendapatan negara
telah tercapai Rp8,88 triliun atau 53,1 persen dari target tahunan.
Penerimaan ini masih didominasi sektor perpajakan, khususnya PPh dan PPN
sebesar Rp5,67 triliun. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mayoritas
berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) yang menyumbang Rp1,55 triliun. “Kinerja
penerimaan hingga Agustus menunjukkan capaian yang cukup solid, menandakan
perekonomian daerah tetap terjaga,” jelasnya.
Dari
sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai
Rp32,67 triliun atau 58,7 persen dari pagu anggaran.
Belanja pemerintah pusat masih didominasi belanja pegawai dan belanja barang,
yang mencerminkan fokus pemerintah dalam memperkuat layanan publik dan
mendukung aktivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Sementara
itu, transfer ke daerah telah disalurkan sebesar Rp20,96 triliun
atau 72,1 persen dari total pendapatan daerah (APBD). Wibawa Pram menegaskan, capaian ini menunjukkan kuatnya peran APBN dalam memberikan
dukungan fiskal pemerintah pusat kepada pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.
Pada
sisi pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)
telah mencapai Rp10,76 triliun, dengan dominasi sektor
pertanian dan perdagangan. Kabupaten Bone tercatat sebagai wilayah dengan
distribusi terbesar. Program ini diharapkan terus mendorong pemerataan akses
pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah.
Selain
itu, sejumlah program prioritas pemerintah juga terus
berjalan sesuai rencana. Hingga Agustus 2025, Program
Makan Bergizi Gratis telah menjangkau hampir 300 ribu penerima, 3.059 Koperasi
Merah Putih telah berdiri, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
(FLPP) mencapai 12.949 unit rumah senilai Rp1,62 triliun, subsidi bunga KUR
tersalurkan Rp967,68 miliar, dan penyaluran Tunjangan Profesi Guru sebesar Rp1,73
triliun. “Semua ini menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,” ujar Wibawa Pram.
Secara
keseluruhan, kinerja fiskal Sulawesi Selatan hingga
Agustus 2025 memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi,
baik melalui belanja pemerintah, transfer ke daerah, maupun penyaluran KUR.
Namun demikian, Wibawa Pram menekankan pentingnya upaya peningkatan kemandirian
fiskal daerah. “Ketergantungan yang masih tinggi pada dana pusat menjadi
catatan penting bagi kita semua untuk terus memperkuat basis pendapatan asli
daerah,” pungkasnya. (na)
Foto Terkait Berita