Tabik Pun! Lamkulu Menyambut Kakanwil Baru
Hanifah Muslimah
Selasa, 19 April 2022 |
1008 kali
(19/4) – Kanwil
DJKN Lampung dan Bengkulu kedatangan pimpinan baru, yaitu Dudung Rudi Hendratna,
yang menggantikan Kepala Kanwil sebelumnya Arik Hariyono. Jabatan Dudung
sebelumnya adalah Tenaga Pengkaji Bidang Pembinaan dan Penertiban Sumber Daya
Manusia Direktorat Jenderal Pajak, perpindahan jabatan ini dilaksanakan dalam
rangka perwujudan Kemenkeu SATU menuju Kemenkeu Tepercaya.
Kuncinya
Bersyukur
Seluruh
pegawai Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu berkumpul di Aula Lantai 4 dalam
rangka menyambut pimpinan baru. Dalam kesempatan ini, Dudung memperkenalkan
diri sebagai bagian baru dari keluarga Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu. Ia menyampaikan
kepada seluruh pegawai agar senantiasa bersyukur, dengan memperhatikan sekitar,
kita akan menyadari ada banyak orang yang tidak seberuntung kita. Sementara
jika kita selalu mendongak ke atas, niscaya kita akan mengeluh terus. Bersyukur
akan menekan rasa tamak yang ada dalam diri kita.
Dudung mengingatkan
kembali mengenai teori GONE oleh Jack Bologne, dimana penyebab korupsi adalah GONE=
Greed + Opportunity + Needs + Expose. Greed
(keserakahan) adalah potensi yang dimiliki setiap orang. Opportunity (kesempatan)
untuk melakukan kecurangan, harus ditutup dengan kesadaran individu. Needs
(kebutuhan) perlu dikendalikan karena kebutuhan hidup cenderung meningkat dari
waktu ke waktu. Expose (pengungkapan) berkaitan dengan tindakan/konsekuensi
yang dihadapi oleh pelaku apabila diketemukan kecurangan.
Oleh
karena itu, ia mengingatkan mengenai pentingnya three lines of defense (tiga
lapis pertahanan), untuk membangun integritas sebagai pencegahan terhadap
korupsi di Kementerian Keuangan. Tiga lini tersebut adalah manajemen sebagai lini
pertama, Kepatuhan Internal di lini kedua dan Inspektorat Jenderal di lini
ketiga. Ia juga mengungkapkan pentingnya peran pimpinan untuk senantiasa memberikan
keteladanan (tone at the top, walk the top dan role model).
Pengelolaan
Kinerja dan Manajemen Risiko
Kakanwil juga
menyampaikan pentingnya pengelolaan kinerja dan manajemen risiko. Setiap
pegawai perlu memahami peta strategi organisasi dan Indikator Kinerja Utama (IKU)
dengan baik. Kerja tim (teamwork) juga sangat diperlukan. Hilangkan silo-silo,
termasuk silo dalam hal IKU.
Di sisi
lain, diperlukan pemahaman yang baik mengenai manajemen risiko. Risiko bawaan (inherent
risk) yang tinggi mengakibatkan perlunya pengendalian internal yang tinggi.
Namun, dengan adanya mitigasi yang baik dengan mengurangi kemungkinan dan dampak
risiko, diharapkan residual risk menjadi kecil.
Sebagai
pamungkas, Dudung menyampaikan bahwa saluran komunikasi pegawai kepada Kepala Kanwil
amat terbuka. Ia juga mohon diterima sebagai bagian dari Kanwil DJKN Lampung
dan Bengkulu. Dudung juga mengajak para pegawai untuk saling bekerjasama dan
bersinergi, apa-apa yang sudah baik di era kepemimpinan sebelumnya untuk
dilanjutkan, sementara hal-hal yang perlu diperbaiki agar diperbaiki. “There
is always a room for improvement,” pungkas Dudung.
Foto Terkait Berita