Belanja Negara di Sulsel Capai Rp28,3 Triliun, Fokus Penguatan Layanan Publik dan Program Prioritas
Nanang Ansari
Rabu, 27 Agustus 2025 |
195 kali
Makassar – Realisasi Belanja Negara di Provinsi Sulawesi
Selatan (Sulsel) hingga bulan Juli 2025 mencapai Rp28,3 triliun. Realisasi ini berasal
dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) Rp10,2 triliun atau 45,7 persen dari pagu Rp22,3
triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp18,1 triliun atau 55,01 persen dari pagu.
“Belanja Negara yang terealisasi
sampai bulan Juli 2025 mencapai Rp28,3 triliun. Belanja ini difokuskan pada
prioritas pembangunan nasional, termasuk program-program pemerintah, dan juga
penguatan layanan publik,” sebut Wibawa Pram Sihombing, Kepala Perwakilan
Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat dalam
Konferensi Pers APBN regional Sulawesi Selatan bertajuk Kinerja APBN Anging
Mammiri di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di
Maros pada Rabu (27/8).
Pada BPP, selain untuk Belanja
Pegawai Rp6,4 triliun, juga dibelanjakan Rp3,2 trilun berupa Belanja Modal untuk
pembangunan fisik atau infrastruktur untuk mendukung aktivitas masyarakat dan
bentuk aset negara lainnya, seperti jalan irigasi Gilireng Kiri, Wajo, jembatan
gantung Minasa Upa, infrastruktur perkeretaapian, dan sarana prasanara Gedung
Kampus UIN Alauddin.
Masih dalam Belanja Negara, juga terdapat
Belanja Barang Rp3,2 triliun untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi
pemerintah. Terakhir, belanja Bansos Rp63 miliar untuk Program Indonesia Pintar
(PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bansos ini telah diterima oleh 5 ribu
penerima manfaat di 11 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut, TKD sebesar Rp18,1
triliun di Sulawesi Selatan terealisasi 55,01 persen dari pagu Rp32,9 triliun. TKD
ini digunakan untuk pengembangan wisata, rehabilitasi ruang kelas, dan jaringan
irigasi, seperti yang ada di Kab. Maros, Kab. Sinjai, dan Kab. Wajo
APBN juga mendukung program-program
pemerintah yang berdampak langsung ke masyarakat. Sebanyak Rp1,7 triliun Tunjangan
Profesi Guru disalurkan kepada 71 ribu orang guru, serta Rp1,46 triliun untuk
program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjangkau 11.686
unit rumah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp9,36 triliun disalurkan kepada lebih
dari 160 ribu debitur. Program “Makan Bergizi Gratis” telah menyerap Rp147
miliar dengan penerima manfaat hampir 300 ribu orang.
Sementara itu, sektor Penerimaan Negara di Sulsel menunjukkan kinerja positif mencapai Rp7,6 triliun atau 44,8 persen dari target. Penerimaan Negara sebagian besar berasal dari penerimaan pajak Rp5,4 triliun, penerimaan dari Bea dan Cukai Rp200 miliar, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp2 triliun.
Kinerja fiskal Sulsel hingga Juli
2025 berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Belanja
pemerintah yang terarah dan penerimaan negara yang terus meningkat menjadi
pendorong utama. Namun, tingginya ketergantungan pada dana pusat, penting dilakukan
peningkatan kemandirian fiskal daerah di masa mendatang. (na)
Foto Terkait Berita