APBN KiTa (s.d. Januari 2022): Pemulihan Ekonomi Terjaga, Kerja Keras APBN Berlanjut di Tahun 2022
Hanifah Muslimah
Rabu, 23 Februari 2022 |
857 kali
(Jakarta, 22/2) - Awal tahun 2022
diwarnai dengan gelombang baru kasus Covid- 19 akibat penyebaran dari Varian
Omicron. Omicron masih mendominasi peningkatan kasus
harian terutama di AS, Eropa, dan India. Meski begitu saat ini penambahan kasus
harian global terus menurun. Hal yang sama terlihat dari data kematian
harian yang mulai meninggalkan puncak. “Varian Omicron merupakan
tantangan bagi seluruh negara-negara di dunia dalam terus menavigasi dan
mengelola pemulihan ekonomi. Saat ini, secara global kasus harian memang mengalami
penurunan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawari saat Konferensi Pers
APBN KiTa Edisi Februari 2022 secara daring.
Kasus
harian domestik juga meningkat meskipun dengan angka kematian relatif rendah. Di lain sisi, berbagai
negara mulai fokus menjalankan program
vaksin booster, terutama di negara maju yang merupakan produsen
vaksin. Di Indonesia, sampai dengan 18 Februari 2022 tercatat 51,5 persen
populasi sudah mendapatkan dua dosis vaksin dan 3 persen sudah mendapatkan booster.
Perekonomian
di beberapa negara telah kembali ke level pra-pandemi
pada tahun 2021, termasuk Indonesia, AS dan Tiongkok. Namun
di sisi lain banyak pula negara yang masih
kesulitan mengembalikan kapasitas ekonominya, seperti Meksiko, Malaysia,
Filipina, dan negara- negara Eropa. Aktivitas manufaktur global masih kuat
menunjukkan arah pemulihan dengan PMI global bulan Januari 2022 pada angka
53,2. Tren kenaikan harga komoditas masih berlanjut, dengan kenaikan
inflasi yang terus membayangi negara maju seperti
AS, Inggris, dan Eropa. Inflasi Indonesia masih terjaga meski
rambatan tren global melalui inflasi negara produsen harus diwaspadai. Selain
itu, potensi kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan moneter semakin menguat,
khususnya di negara maju.
Pertumbuhan
ekonomi domestik pada Kuartal IV 2021
mencapai 5,02 persen, atau secara keseluruhan tahun 2021 mencapai 3,69 persen. Pertumbuhan yang kuat di tahun 2021 memberikan sinyal positif prospek
ekonomi di 2022 dan meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap pemulihan
ekonomi Indonesia. Hal ini juga tercermin dari
peringkat kredit Indonesia yang dipertahankan Moody’s pada level Baa2 (stable). Proyeksi pertumbuhan ekonomi
Kuartal I 2022 berada pada kisaran
4,5 – 5,2 persen (yoy)
dan untuk tahunan
diproyeksikan tumbuh pada kisaran
4,8-5,5 persen (yoy). Berbagai indikasi positif memberikan optimisme bagi
pelaku ekonomi dan berdampak baik bagi kinerja APBN di awal 2022. Kinerja
positif APBN diharapkan terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya walaupun di
sisi penerimaan diperkirakan tidak sekuat bulan Januari. Demikian disampaikan pada publikasi APBN Kita edisi
Februari 2022.
Memasuki tahun 2022,
pemulihan ekonomi terjaga. Aktivitas perekonomian pada
bulan Januari masih kuat, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Indeks PMI
Indonesia tercatat 53,7, meningkat dibanding Desember 2021 (53,5) dan tetap
melanjutkan tren ekspansif dalam 5 bulan terakhir. Hal ini sejalan dengan peningkatan
permintaan dalam negeri dan ekspor. IKK Januari 2022 tercatat sebesar 119,6
lebih tinggi dari 118,3 pada Desember 2021. Angka ini berada di atas level
optimis, dan turut mendorong aktivitas ekonomi. Namun peningkatan konsumsi
diperkirakan tertahan di bulan Februari seiring kenaikan kasus varian Omicron
dan penurunan mobilitas masyarakat.
Neraca Pembayaran keseluruhan tahun 2021 mencatatkan surplus USD13,5 miliar, lebih tinggi dari 2020 (USD2,6 miliar), sementara neraca perdagangan konsisten surplus 21 bulan berturut-turut meskipun nominalnya lebih rendah. Ekspor dan impor tumbuh positif namun tidak sekuat bulan sebelumnya. Ekspor Januari mencapai USD19,2 miliar (Desember 2021: USD22,4 miliar), antara lain karena larangan ekspor batu bara. Sementara Impor Januari USD18,2 miliar (Desember 2021: USD21,4 miliar) karena penurunan volume impor seiring pola bulanan.
Mobilitas
masyarakat relatif menurun di masa peningkatan kasus Varian Omicron. Meski dalam tren menurun, mobilitas rata-rata pada Januari-Februari
2022 masih jauh lebih tinggi dibanding Kuartal I 2021. Aktivitas kegiatan
ekonomi masyarakat terus menunjukkan peningkatan, terlihat dari konsumsi
listrik yang tumbuh positif 1,0 persen (yoy) pada Januari 2022. Konsumsi
listrik industri dan bisnis bahkan tumbuh double
digit, menunjukkan sinyal kegiatan ekonomi yang terus menggeliat.
Dinamika
kebijakan moneter AS cukup memberikan pengaruh di pasar keuangan. Pasca FOMC Meeting di bulan
Januari 2022, dampak sinyal the Fed ke pasar domestik beragam. Volatilitas kondisi
pasar keuangan ini terus dicermati. Di sisi lain, meski yield UST
meningkat tajam, yield SBN naik perlahan seiring mulai
terjadinya arus masuk ke pasar SBN.
Hal ini tak lepas dari likuditas domestik yang cukup baik untuk mendukung
resiliensi kinerja pasar SBN.
Di bulan
Januari, APBN melanjutkan kinerja yang baik. Realisasi belanja negara
sampai dengan akhir Januari
2022 mencapai Rp127,2
triliun atau 4,7 persen target
APBN. Belanja Negara diupayakan terus berakselerasi
untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Belanja Pemerintah Pusat tercapai sebesar
Rp72,2 triliun atau 3,7 persen
target APBN, terdiri dari
belanja K/L sebesar Rp21,8 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp50,4 triliun. Menteri Keuangan telah
menyampaikan langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran TA 2022
pada pimpinan K/L yang meliputi 5 (lima) hal, yaitu: (1) Perbaikan Perencanaan;
(2) Percepatan Pelaksanaan Program/Kegiatan/Proyek; (3) Percepatan Pengadaan
Barang dan Jasa; (4) Percepatan Penyaluran Dana Bansos dan Banper yang tepat
sasaran; dan (5) Peningkatan Monitoring dan Efektivitas Belanja.
Belanja K/L terutama dimanfaatkan untuk
pembayaran gaji dan tunjangan, pendanaan atas kegiatan operasional K/L, program
kegiatan K/L untuk pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta
pembayaran bantuan iuran jaminan kesehatan nasional. Selanjutnya, belanja
non-KL utamanya digunakan dukung penyaluran subsidi energi dan pembayaran
pensiun/ jaminan kesehatan ASN. Kinerja penyerapan bulan-bulan berikutnya diharapkan semakin baik seiring dengan akselerasi penyaluran
bansos untuk penanganan kemiskinan ekstrem, dan pelaksanaan berbagai program
penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Program
PC-PEN tahun 2022 yang akan dimonitor secara intensif diperkirakan mencapai
Rp455,62 triliun, terdiri dari penanganan kesehatan
sebesar Rp122,54 triliun, perlindungan masyarakat sebesar Rp154,76 triliun, dan
penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp178,32
triliun. “APBN menjadi
pelindung dari masyarakat terhadap pressure
dari energi, dan dari
sisi kesehatan. Ini menggambarkan APBN berperan penting sebagai instrumen
pelindung masyarakat, karena guncangan dunia ini masih terjadi dari berbagai
segi, seperti kesehatan omicron, komoditas akibat geopolitik, dan recovery yang tidak merata, dan juga
kompleksitas dari kenaikan suku bunga global,” jelas Menkeu.
Selanjutnya,
penyaluran TKDD sampai dengan akhir Januari 2022 mencapai Rp54,92 triliun atau
7,1 persen target APBN 2022. Belanja TKDD tumbuh
positif ditopang dana Transfer ke Daerah, yaitu penyaluran DBH yang lebih
tinggi akibat kenaikan alokasi pada APBN 2022 serta realisasi penyaluran DAU
yang lebih tinggi akibat peningkatan kepatuhan daerah. Sementara itu,
penyaluran Dana Desa masih rendah
karena belum semua
daerah mengajukan permohonan salur.
Realisasi belanja APBD sebesar 1,97% pagu perlu diakselerasi, mengingat realisasi pendapatan telah mencapai 4,22%. Surplus APBD berdampak pada peningkatan posisi dana Pemda di Bank yang telah mencapai Rp157,97 triliun, lebih tinggi dari Januari 2021 yang mencapai Rp133,5 triliun.
Pada tahun 2022, pembiayaan investasi
dianggarkan sebesar Rp182,31 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk
klasster infrastruktur sebesar Rp86,41 triliun, klaster pendidikan sebesar Rp20
triliun, klaster kerja sama internasional sebesar Rp1,94 triliun, cadangan
pembiayaan investasi sebeesar Rp21,48 triliun, dan pembiayaan pendidikan
sebesar Rp49,47 triliun. Pembiayaan
Investasi akan dilaksanakan sesuai perencanaan dan diupayakan dicairkan lebih
awal untuk memperoleh leverage yang
optimal.
Pendapatan
negara melanjutkan kinerja yang baik dari tahun lalu, dan diharapkan berlanjut
ke depan, seiring pemulihan ekonomi yang semakin kuat
dan implementasi reformasi struktural. Sampai dengan akhir Januari 2022,
pendapatan negara tercapai sebesar Rp156 triliun atau 8,5 persen target APBN.
Pendapatan negara tumbuh 54,9 persen (yoy), membaik dari tahun sebelumnya yang
tumbuh negatif 4,2 persen (yoy).
Penerimaan
Pajak tercapai sebesar Rp109,1 triliun atau 8,6 persen target APBN, tumbuh 59,4 persen (yoy) didorong pertumbuhan positif komponen PPh
Migas, PPH Non Migas dan PPN. Kinerja
pajak konsisten tumbuh
positif sejak April
2021 ditopang semua
jenis pajak utama, dengan PPh Badan yang mengalami
pertumbuhan terbesar.
Seluruh
sektor utama mencatat pertumbuhan tumbuh positif pada Januari 2022. Sektor industri dan perdagangan masih tumbuh double digit sejak Kuartal II 2021, ditopang oleh pemulihan
permintaan global dan domestik. Sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh positif
karena peningkatan setoran PPh 21, profitabilitas mulai membaik dan
berkurangnya restitusi. Selanjutnya, pertumbuhan sektor
pertambangan didorong oleh permintaan global
dan peningkatan harga
komoditas tambang. Sektor konstruksi dan real estat tumbuh positif didorong
membaiknya kinerja konstruksi gedung, berkurangnya restitusi dan pembayaran
royalti. Sektor infokom tumbuh tinggi didorong oleh pembayaran dividen ke SPLN.
Meski begitu, peningkatan kasus Omicron
perlu diwaspadai karena berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi dan akan
mempengaruhi penerimaan pajak. Program Pengungkapan Sukarela (PPS) mulai
diberlakukan sejak Januari dan telah dimanfaatkan oleh 15.602 Wajib Pajak
sampai dengan 19 Februari. Sedangkan PPS melalui penempatan di Surat Berharga
Negara (SBN) akan dibuka pada akhir Februari.
Penerimaan
Bea dan Cukai per 31 Januari 2022 mencapai Rp24,9 triliun atau 10,2 persen target APBN. Penerimaan Bea dan Cukai
tumbuh signifikan didukung
baiknya penerimaan Bea Masuk,
Bea Keluar dan Cukai. Penerimaan Bea Masuk mencapai Rp3,3 trilliun, tumbuh 44,1
persen (yoy), didorong kinerja impor nasional, terutama kebutuhan bahan
baku/penolong kebutuhan industri termasuk
otomotif. Selanjutnya, penerimaan Bea Keluar mencapai
Rp3,6 trilliun, tumbuh sebesar
225,8 persen (yoy), didorong tingginya
harga produk kelapa
sawit dan peningkatan volume ekspor tembaga.
Penerimaan Cukai mencapai Rp17,99 trilliun, tumbuh 98,0 persen (yoy),
dipengaruhi implementasi kebijakan pelunasan cukai dan pengawasan dibidang
Cukai, serta kebijakan relaksasi (pembukaan) daerah tujuan wisata.
Sementara
itu, Realisasi PNBP sampai dengan akhir Januari 2022 mencapai Rp22,0 triliun atau 6,6 persen dari target
APBN 2022. PNBP tumbuh
terutama didorong komponen
PNBP SDA Migas yang dipengaruhi realisasi ICP dan SDA non Migas terutama minerba.
Di tahun 2022, target defisit sebesar 4,85 persen dari PDB. APBN di bulan Januari 2022 mencatatkan surplus Rp28,9 triliun, atau 0,16 persen PDB dan SiLPA terjaga sebesar Rp25,9 triliun, didukung kinerja pendapatan negara yang baik. Sebagian surplus APBN digunakan untuk pelunasan utang Pemerintah yang jatuh tempo. Realisasi defisit APBN 2022 diperkirakan lebih rendah dari proyeksi awal seiring kelanjutan pemulihan ekonomi yang kuat dan berbagai upaya reformasi, antara lain: implementasi UU HPP, PPS, dan RPIM BI.
Pembiayaan utang dilakukan terukur
dan hati-hati di tengah tekanan
pasar keuangan. Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dan buffer pembiayaan guna menghadapi kondisi yang volatile. Strategi tersebut antara lain dilakukan melalui
pemanfaatan SAL, optimalisasi pendapatan negara, serta pelaksanaan asesmen,
simulasi, dan stress-test internal
secara reguler dengan berbagai skenario.
Selain itu, koordinasi dan sinergi dengan BI terus
dilanjutkan, pada tahun 2022 melalui SKB I di mana BI bertindak sebagai standby buyer dan
SKB III di mana BI berkontribusi
untuk penanganan Covid-19 bidang kesehatan dan
kemanusiaan.
Pembiayaan APBN bulan Januari
cenderung fleksibel seiring
kinerja fiskal yang baik.
Sampai dengan akhir Januari 2022, realisasi pembiayaan
utang tercapai sebesar negatif Rp3,04 triliun atau negatif 0,3 persen, terdiri
dari realisasi SBN (Neto) sebesar
negatif Rp15,85 triliun dan realisasi Pinjaman (Neto) sebesar negatif Rp12,81
triliun. Pembiayaan utang bulan Januari 2022 tumbuh negatif 101,8 persen karena
adanya pembayaran utang jatuh tempo dan sejalan dengan optimalisasi kas. Dalam
kondisi tekanan pasar keuangan global di awal tahun 2022, kinerja lelang SBN
domestik masih terjaga dengan baik didukung likuiditas dalam negeri.
Selanjutnya, dukungan BI melalui SKB I tercatat sebesar Rp4,5 triliun,
sementara implementasi SKB III untuk tahun 2022 akan dilaksanakan sesuai
kebutuhan dan kondisi kas.
Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2022 tetap terjaga, didukung kinerja APBN di awal tahun yang cukup bagus. Asesmen berbagai lembaga internasional menunjukkan kondisi Indonesia cukup resilient terhadap tekanan global, yang menjadi fundamental yang kuat untuk akselerasi pemulihan. Meski begitu, berbagai faktor risiko seperti penyebaran Varian Omicron, dinamika kebijakan Amerika Serikat dan China serta perkembangan isu geopolitik akan terus diwaspadai serta dimitigasi. “Ritme dan arah pemulihannya sudah pada arah yang tepat. Tentu kita harus menjaganya. Tantangan ke depan, entah itu dari pandemi, disruption sisi supply, komoditas maupun geopolitik, serta kenaikan inflasi dan suku bunga dunia, harus menjadi perhatian kita pada tahun 2022 ini,” jelas Menkeu. Kerja keras APBN terus dilanjutkan agar dapat berperan secara optimal, sehingga arah kebijakan ekonomi dapat tercapai dan tetap sejalan dengan upaya konsolidasi fiskal di 2023.
*APBN KiTa adalah APBN (Kinerja dan Fakta) edisi Februari 2022 yang memberikan informasi lebih detil mengenai realisasi pelaksanaan APBN hingga akhir bulan Januari 2022. Publikasi ini memberikan paparan informasi terkini mengenai kinerja, fakta, dan data APBN serta hasil-hasil konkret APBN dari waktu ke waktu termasuk dampaknya terhadap perekonomian.
Foto Terkait Berita