Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
JUANG UMKM KPKNL Parepare, Mendukung Pemasaran Produk UMKM Lokal

JUANG UMKM KPKNL Parepare, Mendukung Pemasaran Produk UMKM Lokal

Hendro Nugroho
Jum'at, 01 Oktober 2021 |   270 kali

Kepala Kantor Wilayah DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat Ekka S. Sukadana, pada Kamis (23/9) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare. Kunjungan Kerja dimaksud dalam rangka melakukan pembinaan dan pemberian arahan untuk pelaksanaan kegiatan Jum’at Lelang UMKM Jilid 3 (JUANG UMKM #3) KPKNL Parepare, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Wajo. Pada kunjungan tersebut, Ekka juga menyempatkan meninjau renovasi gedung baru kantor KPKNL Parepare.


Kakanwil DJKN Sulseltrabar juga turut memberikan sambutan secara langsung, dalam kegiatan JUANG UMKM #3 yang berlangsung pada Jum’at (24/9) di kantor BRI Cabang Sengkang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa setiap unit Eselon I di Kementerian Keuangan memiliki program-program unggulan untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Khususnya di DJKN, terdapat dua program unggulan yaitu Crash Program Keringanan Utang untuk membantu debitur-debitur dalam penyelesaian Piutang Negara, dan Program Kompetisi Inovasi (KEDAI) Lelang UMKM untuk membantu masyarakat pelaku UMKM untuk bisa lebih memperkenalkan dan memasarkan produknya melalui lelang. “Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk lebih memperkenalkan Lelang Indonesia sekaligus membantu memasarkan produk UMKM. Semoga kedepannya Lelang Indonesia dapat diminati banyak orang, harapan kami banyak produk-produk khas daerah yang dapat ditawarkan dalam komunitas lelang di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia,” ujar Ekka.


Secara bertahap Lelang Indonesia akan diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan KEDAI Lelang UMKM yang diselenggarakan oleh seluruh KPKNL di wilayah kerja Kanwil DJKN Sulseltrabar, harapannya melalui kegiatan tersebut dapat mengubah paradigma masyarakat tentang lelang. Kakanwil DJKN Sulseltrabar dalam kesempatan yang sama, juga  menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi Kab. Wajo dan BUMN dalam hal ini PT. BRI (Persero) Tbk, yang telah mendukung pelaksanaan JUANG UMKM #3, Ia juga secara simbolis memberikan apresiasi kepada seluruh KPKNL di lingkup Sulseltrabar yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan KEDAI Lelang di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.


Produk yang dilelang dalam kegiatan JUANG UMKM #3 adalah produk UMKM kerajinan khas Kabupaten Wajo. Dalam rangkaian kunjungan kerja dimaksud, Kakanwil DJKN Sulseltrabar beserta rombongan juga bertandang ke sentra UMKM setempat. UMKM yang dikunjungi adalah UMKM yang bergerak di Industri kerajinan tenun kain sutera. Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah penghasil kain sutera terbesar di Indonesia. Produk tenun sutera bukan mesin sudah menjadi bagian kebudayaan suku bugis di Sengkang. Rombongan disambut langsung oleh pemilik UMKM H. Baji B Melleng, yang merupakan pemilik Butik Kain Sutera ‘Losari Silk’, yang sangat populer di Kota Sengkang. Rombongan Kanwil DJKN Sulseltrabar berkesempatan melihat langsung proses industri tenun kain sutera di rumah produksi milik H. Baji yang berlokasi di Jl. A. Baso No. 4, Pasar Sampange, Sengkang.


Melalui tour singkat, H. Baji menjelaskan mengenai proses produksi kain sutera yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Karyawan yang sebagian besar adalah rumah tangga, merupakan penduduk setempat yang sudah memiliki keterampilan menenun sejak kecil, yang diwariskan secara turun temurun oleh orang tua mereka. Mereka menenun benang dengan teliti menjadi sebuah kain yang indah menggunakan peralatan pemintal tradisional, namun demikian total produksi kain sutera bisa mencapai 500 meter per bulan. Kain yang dihasilkan dari proses menenun tersebut memiliki beberapa jenis, mulai dari tenun ikat, tenun polos, dan variasi lainnya yang terdiri dari berbagai corak seperti sobbi, balorini, baliare, cobo, hingga motif yang menyerupai ukiran Toraja dan aksara Bugis.


H. Baji mengatakan, hasil produksi sutera sengkang tidak hanya dipakai masyarakat suku Bugis. Kain sutera Sengkang yang kaya motif tradisional diminati oleh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hingga mancanegara. Kain sutera hasil produksi Losari Silk dibanderol dengan harga mulai dari Rp40.000 hingga Rp200.000, tergantung motif dan kualitasnya. Tak hanya dijual dalam bentuk kain, tapi juga diolah menjadi aneka fashion yang dijual dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. (Teks/Foto: Bidang KIHI Kanwil DJKN Sulseltrabar)

Foto Terkait Berita

Floating Icon