Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_2022bv5ve86m5vr2g47f73p0uvuv58q7g5mq): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Lampung
Hanifah Muslimah
Senin, 21 Februari 2022 |
707 kali
Pada Senin (21/2), Komisi XI DPR RI yang diketuai
oleh M. Junaidi Auly melaksanakan kunjungan kerja reses pada masa sidang III
Tahun Sidang 2021-2022 kepada para mitra kerja (Kementerian Keuangan, Bank Indonesia,
Otoritas Jasa Keuangan) di wilayah Provinsi Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat
di Aula Raflessiger Kanwil DJP Bengkulu Lampung.
Kedatangan Komisi XI ini disambut oleh Hadiyanto,
Direktur Jenderal Perbendaharaan, Arik Hariyono Kepala Perwakilan Kemenkeu
Lampung, para Kepala Kanwil Kemenkeu di lingkungan Provinsi Lampung beserta
jajaran.
Hadiyanto menyampaikan apresiasi atas terlaksananya
pertemuan dan silaturahim ini. Kemudian, ia memaparkan mengenai Realisasi APBN
Tahun 2021 di Provinsi Lampung.
Penerimaan Pajak: Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung
adalah sebesar Rp9,06 triliun (104,51 persen). Khusus untuk Provinsi Lampung,
realisasi penerimaan perpajakan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp7,17 triliun (104,24
persen) mengalami pertumbuhan positif sebesar 13,35 persen y.o.y.
Penerimaan Bea dan Cukai: realisasi
penerimaan dari Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat tahun 2021 tercapai sebesar
1.013,24 persen dengan total penerimaan sebesar Rp4,93 triliun. Angka tersebut
tumbuh positif 513,09 persen y.o.y. Penerimaan tersebut menyumbang 1,83 persen dari
total penerimaan DJBC di tahun 2021.
Kekayaan Negara dan Lelang: realisasi
PNBP BMN, Piutang Negara, dan Lelang, pada Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu
tahun 2021 sebesar Rp26,18 miliar (115,28 persen) meningkat dibandingkan
penerimaan tahun 2020 sebesar Rp21,23 miliar.
Realisasi Belanja APBN di Provinsi Lampung: Realisasi
belanja APBN tahun 2021 di Provinsi Lampung di tahun 2021 adalah sebesar
Rp15,88 triliun atau 96,30 persen dari total pagu anggaran Rp16,49 triliun.
Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD): realisasi
Transer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp21,37 triliun atau 99,15
persen dari pagu sebesar Rp21,55 triliun. Penyaluran TKDD terdiri dari DBH
sebesar 99,86 persen; DAU sebesar 100 persen; DAK Fisik sebesar 93,61 persen;
DAK Non Fisik sebesar 98,35 persen; DID sebesar 100 persen; dan Dana Desa
sebesar 99,96 persen dari pagu.
Kredit Usaha Rakyat: telah
tersalur sebesar Rp8,46 triliun kepada 242.806 debitur di Provinsi Lampung.
Jumlah ini meningkat 48,38% dibanding penyaluran tahun 2020 yang sebesar Rp5,7
triliun kepada 203.493 debitur. KUR tertinggi disalurkan untuk sektor pertanian
yang mencapai 53,50 persen total KUR di Provinsi Lampung. Skema KUR yang paling
banyak diakses masyarakat adalah KUR Mikro yang mencapai 83,2 persen dari total
debitur dan jumlah penyaluran mencapai 70,26 persen dari total penyaluran.
Kredit Ultra Mikro/ Umi: penyaluran
UMi di Provinsi Lampung selama tahun 2021 sebesar Rp211,62 miliar, yang
disalurkan kepada 55.500 debitur. Provinsi Lampung menempati urutan ke-7
nasional dan urutan ke-2 di Sumatera (di bawah Sumatera Utara), dalam hal nilai
penyaluran UMi 2021.
Tidak kalah penting, Hadiyanto juga menyampaikan
mengenai pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi
Lampung. Ia menyampaikan “Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Lampung
senantiasa berkomitmen penuh dalam menanggulangi dampak pandemi COVID-19
terhadap masyarakat”. Hal ini tercermin dari program PEN yang dilaksanakan,
antara lain:
Dari sektor perpajakan, pelaksanaan program
PEN di Provinsi Lampung dilakukan dengan berbagai macam insentif perpajakan
serta percepatan pengembalian pajak.
Dari sektor kepabeanan dan cukai, dilakukan
peningkatan koordinasi dengan instansi pembina teknis terkait dalam melakukan Customs
Visit Customer (CVC) ke eksportir potensial, sosialisasi/bimbingan dan
asistensi, koordinasi dengan stakeholder penggerak ekspor, serta Fasilitas
Pembebasan Untuk Kepentingan Umum Tahun 2021.
Pada sektor kekayaan negara, telah dilakukan
optimalisasi Barang Milik Negara, membuka Kedai Lelang UMKM, serta adanya
Program Keringanan Hutang (Crash Program).
Sementara itu, di bidang perbendaharaan negara,
Kanwil Ditjen Perbendaharaan beserta KPPN mengawal pelaksanaan program PEN
dengan menyalurkan dana PEN secara prudent sesuai peraturan yang berlaku
seperti penyaluran di bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur, sehingga
dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lampung. Tidak hanya itu,
Kanwil DJPb Prov Lamapung juga mendukung penyaluran pembiayaan UMi untuk UMKM
selama masa pandemi, serta menyusun kajian perkembangan ke-ekonomian debitur.
Secara umum, pelaksanaan program PEN di Provinsi
Lampung berjalan dengan baik, tanpa ada hambatan dan kendala yang berarti.
Realisasi program padat karya di beberapa satker seperti Bina Marga dan Bina
Konstruksi bahkan mencapai 99%. Program
bantuan kepada masyarakat juga relatif lancar dengan adanya koordinasi serta
sosialisasi program yang baik.
Setelah pemaparan oleh Kementerian Keuangan, dilaksanakan
pemaparan oleh para mitra lainnya yakni Otoritas Jasa Keuangan Lampung,
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Perwakilan Himbara (Himpunan Bank
Milik Negara) yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN, Askrindo serta Jamkrindo
Wilayah Lampung.
Setelah sesi pemaparan mitra kerja berakhir,
dilaksanakan dialog berupa diskusi dan tanya jawab antara Komisi XI DPR RI dan
Mitra Kerja.
Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan dapat
memberi masukan yang membangun sehingga dapat meningkatkan kinerja karena
selalu ada ruang untuk peningkatan menuju kesempurnaan.
Selain itu, diharapkan kunjungan ini dapat memberi
manfaat bagi masyarakat Provinsi Lampung.
Komisi XI DPR RI yang hadir dalam kegiatan ini:
1.
M. Junaidi
Auly, selaku Ketua Tim
2.
Marsiaman
Saragih
3.
Masinton
Pasaribu
4.
Wartiah
5.
Musthofa
6.
Indah
Kurnia
7.
Agun
Gunanjar Sudarsa
8.
Heri
Gunawan
9.
Fauzi
Amro
10.
Charles
Meikyansah
11.
Bertu
Merlas
12.
Harmusa
Oktaviani
13.
Ecky Awal
Mucharam
Mitra
Kerja hadir dalam kegiatan ini:
1.
Hadiyanto,
Dirjen Perbendaharaan
2.
Ahmad
Hidayat, Anggota Dewan Komisioner OJK
3.
Para
pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Kementerian Keuangan
Kepala Kanwil DJKN Lampung Bengkulu/ Kepala
Perwakilan Kemenkeu Provinsi Lampung: Arik Hariyono
Kepala Kanwil DJBC Sumbagbar: Azhar Rasyidi
Kepala Kanwil DJP Bengkulu Lampung: Tri Bowo
Kepala Kanwil DJPb: Mochammad Dody Fachrudin
4.
Budiyono,
Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung,
5.
Untung
Nugroho, Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan
Bambang Hermanto, Kepala OJK Lampung
Aprianus John Risnad, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga
Jasa Keuangan OJK Prov. Lampung
6.
Perwakilan
Himbara:
Iwan Tri Imawan, Credit and Business Development
Head Mandiri Regional II/Sumatera 2
Agung Kurniawan, Kepala BNI Wilayah 03
Hari Purnomo, Kepala Kanwil BRI Wilayah Bandar
Lampung
Amin Sholeh, Kepala Kantor Regional Bank BTN 4
Wilayah Sumatera
7.
Vincentius
Wilianto, Direktur Teknik Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
Barly Surachman Jusuf, Pimpinan Wilayah Askrindo
8.
Wakhyu
Hidayattullah, Kepala Divisi Bisnis 1 Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
Foto Terkait Berita