Memahami Asas Pengelolaan BMN dan Alur Proses Pengelolaan BMN : Kunci Sukses untuk Trouble Shooting SIMAN V.2
Antonius Suhenri
Jum'at, 27 September 2024 |
6628 kali
Memahami Asas Pengelolaan BMN dan Alur Proses Pengelolaan BMN : Kunci Sukses untuk Trouble Shooting SIMAN V.2
Memahami alur proses SIMAN V.2
diperlukan bagi semua role dalam mengakses aplikasi SIMAN V2. Tidak
hanya role Analis, Koordinator serta Supervisor, semua orang perlu memahaminya sebelum mengakses. Tidaklah sulit mempelajari alur proses SIMAN V.2 karena tidak diperlukan
spesifikasi laptop yang berat karena sistemnya basis web dan tersimpan di server
pusat bukan di laptop, dengan cara membuka di link : http://djkn.kemenkeu.go.id/websiman.
Role pegawai di seksi Pengelolaan Kekayaan Negara di DJKN tidak perlu mendapatkan approval dari admin karena melekat pada
role di SSO pegawai. Sehingga pengguna di luar petugas pengelolaan yang tidak punya approval role hanya
bisa mengakses profile saja sebagai kontrol pembatasan akses aplikasi.
Sedangkan untuk pelatihan, semua dapat menggunakan dan akses web link : https://pelatihan-siman.kemenkeu.go.id/login. Kalau pelatihan tentunya untuk mendapatkan user harus mendapat approval dari Admin Pengguna Pelatihan atau pengajar dalam sosialisasi atau diklat.
Objek dalam SIMAN V.2 adalah
semua Barang Milik Negara (BMN). Dengan kata lain BMN itu telah memiliki
kodefikasi dan NIP, serta kode referensi 16 digit sebagai Single Identity Number
(SIN) yang terus terbawa dalam aplikasi SIMAN V.2 Jadi dari awal perencanaan
sampai penghapusan sama. Riwayat BMN tercatat dan dapat ditelusuri karena
walaupun kodefikasi dan NUP bisa terjadi perulangan ketika dilakukan transaksi penghapusan maka hilang kemudian muncul lagi ketika transaksi pengadaan baru barang sejenis, tetapi kode referensi barang 16 digit tidak akan duplikasi atau berubah yang berfungsi
seperti KTP untuk SIN.
Yang juga penting dalam Siman V.2 adalah
mengubah persepsi semua role menjadi Pengelolaan bukan Penatausahaan sebagaimana dalam aplikasi SAKTI.
Jadi berfungsi supaya aset yang dimiliki oleh negara dan dapat dikelola untuk
kepentingan menjalankan tugas pemerintahan dalam pelayanan kepada Masyarakat
dan demi kepentingan bangsa dan negara. Dalam konteks ini bahwa SIMAN V.2 ditujukan
untuk memahami mindset tentang aset bahwa aset itu perlu dikelola untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Selanjutnya perlu pemahaman
tentang alur pengelolaan BMN sangat penting agar instansi atau satuan
kerja (Satker) dapat mengelola aset negara dengan efektif dan efisien sesuai
alurnya. Jangan sampai alur pengelolaan belum mengerti lantas melakukan
pengelolaan BMN di SIMAN V.2
Berikut adalah rangkuman alur
proses pengelolaan BMN dan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam
aplikasi SIMAN V.2.
1. Alur Proses Pengelolaan BMN
Peraturan yang harus dikuasai penuh
adalah adalah PP 28 Tahun 2020 perubahan PP 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah (BMN/D). Apabila ada permasalahan dalam alur pengelolaan
BMN kembali kepada Asas dalam pengelolaan BMN/D dimaksudkan untuk diterapkan
yaitu asas fungsional, kepastian hukum, transparansi, efisiensi, akuntabilitas,
dan kepastian nilai. Asas dimaksud harus disertai dalam setiap alur pengelolaan
dalam SIMAN V.2 yaitu :
a. Perencanaan
Kebutuhan dan penganggaran;
b. pengadaan;
c. Penggunaan;
d.
Pemanfaatan;
e. pengamanan
dan pemeliharaan;
f. Penilaian;
g.
Pemindahtanganan;
h. Pemusnahan;
i.
Penghapusan;
j.
Penatausahaan;
dan k. pembinaan, pengawasan dan
pengendalian.
2. Alur SIMAN V.2 yang penting dipahami
Ada beberapa tahapan penting alur
yang seirama dalam pengelolaan BMN di SIMAN V.2 yang menurut penulis penting
dipahami:
3. Peran Penting Master Aset dalam SIMAN V.2
Master Aset adalah salah satu
modul paling penting dalam SIMAN V.2. Modul ini berfungsi sebagai pusat
informasi yang mencatat seluruh aset yang dikelola oleh Satker, baik yang aktif
maupun yang tidak aktif, time line aset, serta aset tranfer dan reklas dan ref
SBSK. Dengan informasi yang lengkap dan terperinci di Master Aset,
Satker akan lebih mudah dalam menjalankan pengelolaan dan perencanaan BMN.
Pastikan untuk selalu memperbarui data aset agar proses pengelolaan berjalan
lancar. Dalam master aset bisa dilakukan berbagai hal misalnya mencetak KIB,
dan DBR/DBL. Terdapat tambahan fitur-fitur misalnya monsera (monitoring yang
sudah bersertipikat jumlah nup dan bidang dan valsera (validasi apakah sudah
sesuai yang diupload di SIMAN dengan dokumen bersertipikat a.n. Pemerintah RI
cq. K/L)
3. Fitur-fitur Penting Lain di SIMAN V.2
Selain Fitur Master Aset,
terdapat beberapa fitur lain yang sangat membantu dalam pengelolaan BMN:
4. Proses Logout Otomatis dan
Keamanan
SIMAN V.2 memiliki fitur logout
otomatis jika tidak ada aktivitas selama enam jam. Ini merupakan langkah
keamanan untuk memastikan bahwa akses pengguna yang tidak aktif tidak dapat
disalahgunakan.
5. Kesimpulan
Mengelola BMN dengan bantuan aplikasi SIMAN V.2 membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang asas pengelolaan BMN, fitur dan alur proses dalam aplikasi tersebut sejalan dengan PP 28 Tahun 2020 perubahan PP 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (BMN/D). Dengan memastikan bahwa seluruh data aset sudah harus lengkap dan diinput dengan benar, serta memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, pastilah Satker dapat mengelola BMN secara lebih efisien dan akurat dan menggunakan SIMAN V.2 serta dapat sendiri menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Penulis : Antonius Suhenri
Employee of the Finance Ministry. The views expressed are his own.
Disclaimer: The opinions expressed in this article are those of the author.
Kanwil DJKN Lampung Dan Bengkulu
Daftar Pustaka :
1.Aplikasi SIMAN V.2
2.PP.28 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (BMN/D).
3.PP.27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (BMN/D).
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel