Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
Rumah Sakit, Sekolah dan Ekonomi: Koneksi yang Sering Terlupakan

Rumah Sakit, Sekolah dan Ekonomi: Koneksi yang Sering Terlupakan

Bertua
Selasa, 03 Juni 2025 |   718 kali

Berbicara mengenai ekonomi, tentu yang terlintas di kepala kita adalah tentang uang. Bagaimana seseorang ataupun suatu perusahaan melakukan aktivitas produksi, melakukan transaksi jual beli untuk memperoleh dan memutar kembali keuntungan yang diperoleh. Namun ada satu hal menarik yang patut kita amati. aktivitas yang bisa dikatakan “bukan bisnis” namun memliki nilai ekonomi yang dapat diperhitungkan.

Di Makassar,  sektor kesehatan dan pendidikan dapat dikategorikan sebagai jasa sosial. Tetapi jangan salah, kedua sektor ini memiliki kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kota ini. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah atau lebih sederhananya nilai total seluruh aktivitas ekonomi di wilayah tertentu. Melalui hasil analisa ekonomi regional, jasa kesehatan dan jasa pendidikan dapat dikatakan sebagai komoditas unggulan penunjang aktivitas ekonomi di Kota Makassar.


Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial pada tahun 2024 (dalam publikasi Badan Pusat Statistik Kota Makassar) mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 13,79% dibandingkan tahun 2023. Hal ini banyak dipengaruhi beberapa fenomena terkait antara lain peresmian Rumah Sakit Kemenkes Makassar sebagai pusat layanan kesehatan Kawasan Timur Indonesia yang meningkatkan akses Kesehatan masyarakat. Ditambah lagi berbagai fasilitas Kesehatan seperti Rumah Sakit Primaya dan Rumah Sakit Mata JEC Orbita yang membangun fasilitas Kesehatan baru di lokasi yang lebih startegis juga turut berdampak pada layanan Kesehatan masyarakat. Berbagai program sosial juga dilaksanakan antara lain sunat masal gratis, pasar murah, Makassar Great Sale 2024 yang turut menjadi indikator meningkatnya perkembangan sektor jasa kesehatan.


Jasa Pendidikan pada tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar 7,41% dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini turut didukung dari berbagai upaya dari Dinas Pendidikan Kota Makassar yang fokus pada Pendidikan inklusif untuk memastikan bahwa setiap anak di Kota Makassar berhak memperoleh Pendidikan yang setara. Dinas Pendidikan Kota Makassar juga mengembangkan program ekstrakurikuler untuk membentuk karakter siswa yang diantaranya meliputi Festival Pendidikan degan tujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis akademik namun juga mendukung pengembangan kepribadian siswa. Pada jenjang Perguruan Tinggi, Pemerintah Kota Makassar dan juga berbagai pihak swasta pada beberapa kesempatan memberikan beasiswa bagi mahasiswa dengan kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendukung aktivitas pembelajaran serta penyelesaian studi. Hal ini tentu dapat meningkatkan pemerataan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Makassar.


Kembali lagi, Sektor Jasa Kesehatan dan Pendidikan merupakan sektor unggulan yang ada di Kota Makassar. Setidaknya hal itulah yang dapat kita dari data PDRB Kota Makassar atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha pada tahun 2024. Melalui pendekatan analisa Locational Quotient (LQ) kita akan melihat bagaimana sektor Kesehatan dan sektor Pendidikan menjadi sektor unggulan dengan basis data analisa adalah PDRB Kota Makassar dan Produk Domestik Bruto Nasional pada tahun 2024.

Locational Quotient (yang selanjutnya disebut LQ) adalah suatu alat anilisa praktis yang banyak digunakan oleh pemerhati atau peneliti ekonomi regional maupun pakar perencanaan wilayah untuk menentukan produk unggulan pada suatu daerah. Menurut Jef Rudianto Saragih (2018), “Motode Location Quotient (LQ) adalah suatu indeks yang membandingkan pangsa suatu wilayah untuk suatu aktivitas tertentu dengan pangsa suatu wilayah untuk fenomena agregat. LQ dapat digunakan untuk mengetahui konsentrasi dan/atau penyebaran aktivitas produksi di suatu wilayah”. Lebih lanjut menurut Stimson (2006) menyatakan bahwa Location Quotient (LQ) digunakan untuk mengukur perbandingan produktivitas suatu daerah pada sektor komoditi tertentu terhadap produktivitas sektor yang sama dalam lingkup wilayah yang lebih luas. Dalam praktiknya, Analisa LQ menggunakan nilai indeks dengan formula:


Dengan interpretasi:

  • Jika Nilai LQ > 1 maka komoditas tersebut memiliki keunggulan dibanding wilayah dalam lingkup yang lebih luas. Hal ini mengindikasikan bahwa komoditas tersebut merupakan produk unggulan dari suatu daerah tertentu dan merupakan sektor basis dari daerah tersebut.
  • Jika Nilai LQ < 1 maka komoditas tersebut bukan merupakan komoditas unggulan pada suatu daerah tertentu dan merupakan sektor non basis dari daerah tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa komoditas tersebut bukan merupakan komoditas unggulan pada daerah tersebut. (Saragih, 2018)

Mari kita coba gunakan formula diatas untuk melihat sektor unggulan yang ada di Makassar, dan hasilnya tersaji sebagaimana table berikut:


Dari data nilai LQ diketahui bahwa sektor Kesehatan dan Pendidikan di Makassar menduduki 2 (dua) posisi teratas dan menjadi sektor unggulan (sektor basis) terhadap PDB Indonesia di tahun 2024. Artinya kedua sektor tersebut dapat memenuhi kebutuhan di daerah itu sendiri sekaligus dapat melakukan ekspor untuk memenuhi kebutuhan di sektor yang sama pada daerah lain terutama daerah tetangga. Hal tersebut tentu dapat kita lihat bahwa Makassar menjadi salah satu rujukan utama untuk fasilitas kesehatan terutama untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan bahkan mencakup wilayah Indonesia Timur. Di sektor Pendidikan, banyak pelajar maupun mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah berbondong-bondong untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi di Kota Makassar.

Dengan masifnya geliat aktivitas di sektor Kesehatan dan Pendidikan tentu memberikan multi effect yang dapat menunjang kegiatan perekonomian. Sebagai contohnya di sektor Kesehatan, dapat dilihat bahwa dengan adanya aktivitas Kesehatan maka akan membuka lapangan kerja berupa kebutuhan tenaga medis, kebutuhan akan kesediaan alat-alat medis hingga jasa pengolahan limbah medis. Diluar aktivitas medis tentu dapat dilihat dengan Makassar yang menjadi rujukan utama layanan Kesehatan di wilayah Timur Indonesia maka banyak pasien yang datang dari berbagai daerah sehingga meningkatkan tingkat hunian hotel, kamar kost, usaha rumah makandan bahkan driver ojek yang juga akan turut merasakan dampak dari adanya aktivitas Kesehatan di Kota Makassar.

Di sektor Pendidikan, dengan adanya aktivitas pendidikan tentu juga akan membutuhkan tenaga pengajar dan penyediaan alat dukung atau alat peraga pendidikan. Diluar aktivitas belajar mengajar, dengan banyaknya pelajar atau mahasiswa dari luar daerah akan meningkatkan hunian kamar kost, meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar institusi Pendidikan seperti penyediaan alat tulis, tempat makan, hingga laundry yang semuanya merupakan aktivitas ekonomi penopang. Selain itu juga tersedianya fasilitas penunjang Pendidikan seperti tempat bimbingan belajar secara nyata memberikan dampak ekonomi pada sektor Pendidikan. Hasil akhir dari proses pendidikan tentu adalah Sumber Daya Manusia unggul yang nantinya dapat pula menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi.

Melalui data dan fakta empiris yang tersaji diatas, sudah selayaknya bahwa kita harus menyadari akan pentingnya sektor kesehatan dan pendidikan yang tidak hanya sebagai fasilitas sosial namun juga sebagai kontributor ekonomi. Dalam rangka membangun Kota Makassar sebagai kota yang tangguh dan inklusif, sektor kesehatan dan pendidikan dapat dipandang tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan sosial tetapi juga sebagai strategi pertumbuhan ekonomi.

 Daftar Pustaka:

Saragih, J.R. (2018). Perencanaan Wilayah dan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian: Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.
Muljarijadi, B. (2019). Ekonomi Perkotaan dan Transportasi.Penerbitan Universitas Terbuka.
Humas Kominfo Makassar. (2024, 12 November).Kadisdik Makassar Bahas Pendidikan Inklusif di Rakor Evaluasi Kebijakan Nasional. https://makassarkota.go.id/2024/11/kadisdik-makassar-bahas-pendidikan-inklusif-di-rakor-evaluasi-kebijakan-nasional/
Badan Pusat Statistik. (2025). Produk Domestik Regional Bruto Kota Makassar Menurut Lapangan Usaha 2020-2024 Volume 11 (Katalog BPS: 9302008.7371)Makassar: BPS Kota Makassar
Badan Pusat Statistik. (2025). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 (Berita Resmi Statistik No. 17/02/Th.XXVII). Jakarta: Badan Pusat Statistik
Penulis: Mohammad Riza Fadhilah
Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon