Rumah Sakit, Sekolah dan Ekonomi: Koneksi yang Sering Terlupakan
Bertua
Selasa, 03 Juni 2025 |
718 kali
Berbicara mengenai ekonomi, tentu yang terlintas di kepala kita adalah tentang uang. Bagaimana seseorang ataupun suatu perusahaan melakukan aktivitas produksi, melakukan transaksi jual beli untuk memperoleh dan memutar kembali keuntungan yang diperoleh. Namun ada satu hal menarik yang patut kita amati. aktivitas yang bisa dikatakan “bukan bisnis” namun memliki nilai ekonomi yang dapat diperhitungkan.
Di Makassar, sektor kesehatan dan pendidikan dapat dikategorikan sebagai jasa sosial. Tetapi jangan salah, kedua sektor ini memiliki kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kota ini. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah atau lebih sederhananya nilai total seluruh aktivitas ekonomi di wilayah tertentu. Melalui hasil analisa ekonomi regional, jasa kesehatan dan jasa pendidikan dapat dikatakan sebagai komoditas unggulan penunjang aktivitas ekonomi di Kota Makassar.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial pada tahun 2024 (dalam publikasi Badan Pusat Statistik Kota Makassar) mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 13,79% dibandingkan tahun 2023. Hal ini banyak dipengaruhi beberapa fenomena terkait antara lain peresmian Rumah Sakit Kemenkes Makassar sebagai pusat layanan kesehatan Kawasan Timur Indonesia yang meningkatkan akses Kesehatan masyarakat. Ditambah lagi berbagai fasilitas Kesehatan seperti Rumah Sakit Primaya dan Rumah Sakit Mata JEC Orbita yang membangun fasilitas Kesehatan baru di lokasi yang lebih startegis juga turut berdampak pada layanan Kesehatan masyarakat. Berbagai program sosial juga dilaksanakan antara lain sunat masal gratis, pasar murah, Makassar Great Sale 2024 yang turut menjadi indikator meningkatnya perkembangan sektor jasa kesehatan.

Jasa Pendidikan pada tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar 7,41% dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini turut didukung dari berbagai upaya dari Dinas Pendidikan Kota Makassar yang fokus pada Pendidikan inklusif untuk memastikan bahwa setiap anak di Kota Makassar berhak memperoleh Pendidikan yang setara. Dinas Pendidikan Kota Makassar juga mengembangkan program ekstrakurikuler untuk membentuk karakter siswa yang diantaranya meliputi Festival Pendidikan degan tujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis akademik namun juga mendukung pengembangan kepribadian siswa. Pada jenjang Perguruan Tinggi, Pemerintah Kota Makassar dan juga berbagai pihak swasta pada beberapa kesempatan memberikan beasiswa bagi mahasiswa dengan kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendukung aktivitas pembelajaran serta penyelesaian studi. Hal ini tentu dapat meningkatkan pemerataan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Makassar.

Kembali lagi, Sektor Jasa Kesehatan dan
Pendidikan merupakan sektor unggulan yang ada di Kota Makassar. Setidaknya hal
itulah yang dapat kita dari data PDRB Kota Makassar atas dasar harga berlaku
menurut lapangan usaha pada tahun 2024. Melalui pendekatan analisa Locational
Quotient (LQ) kita akan melihat bagaimana sektor Kesehatan dan
sektor Pendidikan menjadi sektor unggulan dengan basis data analisa adalah PDRB
Kota Makassar dan Produk Domestik Bruto Nasional pada tahun 2024.
Locational Quotient (yang selanjutnya disebut LQ) adalah suatu alat anilisa praktis yang banyak digunakan oleh pemerhati atau peneliti ekonomi regional maupun pakar perencanaan wilayah untuk menentukan produk unggulan pada suatu daerah. Menurut Jef Rudianto Saragih (2018), “Motode Location Quotient (LQ) adalah suatu indeks yang membandingkan pangsa suatu wilayah untuk suatu aktivitas tertentu dengan pangsa suatu wilayah untuk fenomena agregat. LQ dapat digunakan untuk mengetahui konsentrasi dan/atau penyebaran aktivitas produksi di suatu wilayah”. Lebih lanjut menurut Stimson (2006) menyatakan bahwa Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengukur perbandingan produktivitas suatu daerah pada sektor komoditi tertentu terhadap produktivitas sektor yang sama dalam lingkup wilayah yang lebih luas. Dalam praktiknya, Analisa LQ menggunakan nilai indeks dengan formula:

Dengan interpretasi:
Mari kita coba gunakan formula diatas untuk melihat sektor unggulan yang ada di Makassar, dan hasilnya tersaji sebagaimana table berikut:

Dari data nilai LQ diketahui bahwa sektor Kesehatan dan Pendidikan di Makassar menduduki 2 (dua) posisi teratas dan menjadi sektor unggulan (sektor basis) terhadap PDB Indonesia di tahun 2024. Artinya kedua sektor tersebut dapat memenuhi kebutuhan di daerah itu sendiri sekaligus dapat melakukan ekspor untuk memenuhi kebutuhan di sektor yang sama pada daerah lain terutama daerah tetangga. Hal tersebut tentu dapat kita lihat bahwa Makassar menjadi salah satu rujukan utama untuk fasilitas kesehatan terutama untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan bahkan mencakup wilayah Indonesia Timur. Di sektor Pendidikan, banyak pelajar maupun mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah berbondong-bondong untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi di Kota Makassar.
Dengan masifnya geliat aktivitas di
sektor Kesehatan dan Pendidikan tentu memberikan multi effect yang dapat
menunjang kegiatan perekonomian. Sebagai contohnya di sektor Kesehatan, dapat
dilihat bahwa dengan adanya aktivitas Kesehatan maka akan membuka lapangan
kerja berupa kebutuhan tenaga medis, kebutuhan akan kesediaan alat-alat medis
hingga jasa pengolahan limbah medis. Diluar aktivitas medis tentu dapat dilihat
dengan Makassar yang menjadi rujukan utama layanan Kesehatan di wilayah Timur
Indonesia maka banyak pasien yang datang dari berbagai daerah sehingga
meningkatkan tingkat hunian hotel, kamar kost, usaha rumah makandan bahkan driver
ojek yang juga akan turut merasakan dampak dari adanya aktivitas Kesehatan di
Kota Makassar.
Di sektor Pendidikan, dengan adanya
aktivitas pendidikan tentu juga akan membutuhkan tenaga pengajar dan penyediaan
alat dukung atau alat peraga pendidikan. Diluar aktivitas belajar mengajar,
dengan banyaknya pelajar atau mahasiswa dari luar daerah akan meningkatkan
hunian kamar kost, meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar institusi
Pendidikan seperti penyediaan alat tulis, tempat makan, hingga laundry yang
semuanya merupakan aktivitas ekonomi penopang. Selain itu juga tersedianya
fasilitas penunjang Pendidikan seperti tempat bimbingan belajar secara nyata
memberikan dampak ekonomi pada sektor Pendidikan. Hasil akhir dari proses pendidikan
tentu adalah Sumber Daya Manusia unggul yang nantinya dapat pula menjadi pilar
utama dalam pembangunan ekonomi.
Melalui data dan fakta empiris yang tersaji diatas, sudah selayaknya bahwa kita harus menyadari akan pentingnya sektor kesehatan dan pendidikan yang tidak hanya sebagai fasilitas sosial namun juga sebagai kontributor ekonomi. Dalam rangka membangun Kota Makassar sebagai kota yang tangguh dan inklusif, sektor kesehatan dan pendidikan dapat dipandang tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan sosial tetapi juga sebagai strategi pertumbuhan ekonomi.
Daftar Pustaka:
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |