Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu
Siaran Pers: Pajak Dalam Negeri Lampung Tumbuh 21,77 Persen, Ekonomi Daerah Tetap Kuat

Siaran Pers: Pajak Dalam Negeri Lampung Tumbuh 21,77 Persen, Ekonomi Daerah Tetap Kuat

Rezha Dwi Ariwibowo
Rabu, 13 Mei 2026 |   13 kali

BANDAR LAMPUNG — Hingga akhir Triwulan I Tahun 2026, kondisi ekonomi dan fiskal Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang resilien di tengah dinamika ekonomi global.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Purwadhi Adhiputranto, menyampaikan bahwa APBN terus hadir sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kinerja perdagangan luar negeri Lampung tetap positif dengan surplus neraca perdagangan Januari–Maret 2026 mencapai US$1,064 miliar. Kondisi ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal Lampung di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi fiskal, Pendapatan Negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp2,524 triliun. Pertumbuhan Pajak Dalam Negeri yang mencapai 21,77 persen (yoy) menjadi penopang utama penerimaan negara, didukung oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap tumbuh.

Kantor Wilayah DJKN Lampung Dan Bengkulu melalui 2 (dua) Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang Bandar Lampung dan Metro memberikan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak s.d. Maret 2026 sebesar Rp 7,59 Milyar, dengan kontribusi terbesar berasal dari PNBP Lelang sebesar Rp. 4,98 Milyar kemudian PNBP BMN sebesar Rp. 2,57 Milyar dan PNBP Pengurusan Piutang Negara sebesar Rp. 30 juta.

Pada sisi belanja, realisasi Belanja Negara mencapai Rp7,701 triliun dengan akselerasi Belanja Kementerian/Lembaga sebesar 29,79 persen (yoy). Kebijakan fiskal ekspansif terus dioptimalkan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Inflasi Lampung pada Maret 2026 juga tetap terkendali di level 1,16 persen (yoy), mencerminkan stabilitas harga yang tetap terjaga.

Sementara itu, sektor industri pengolahan menunjukkan kinerja yang positif seiring meningkatnya aktivitas produksi dan investasi barang modal. PMI Manufaktur yang berada pada zona ekspansi turut memperlihatkan optimisme dunia usaha terhadap prospek ekonomi Lampung.

Pada sektor perkebunan, komoditas kakao masih memiliki peluang besar untuk diperkuat melalui program peremajaan tanaman, peningkatan kualitas pasca-panen, serta penguatan sinergi antara pemerintah, petani, dan off-taker guna meningkatkan daya saing di pasar global.

Dengan berbagai indikator ekonomi yang tetap solid, Provinsi Lampung optimis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.

Floating Icon