FGD Q2 2022: Work From Anywhere (WFA), Sistem dan Budaya Kerja Baru Kemenkeu
Hanifah Muslimah
Rabu, 15 Juni 2022 |
1698 kali
Pada Jumat (10/6) dan Senin (13/6), para pejabat
administrator di lingkungan Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu melaksanakan Focus
Group Discussion (FGD) Triwulan II Tahun 2022 yang mengangkat dua topik utama
yaitu: Cara Kerja Normal Baru: Work From Anywhere (WFA) dan Sistem dan Budaya Kerja Normal Baru Kemenkeu.
Cara Kerja Normal Baru: Work From Anywhere
(WFA)
Mengenai sistem kerja baru, berdasarkan arahan
Presiden Joko Widodo, perlu dilakukan uji coba penerapan WFA. Hasil tersebut
kemudian perlu dievaluasi setiap tiga bulan dan selanjutnya diputuskan apakah sistem
kerja tersebut layak dilanjutkan dan diperluas. Terdapat kemungkinan bahwa WFA
akan aktif diberlakukan di Kementerian Keuangan, mengingat selama pelaksanaan Work
From Home di masa pandemi covid-19, kinerja tetap terjaga. Selain
itu terdapat lesson learned selama WFH yaitu: Akan tetapi, terdapat
beberapa tantangan dalam pemberlakuan WFA antara lain adanya ketimpangan beban
kerja, infrastruktur WFH yang belum merata serta isu security.
Penerapan WFA di Kementerian Keuangan sendiri
memiliki beberapa tantangan antara lain:
1. Generasi (diperlukan Generasi melek
teknologi, fleksibel, dan kolaboratif. Per 1 Juni 2022, terdapat 1 persen Baby
Boomer, 29 persen Generasi X, 41 persen Generasi Y dan 29 persen Generasi Z).
2. Status Pemangku Jabatan Fungsional (per
1 Juni terdapat 19persen Pemangku JF dan 81persen Non-Pemangku JF).
3. Sebaran kantor vertikal Kemenkeu (1.035
Kantor Vertikal dan 30 Kantor UPT).
Untuk itu, diperlukan pedoman umum (kriteria)
dengan pengaturan Teknis sesuai kebutuhan di Unit Eselon I/LNSW.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Keuangan
mengusung Budaya Kerja Kolaboratif Sebagai Ruang Kerja Masa Depan (Digital
Governance). Terdapat lima budaya kerja yaitu:
1. Flexible Working Arrangements melalui Work From Anywhere dan Flexible
Work Schedule.
2. Super
Application melalui single digital government platform, office automation
(e-Kemenkeu) serta re-engineering Nadine.
3. Capacity Building, yaitu Digital
competency bagi ASN serta Corporate University (BPPK/STAN).
4. Tata Kelola, melalui Rekayasa proses bisnis (IT-led
reform), Penyederhanaan struktur (delayering) serta Squad Team, dan
terakhir
5. Talent Management melalui Sistem Karier Terbuka
(Internal Job Vacancy) dan Manajemen Talenta.
Kementerian Keuangan juga memiliki konsepsi Transformasi
Proses Bisnis dan Organisasi dari sebelumnya ‘organisasi yang kaku’ dimana organisasi
merupakan model hierarki yang bersifat top-down, birokratis, instruksi bersifat
detil dan teknis serta adanya silo, menjadi organisasi agile dan produktif. Dalam
konsep baru ini, model organisasi beralih menjadi fungsional dimana implementasi
pola kerja berupa matriks/squad team (misal decicated team by project
& Kolaborasi JF). Tim disusun untuk meraih output yang jelas dan akuntabel.
Dengan demikian, alokasi sumber daya lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan.
Selain itu, struktur dan birokrasi tidak lagi menjadi terlalu penting karena
penekanan lebih kepada project, output dan outcome.
Adaptasi pola kerja Kemenkeu ini telah dimulai
sejak tahun 2018. Untuk Tahun 2022, diterapkan implementasi cara kerja
kolaboratif (squad team) dan penyempurnaan Superapps Kemenkeu (Office Automation).
Implementasi FWS ini dapat merujuk pada KMK-223/2020. Salah satu hasil evaluasi
FWS di tahun 2020-2021 menunjukkan bahwa rata-rata kinerja organisasi di atas
100. Hal ini menunjukkan bahwa FWS tidak berdampak negatif terhadap kinerja.
Budaya Kerja Normal Baru
Kemenkeu
Sistem kerja pada pandemi covid-19
dituangkan pada surat edaran yang diterbitkan sepanjang tahun 2020 dan 2021.
Sistem kerja ini dikembalikan ke tiap-tiap kantor melihat karakteristik daerah
dan tren pandemi yang ada. Nilai Kemenkeu yang dinilai paling penting untuk
diterapkan yaitu Integritas.
Tiga perilaku yang paling diperlukan
untuk sistem kerja baru yaitu:
1. Fleksibel adaptif
terhadap perubahan
2. Disiplin diri meski
tanpa diawasi dan tanggung jawab
3. Mudah dihubungi/diajak
berkomunikasi/berkoordinasi
Hasil survey Central
Transfomation Office Kemenkeu, Sistem WFH dianggap lebih efektif daripada sistem
kerja sebelumnya bagi 51.90 persen responden.
Terdapat tiga arahan
presiden terkait WFA:
1. WFA merupakan gagasan
yang bagus sehingga harus direncanakan dengan matang,
2. Penerapan WFA harus
menjamin terjaga etos kerja dan produktifitas ASN,
3. Siapkan aplikasi/sistem/platform
yang mendukung termasuk infrastruktur teknologi yang dibutuhkan.
Untuk menuju sistem kerja
baru (WFA), berdasarkan fakta empiris dibutuhkan penguatan budaya Kemenkeu bagi
pegawai. Walaupun banyak pegawai yang mendapatkan reward, terdapat pula
pegawai yang mendapatkan punishment. Urgensi Penguatan Kemenkeu ini didasarkan
pada data HRIS, rekapitulasi keputusan Hukuman disiplin, hasil kinerja pegawai melalui
e-performance, Laporan Sistem Pengendalian Intern Itjen Kemenkeu, Survei Employee
Engagement, Data Penilaian Perilaku, Survei Mindset dan Perilaku, Survei MOFIN
(The Ministry of Finance Organizational Fitness) serta perilaku negatif pegawai.
Kemudian, disampaikan pula
success story Pembangunan Corporate Culture di BI, Astra dan Tesla. Yang
jelas, Budaya Kemenkeu yaitu Kemenkeu SATU harus senantiasa dibangun. SATU
terdiri dari Sinergi, Adaptif, ber-Teknologi dan Unggul.
Terbentuknya budaya ini dimulai dengan membuat kebiasaan yang sama oleh
sekelompok orang dalam suatu organisasi, dilakukan secara terus menerus
sehingga menjadi kebiasaan, diwujudkan menjadi tindakan dan perbuatan, menjadi
pikiran terhadap seseorang atau sesuatu hingga diyakini dalam jangka panjang
sehingga dapat menentukan arah bersikap seseorang (values).
Sebagai milestone jangka
pendek, quick wins pada tahun 2022 ditandai dengan:
1.
SE Sikap Dasar dan Kebiasaan Efektif
2.
Terlaksananya PJJ bagi Duta Transformasi
3.
Terlaksananya Program Bulan Ber-AKHLAK
4.
Terlaksananya Program Habituasi Budaya
5.
Terlaksananya Penguatan Lini Pertama dari
Three-Lines of Defense (pelatihan integritas bagi Es. IV/III)
6.
Terlaksananya Pemilihan values champion
Duta Transformasi dengan penerapan budaya terbaik
7.
Terlaksananya Reformasi Sistem Penghargaan
8.
Terlaksananya Monev Pengukuran Tingkat
Kematangan Budaya SE Sikap Dasar dan Kebiasaan Efektif
Diharapkan di tahun 2024,
Budaya Kemenkeu menjadi Role Model bagi instansi lainnya.
(Ellen Maharani/ Hanifah
Muslimah)
Foto Terkait Berita