Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang Sukarela Produk UMKM Wujud Partisipasi Kanwil DJKN Sulseltrabar dalam Program PEN
Hendro Nugroho
Senin, 10 Mei 2021 |
245 kali
Makassar- Dalam rangka
menindaklanjuti pelaksanaan Kegiatan Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang
Sukarela Produk UMKM tahun 2021, Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan
Barat melaksanakan pembahasan proposal dan laporan yang disusun Tim KEDAI
Lelang pada masing-masing KPKNL pada lingkup Kanwil DJKN Sulseltrabar pada
Jumat (07/05) melalui media virtual. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Lelang,
I Wayan Subadra, yang menyampaikan bahwa sudah terdapat proposal kedai lelang
dari seluruh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) lingkup Kanwil
DJKN Sulseltrabar yang selanjutnya akan dinilai oleh Tim Juri lingkup Kanwil
DJKN Sulseltrabar.
Pembahasan proposal mendapatkan
arahan dari Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar, Ekka S. Sukadana bahwa
keikutsertaan Tim Kedai Lelang pada masing-masing KPKNL memberikan usaha yang
maksimal, “keikutsertaan tidak hanya sekedar mengikuti kompetisi, namun untuk
memahami lebih jauh serta untuk melakukan ekstensifikasi atau membuat segmen
pasar baru dari produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada
wilayah masing-masing,” jelas Ekka. Pelaksanaan kedai lelang merupakan bentuk
keterlibatan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dalam program Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN), termasuk keterlibatan Kantor Wilayah DJKN dan KPKNL.
Lelang produk UMKM melalui kedai lelang berharap membuka wawasan lebih luas
mengenai pemasaran produk UMKM dan membentuk koordinasi lebih luas tidak hanya
dengan Pemerintah Daerah, instansi pemerintah, dan pelaku UMKM. Harapan
akhirnya adalah DJKN menjadi lebih dikenal oleh masyarakat terutama melalui
lelang.
Ekka juga berpesan seluruh
peserta Tim Kedai Lelang untuk memahami sisi marketing kelompok UMKM termasuk
bagaimana kita berkomunikasi dengan UMKM. Ekka menyampaikan bahwa dari 64 juta
UMKM yang terdaftar di Kementerian Koperasi dan UMKM, dari jumlah tersebut
kurang lebih 12 juta UMKM telah go digital, sedangkan 80% atau 52 juta UMKM
masih belum digital dan operasional dan pemasarannya masih sederhana serta
belum mengikuti pasar lintas daerah. Jumlah tersebut menjadi potensi untuk
dikembangkan.
“Melalui Kompetisi dan Inovasi
(KEDAI) Lelang Sukarela Produk UMKM menjadi kesempatan untuk mengenalkan
potensi lelang kepada pihak menengah ke bawah yang dilakukan melalui koordinasi
dengan pihak koperasi sehingga terdapat manfaat lelang”, jelas Ekka. Potensi
pembeli dari kota yang lain juga harus dimaksimalkan agar lelang lebih luas
pemasarannya. Kedai lelang dilaksanakan dalam konteks yang serius dan
mengektensifikasi jenis lelang baru serta untuk mendukung program PEN. Usaha
ekstensifikasi tersebut cepat atau lambat akan terpublikasi sehingga seluruh
peserta kompetisi diminta untuk melibatkan koran lokal daerah untuk
mempublikasikan kegiatan kedai lelang ini secara maksimal.
Kegiatan dilanjutkan dengan
pemaparan oleh masing-masing Tim Kedai Lelang pada KPKNL lingkup Kanwil DJKN
Sulseltrabar. Pemaparan pertama oleh KPKNL Kendari yang dibuka oleh Kepala
KPKNL Kendari, Adi Suharna dan dilanjutkan Tim Kedai lelang yang menyampaikan
objek produk UMKM yang akan dipasarkan adalah produk pertanian yaitu kacang
mete, produk perternakan lebah madu, serta untuk mendukung pelaksanaan go green
serta cinta lingkungan dengan pemasaran produk pengolahan daur ulang karet, dan
untuk melestarikan kerajinan perak yang sudah menjadi khas Kendari dan telah
terkenal menjadi kebanggaan Ratu Juliana dari Belanda. Teknik inovasi yang akan
dilakukan oleh Tim adalah teknik publikasi melalui kanal publikasi instagram
yang memuat keseluruhan informasi obyek lelang. Tim juga telah melakukan
mitigasi risiko dengan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh tahapan
lelang.
Pemaparan kedua oleh Tim Kedai
Lelang KPKNL Makassar yang akan mengangkat produk khas dan menjadi icon Kota
Makassar yaitu Batik Lontara Sulawesi Selatan, Produk Kuliner Coto Makassar
Instan, dan Minyak Gosok Ruqyah Cap Anoa. Tim menyampaikan bahwa sebenarnya
terdapat banyak produk UMKM namun dipilih tiga yang berada di Makassar. Untuk
daerah lain seperti Maros dan Pangkep akan dilelang pada tahap selanjutnya. Tim
menyampaikan bahwa selama ini pemasaran UMKM secara offline dan produksi
marketingnya belum mengenal penjualan melalui lelang. Hal tersebut menjadi
potensi yang tepat untuk memasarkan produk UMKM melalui lelang. Tim
menyampaikan tujuannya untuk meningkatkan pemasaran produk-produk UMKM dengan
penjualan melalui portal lelang Indonesia. Disamping itu sebagai bentuk edukasi
kepada peserta lelang, telah dibantu pembuatan akun pada portal lelang
Indonesia terlebih dahulu. Untuk memitigasi risiko lelang yang tidak laku
dengan melakukan pendampingan mulai dari pembuatan akun sampai dengan lelang
selesai, sosialisasi terkait prosedur, serta memastikan kesanggupan untuk
mengikuti lelang. Tim berharap kegiatan kompetensi dapat meningkatkan produk
unggulan UMKM, memberi manfaat sosial ekonomi, dan meningkatkan pemasukan PNBP
secara maksimal.
Pada sesi selanjutnya, Tim Kedai
Lelang KPKNL Mamuju menyampaikan program perencanaan melalui kerja sama dengan
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mamuju untuk melakukan sosialisasi kepada
pelaku UMKM terkait adanya peluang pemasaran melalui program kedai lelang. Tim
juga menyampaikan momen tersebut untuk mengenalkan produk pelaku UMKM pada
level pemasaran nasional. Tim pada KPKNL Mamuju akan bekerja sama dengan pelaku
UMKM yang akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama untuk mengikuti program
kedai lelang. Barang yang akan dilelang adalah Kain Tenun Sekomandi khas
Mamuju, Abon Ikan, dan Sambal Ikan Penja. Secara teknis permohonan lelang akan
diajukan pelaku UMKM dan akan diberikan tutorial khusus dari KPKNL Mamuju untuk
membantu dan mempermudah peserta lelang. Pada KPKNL Mamuju juga telah terdapat
inovasi NOPAL (Notifikasi Pasca Lelang) yang akan membantu peserta lelang.
Selanjutnya untuk memitigasi risiko Tim akan memberikan asistensi untuk
membantu pelaksanaan lelang, Tim KPKNL Mamuju juga akan membuat perjanjian
kerja sama tentang hak dan kewajiban untuk mengikuti lelang UMKM dengan pelaku
UMKM.
Tim Kedai Lelang pada KPKNL
Parepare menjadi pemapar berikutnya yang menyampaikan produk lelang merupakan
produk UMKM di bawah binaan perwakilan PT BRI di wilayah kerja KPKNL Parepare.
Gambarannya produk yang akan dilelang adalah produk pertanian, perkebunan, dan
perikanan. Tim telah menyiapkan aplikasi untuk mempermudah pelaksanaan lelang
UMKM. Kegiatan yang akan dilakukan Tim antara lain kegiatan pra lelang melalui
penjadwalan khusus lelang UMKM di Kabupaten Pinrang, publikasi dan penyebaran
informasi ke masyarakat secara masif melalui penyusunan katalog lelang, dan
pendaftaran pemohon UMKM via aplikasi dan asistensi untuk pemohon yang
mengalami kesulitan yang akan dibantu oleh komunitas UMKM. Pelaksanaan lelang
UMKM akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan dan dilaksanakan di BRI
wilayah KPKNL Parepare. Tim menyampaikan pengiriman juga dapat dilakukan secara
Cash on Delivery (COD) atau melalui penyetoran terlebih dahulu.
Tim Kedai Lelang pada KPKNL Palopo
menyampaikan obyek lelang yaitu Kain tenun Paruki asli Toraja. Hal tersebut
mengingat Toraja selama ini terkenal akan pariwisatanya, dalam lelang ini tim
telah menetapkan outcome yaitu tercapainya “Galeri Kain Nusantara”. Tim telah
berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kabupaten Tana
Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Telah terdapat dua UMKM yang bersedia ikut
yaitu UMKM Tenun Pamiring dan Butik Etnik. Langkah yang dilakukan melakukan
ekspose, harga bersaing, menggunakan segala saluran publikasi, menjangkau
pembeli potensial yang belum terjangkau, dan membentuk customer service untuk
mendengarkan konsumen dan asistensi peserta lelang baru.
Tanggapan oleh Tim Juri Kanwil DJKN Sulseltrabar
melalui penyampaian teknis penilaian dan kelengkapan proposal. Kepala Bidang
Lelang juga menyampaikan agar seluruh Tim Kedai Lelang melaksanakan Kedai
lelang secara maksimal hal tersebut mengingat lelang sudah telah menjadi trade
mark DJKN dan Kanwil DJKN Sulseltrabar. Tanggapan juga disampaikan Ekka bahwa
lelang diharapkan bertransformasi dari lelang biasa menjadi lelang yang go
digital. Beberapa hal teknis seperti pembungkusan obyek yang laku, cara
publikasi dan pemasaran, serta mekanisme pembayaran COD menjadi pesan Ekka
untuk diperhatikan oleh seluruh Tim. (Teks/Foto: Bidang KIHI Kanwil DJKN
Sulseltrabar)
Foto Terkait Berita