Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang Sukarela Produk UMKM Wujud Partisipasi Kanwil DJKN Sulseltrabar dalam Program PEN

Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang Sukarela Produk UMKM Wujud Partisipasi Kanwil DJKN Sulseltrabar dalam Program PEN

Hendro Nugroho
Senin, 10 Mei 2021 |   245 kali

Makassar- Dalam rangka menindaklanjuti pelaksanaan Kegiatan Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang Sukarela Produk UMKM tahun 2021, Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat melaksanakan pembahasan proposal dan laporan yang disusun Tim KEDAI Lelang pada masing-masing KPKNL pada lingkup Kanwil DJKN Sulseltrabar pada Jumat (07/05) melalui media virtual. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Lelang, I Wayan Subadra, yang menyampaikan bahwa sudah terdapat proposal kedai lelang dari seluruh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) lingkup Kanwil DJKN Sulseltrabar yang selanjutnya akan dinilai oleh Tim Juri lingkup Kanwil DJKN Sulseltrabar.

Pembahasan proposal mendapatkan arahan dari Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar, Ekka S. Sukadana bahwa keikutsertaan Tim Kedai Lelang pada masing-masing KPKNL memberikan usaha yang maksimal, “keikutsertaan tidak hanya sekedar mengikuti kompetisi, namun untuk memahami lebih jauh serta untuk melakukan ekstensifikasi atau membuat segmen pasar baru dari produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada wilayah masing-masing,” jelas Ekka. Pelaksanaan kedai lelang merupakan bentuk keterlibatan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk keterlibatan Kantor Wilayah DJKN dan KPKNL. Lelang produk UMKM melalui kedai lelang berharap membuka wawasan lebih luas mengenai pemasaran produk UMKM dan membentuk koordinasi lebih luas tidak hanya dengan Pemerintah Daerah, instansi pemerintah, dan pelaku UMKM. Harapan akhirnya adalah DJKN menjadi lebih dikenal oleh masyarakat terutama melalui lelang.

Ekka juga berpesan seluruh peserta Tim Kedai Lelang untuk memahami sisi marketing kelompok UMKM termasuk bagaimana kita berkomunikasi dengan UMKM. Ekka menyampaikan bahwa dari 64 juta UMKM yang terdaftar di Kementerian Koperasi dan UMKM, dari jumlah tersebut kurang lebih 12 juta UMKM telah go digital, sedangkan 80% atau 52 juta UMKM masih belum digital dan operasional dan pemasarannya masih sederhana serta belum mengikuti pasar lintas daerah. Jumlah tersebut menjadi potensi untuk dikembangkan.

“Melalui Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang Sukarela Produk UMKM menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi lelang kepada pihak menengah ke bawah yang dilakukan melalui koordinasi dengan pihak koperasi sehingga terdapat manfaat lelang”, jelas Ekka. Potensi pembeli dari kota yang lain juga harus dimaksimalkan agar lelang lebih luas pemasarannya. Kedai lelang dilaksanakan dalam konteks yang serius dan mengektensifikasi jenis lelang baru serta untuk mendukung program PEN. Usaha ekstensifikasi tersebut cepat atau lambat akan terpublikasi sehingga seluruh peserta kompetisi diminta untuk melibatkan koran lokal daerah untuk mempublikasikan kegiatan kedai lelang ini secara maksimal.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh masing-masing Tim Kedai Lelang pada KPKNL lingkup Kanwil DJKN Sulseltrabar. Pemaparan pertama oleh KPKNL Kendari yang dibuka oleh Kepala KPKNL Kendari, Adi Suharna dan dilanjutkan Tim Kedai lelang yang menyampaikan objek produk UMKM yang akan dipasarkan adalah produk pertanian yaitu kacang mete, produk perternakan lebah madu, serta untuk mendukung pelaksanaan go green serta cinta lingkungan dengan pemasaran produk pengolahan daur ulang karet, dan untuk melestarikan kerajinan perak yang sudah menjadi khas Kendari dan telah terkenal menjadi kebanggaan Ratu Juliana dari Belanda. Teknik inovasi yang akan dilakukan oleh Tim adalah teknik publikasi melalui kanal publikasi instagram yang memuat keseluruhan informasi obyek lelang. Tim juga telah melakukan mitigasi risiko dengan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh tahapan lelang.

Pemaparan kedua oleh Tim Kedai Lelang KPKNL Makassar yang akan mengangkat produk khas dan menjadi icon Kota Makassar yaitu Batik Lontara Sulawesi Selatan, Produk Kuliner Coto Makassar Instan, dan Minyak Gosok Ruqyah Cap Anoa. Tim menyampaikan bahwa sebenarnya terdapat banyak produk UMKM namun dipilih tiga yang berada di Makassar. Untuk daerah lain seperti Maros dan Pangkep akan dilelang pada tahap selanjutnya. Tim menyampaikan bahwa selama ini pemasaran UMKM secara offline dan produksi marketingnya belum mengenal penjualan melalui lelang. Hal tersebut menjadi potensi yang tepat untuk memasarkan produk UMKM melalui lelang. Tim menyampaikan tujuannya untuk meningkatkan pemasaran produk-produk UMKM dengan penjualan melalui portal lelang Indonesia. Disamping itu sebagai bentuk edukasi kepada peserta lelang, telah dibantu pembuatan akun pada portal lelang Indonesia terlebih dahulu. Untuk memitigasi risiko lelang yang tidak laku dengan melakukan pendampingan mulai dari pembuatan akun sampai dengan lelang selesai, sosialisasi terkait prosedur, serta memastikan kesanggupan untuk mengikuti lelang. Tim berharap kegiatan kompetensi dapat meningkatkan produk unggulan UMKM, memberi manfaat sosial ekonomi, dan meningkatkan pemasukan PNBP secara maksimal.

Pada sesi selanjutnya, Tim Kedai Lelang KPKNL Mamuju menyampaikan program perencanaan melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamuju untuk melakukan sosialisasi kepada pelaku UMKM terkait adanya peluang pemasaran melalui program kedai lelang. Tim juga menyampaikan momen tersebut untuk mengenalkan produk pelaku UMKM pada level pemasaran nasional. Tim pada KPKNL Mamuju akan bekerja sama dengan pelaku UMKM yang akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama untuk mengikuti program kedai lelang. Barang yang akan dilelang adalah Kain Tenun Sekomandi khas Mamuju, Abon Ikan, dan Sambal Ikan Penja. Secara teknis permohonan lelang akan diajukan pelaku UMKM dan akan diberikan tutorial khusus dari KPKNL Mamuju untuk membantu dan mempermudah peserta lelang. Pada KPKNL Mamuju juga telah terdapat inovasi NOPAL (Notifikasi Pasca Lelang) yang akan membantu peserta lelang. Selanjutnya untuk memitigasi risiko Tim akan memberikan asistensi untuk membantu pelaksanaan lelang, Tim KPKNL Mamuju juga akan membuat perjanjian kerja sama tentang hak dan kewajiban untuk mengikuti lelang UMKM dengan pelaku UMKM.

Tim Kedai Lelang pada KPKNL Parepare menjadi pemapar berikutnya yang menyampaikan produk lelang merupakan produk UMKM di bawah binaan perwakilan PT BRI di wilayah kerja KPKNL Parepare. Gambarannya produk yang akan dilelang adalah produk pertanian, perkebunan, dan perikanan. Tim telah menyiapkan aplikasi untuk mempermudah pelaksanaan lelang UMKM. Kegiatan yang akan dilakukan Tim antara lain kegiatan pra lelang melalui penjadwalan khusus lelang UMKM di Kabupaten Pinrang, publikasi dan penyebaran informasi ke masyarakat secara masif melalui penyusunan katalog lelang, dan pendaftaran pemohon UMKM via aplikasi dan asistensi untuk pemohon yang mengalami kesulitan yang akan dibantu oleh komunitas UMKM. Pelaksanaan lelang UMKM akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan dan dilaksanakan di BRI wilayah KPKNL Parepare. Tim menyampaikan pengiriman juga dapat dilakukan secara Cash on Delivery (COD) atau melalui penyetoran terlebih dahulu.

Tim Kedai Lelang pada KPKNL Palopo menyampaikan obyek lelang yaitu Kain tenun Paruki asli Toraja. Hal tersebut mengingat Toraja selama ini terkenal akan pariwisatanya, dalam lelang ini tim telah menetapkan outcome yaitu tercapainya “Galeri Kain Nusantara”. Tim telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Telah terdapat dua UMKM yang bersedia ikut yaitu UMKM Tenun Pamiring dan Butik Etnik. Langkah yang dilakukan melakukan ekspose, harga bersaing, menggunakan segala saluran publikasi, menjangkau pembeli potensial yang belum terjangkau, dan membentuk customer service untuk mendengarkan konsumen dan asistensi peserta lelang baru.

Tanggapan oleh Tim Juri Kanwil DJKN Sulseltrabar melalui penyampaian teknis penilaian dan kelengkapan proposal. Kepala Bidang Lelang juga menyampaikan agar seluruh Tim Kedai Lelang melaksanakan Kedai lelang secara maksimal hal tersebut mengingat lelang sudah telah menjadi trade mark DJKN dan Kanwil DJKN Sulseltrabar. Tanggapan juga disampaikan Ekka bahwa lelang diharapkan bertransformasi dari lelang biasa menjadi lelang yang go digital. Beberapa hal teknis seperti pembungkusan obyek yang laku, cara publikasi dan pemasaran, serta mekanisme pembayaran COD menjadi pesan Ekka untuk diperhatikan oleh seluruh Tim. (Teks/Foto: Bidang KIHI Kanwil DJKN Sulseltrabar)

Foto Terkait Berita

Floating Icon