Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu
Smart City Transformation: An Analysis SWOT dan PESTEL to its Challenge and Opportunity of Provinsi Lampung

Smart City Transformation: An Analysis SWOT dan PESTEL to its Challenge and Opportunity of Provinsi Lampung

Antonius Suhenri
Kamis, 25 April 2024 |   772 kali

Smart City Transformation: An Analysis SWOT dan PESTEL to Revitalize of Provinsi Lampung  

Penulis : Antonius Suhenri 

Provinsi Lampung mengalami urbanisasi dan peningkatan populasi yang cepat dan menimbulkan kepadatan di Pusat Kota Lampung sehingga menciptakan kebutuhan mendesak infrastruktur cerdas dan tambahan infrastruktur (baik fasilitas umum dan konektivitas di darat, pelabuhan dan fasilitas umum konektivtas laut, fasiltas dan konektivitas dan fasilitas umum bandar udara) untuk meningkatkan layanan masyarakat mulai dari 9 kebutuhan pokok sandang dan pangan sampai kebutuhan kesehatan dan rekreasi wisata alam. Peningkatan Populasi dalam area dataran seluas 35.288,35 Km², sejak Provinsi Lampung dibentuk 18 Maret 1964 (usia 60 tahun). Berdasarkan data BPS SP2020 penduduk Provinsi Lampung pada bulan September 2020 sebanyak 9,01 juta jiwa. Jumlah ini bertambah sekitar 1,40 juta penduduk dibandingkan hasil SP2010 atau rata-rata bertambah sekitar 140 ribu per tahunnya. Apabila diamati sejak tahun 1971-2020 maka selama 50 tahun ini penduduk Lampung telah bertambah lebih dari 3 x lipat. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010-2020), laju pertumbuhan penduduk Provinsi Lampung sebesar 1,65 persen per tahun. Di kota lampung sendiri tahun demi tahun terus bertambah terutama Kecamatan Tanjung Karang Pusat dengan kepadatan penduduk 15.431 jiwa/km², Kecamatan Teluk Betung Selatan dengan kepadatan penduduk12.834 jiwa/km², Kecamatan Kedaton dengan kepadatan penduduk 10.358 jiwa/km²,dan Kecamatan Teluk Betung Utara dengan kepadatan penduduk 6.925 jiwa/km² 

Sementara data urbanisasi dari data dukcapil tahun 2023 di Kota Lampung (Tapis berseri) saja mencapai penambahan 1.000 orang/semester dan terus bertambah disebabkan fasilitas yang lebih baik, lebih lengkap, fasilitas menjanjikan, pekerjaan yang lebih menjanjikan dan program pemerintah yang menggiurkan antara lain pengobatan gratis untuk KK dan KTP Lampung, pendidikan gratis dengan bina lingkungan. Dengan program pindah e-office atau online menyebabkan kemudahan untuk urbanisasi ke Kota Lampung. Urbanisasi berasal dari suku Jawa, Sunda, Batak, Tiongkhoa, dan lain-lain, ditambah adanya mutasi Pegawai dari Pemerintah Pusat ke Provinsi Lampung. 

Namun disisi lain di Kota Lampung sendiri terdapat banyak sekali di pusat perdagangan ruko model klasik/tua dan ruko yang cat dindingnya sudah terkelupas/kusam, ruko/rumah yang sepi dan kosong dipinggir jalan tertulis disewakan/dijual, Sebagai contoh Mall Ramayana dan Pasar Tugu dan Bambu Kuning di Tanjung Karang yang sudah tua. Kemacetan di sekitar jalan Radin Inten dan banyaknya ditemukan jalan one way sehingga lebih banyak memutar jalan dan juga karena adanya jalan yang perlu diperbaiki apabila ke tempat-tempat wisata yang sangat eksotis dan daerah akses konektivitas.  

Provinsi Lampung terutama Ibukotanya di Kota Lampung menghadapi tantangan dan sosio ekonomi yang demikian mendesak . Penelitian ini untuk menganalisis peluang dan tantangan cerdas Provinsi Lampung dengan menggunakan SWOT Analysis dan PESTEL Analysis. Penulis menggunakan Analisis Kualitatif menggunakan data dari Fusi Base Smart City Prediction Technique untuk menentukan indeks kota pintar dengan 6 variabel antara lain : good governance, transportasi, pengelolaan limbah, utility management, healtcare dan industri otomasi. 

Metode Penelitian dalam Gambar 1 di bawah ini melibatkan Penggunaan analisis SWOT dan PESTEL untuk menganalisis peluang dan tantangan untuk menjadi Smart City. Selanjutnya menggunakan alat aplikasi canggih bernama Fusi Smart City Prediction System untuk memprediksi. Selanjutnya Smart City Tranformation Framework dikembangkan dengan menggunakan Alat Canggih Teknik Modern dan Teknik Management.  

Gambar 1. Metode Penelitian 

 

Sumber : Diolah dari Ashish Kumar Karmaker et all, Smart City Tranformation, 2023 

Analisis SWOT dan PESTEL biasa digunakan untuk memberikan informasi dalam pengambilan keputusan dalam proyek. SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats sedangkan PESTEL adalah singkatan dari Politik, Ekonomi, Sosial, Teknis, Environment/Lingkungan, dan Legal/Hukum. 

Dengan analisis SWOT dapat diketahui internal dan eksternal faktor keberhasilan dari contoh smart city di seluruh dunia dari penelitian kontemporer yang terdiri dari internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan eksternal (Peluang dan Ancaman), yang menunjukkan tantangan dan peluang yang ada untuk kota pintar di seluruh dunia. Lebih lanjut, analisis PESTEL menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh Provinsi Lampung. 

Gambar 2 adalah Analisis SWOT dari berbagai literatur kontemporer contoh untuk smart city yaitu: 

Gambar 2 Analisis SWOT 

Sumber : Diolah dari Ashish Kumar Karmaker et all, Smart City Tranformation, 2023 

Kemudian Penulis mengambil data SWOT Analisis Provinsi Lampung dari berbagai sumber antara lain dari Bagus Septananda Putra, 2018, Analisis SWOT Kota lampung yaitu : 

Gambar 3. SWOT Analysis Kota Lampung 

 

Diolah dari Bagus Septananda Putra, 2018, Analisis SWOT Kota lampung 

Gambar 4. Analisis PESTEL dibawah ini adalah contoh analisis yang diolah dari Ashish Kumar Karmaker et all, Smart City Tranformation, 2023 dimana terdapat tantangan ke depan. 

Gambar 4. Analisis PESTEL 

 

Sumber : Diolah dari Ashish Kumar Karmaker et all, Smart City Tranformation, 2023 

Analisis Pestel Untuk tantangan ke depan atas 6 variabel dari contoh di atas : 

  1. 1. Policy : Diperlukan kebijakan Pimpinan Daerah (Gubernur) dan konsistensi dalam dan upaya untuk menegakkan aturan hukum untuk menegakkan good government governance (Tata Kelola Pemerintahan yang baik), mempermudah perijinan untuk berusaha dan komitmen mendanai proyek yang besar dan jangka panjang antara lain untuk menjadikan Lampung sebagai Smart City karena akan melakukan revitalisasi tata kota berupa rehab pusat-pusat perdagangan karena terdapat ruko-ruko tua, juga relokasi ibu kota. Pada saat perubahan pimpinan kebijakan untuk revitalisasi harus terus dilanjutkan untuk komitmen dari pemerintahan Gubernur Lampung.  

  1. 2. Ekonomi. Dengan desentralisasi ekonomi memberikan akses bagi Pemerintah Daerah untuk mengembangkan wilayahnya. Dari besarnya potensi Penerimaan Daerah ekonomi diperlukan Investasi yang besar baik dari luar negeri dan dalam negeri. Provinsi Lampung adalah gerbang utama Strategis Pulau Sumatera dengan luas wilayah 34.623,80 kilometer persegi, provinsi ini memiliki potensi besar ekonomi di bidang pertanian, industri, pertambangan, energi, dan pariwisata. Perekonomian Provinsi Lampung tahun 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp448.880,25 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp269.240,54 miliar. Kinerja perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan IV 2023 tumbuh 5,40% (yoy), meningkat dibandingkan 3,93% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan kinerja investasi, terutama investasi bangunan, serta terjaganya Konsumsi Rumah Tangga menopang peningkatan kinerja perekonomian Lampung pada triwulan laporan. Di sisi lain, berlanjutnya kontraksi Net Ekspor menahan pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi, terutama peningkatan impor yang mengoreksi perbaikan kinerja ekspor. Kinerja perekonomian Lampung pada triwulan IV 2023 tumbuh menguat utamanya didukung oleh meningkatnya kinerja Investasi dan tetap kuatnya kinerja konsumsi rumah tangga. Kinerja investasi yang tercermin dari PMTB tercatat tumbuh sebesar 7,08% (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan 4,43% (yoy) pada triwulan sebelumnya, utamanya ditopang oleh kinerja investasi swasta di sektor Penyediaan Akomodasi, Makan dan Minum. Adapun konsumsi rumah tangga turut menopang kinerja perekonomian Lampung pada triwulan IV 2023 dengan tumbuh sebesar 4,64% (yoy), meski sedikit melambat jika dibandingkan dengan 5,21% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Tetap kuatnya kinerja konsumsi rumah tangga didorong oleh meningkatnya permintaan pada periode HBKN Nataru dan aktivitas di sektor pariwisata, sejalan dengan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan yang tercermin dari tetap positifnya pertumbuhan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Inflasi gabungan dua kota di Provinsi Lampung pada triwulan IV 2023 tercatat sebesar 3,47 % (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 2,27% (yoy). Adapun tingkat inflasi tersebut terpantau lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,61% (yoy), dan lebih tinggi daripada inflasi gabungan 24 kota di Sumatera yang tercatat sebesar 2,72% (yoy). Meningkatnya tekanan Inflasi IHK gabungan dua kota di Provinsi Lampung di triwulan IV 2023 ini disebabkan oleh gejolak harga pangan akibat tekanan cuaca menjelang akhir tahun. Secara tahunan, penyumbang inflasi terbesar pada triwulan IV 2023 disumbang oleh kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil 2,77% dengan nilai inflasi 9,36% (yoy). Dengan Total aset pemerintah Pusat di Provinsi lampung sekitar 82,27 triliyun dengan kuantitas 2.438.212 terdiri dari tanah, bangunan, bangunan air, jalan jembatan dan irigasi. Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Januari 2024 mengalami surplus sebanyak 255,28 juta dolar Amerika Serikat. Nilai ekspor Lampung sebanyak 337,94 juta dolar Amerika Serikat sedangkan nilai impor di Januari 2024 sebesar 82,66 juta dolar Amerika Serikat    

  1. 3. Sosial . Kepadatan penduduk dari urbanisasi ke pusat kota Lampung dan peningkatan populasi yang cepat dan mau tidak mau menciptakan kebutuhan mendesak kebijakan untuk memenuhi public infrastruktur yang lebih baik dengan melakukan revitalisasi pusat perdagangan menjadi lebih cerah warna catnya, akses dan konektivitas jalur darat, air dan udara, penambahan fasilitas kesehatan, pendidikan dan tekonologi di berbagai kota. Penduduk Lampung adalah heterogen terdiri dari suku Lampung, Jawa, Sunda, Minang, Banten, Tionghoa, dan lain-lain. Keanekaragaman suku dan budaya menjadi kekayaan tersendiri dalam inovasi karena setiap daerah mejemuk dan memiliki nilai dan inovasi kekayaan budaya. Bisa dibayangkan kekayaan budaya Provinsi Lampung yang terdiri dari 13 Kabupaten dan 2 Kota. 

  1. 4. Teknologi. Tantangan dalam Penerapan Teknologi di provinsi lampung masih sangat besar terutama teknologi pertanian, perikanan dan perkebunan yang mendukung ekonomi Lampung, disamping teknologi yang sudah ada mis Teknologi Kesehatan di Puskesmas dan RS, pelayanan Kependudukan yang sudah terintegerasi dan mudah. Tantangan teknologi untuk mempromosikan objek-objek wisatawan dan hotel penginapan yang modern lengkap dengan ac dan sarana kesehatan dann tentunya mempertahankan agar tetap ekonomis dan terjangkau. 

  1. 5. Environment. Tantangan dengan lingkungan yang baik terutama kebersihan lingkungan, sedangkan tantangan untuk polusi udara sangat rendah. Udara di Lampung sangat mendukung. Untuk tantangan pengelolaan sampah tinggi sebagai tempat pengelolaan sampah yang baik. Di pusat kota perdagangan banyak ruko tua perlu direvitalisasi supaya menarik dan lebih modern sehingga wisatawan mau berkunjung untuk belanja. Harga yang ekonomis dan tetap mempertahankan kenyamanan berbelanja.  Revitalisasi atas pusat perdagangan di kota dibutuhkan untuk menarik wisatawan domestik dan luar negeri. Perlu kebijakan pemerintah daerah agar para pengusaha mau mengecat ruko mereka supaya kelihatan menarik. Kebijakan untuk perijinan dan kerjasama dengan swasta agar membuat perumahan di tengah perkotaan agar kota bisa hidup lebih ramai. Contoh di jalan Radin Inten tidak ada komplek perumahan sehingga ruko-ruko di pusat kota sepi karena jarak yang cukup jauh penduduk lebih memilih belanja di di dekat rumah. Sedangkan ruko-ruko yang kosong dihimbau oleh pemerintah untuk dilakukan pengecatan kembali bangunan supaya lebih modern dan disewakan dengan harga yang murah dan terjangkau. 

  1. 6. Legal/Hukum. Tantangan kedepan untuk perlindungan dan kepatian hukum atas transaksi keuangan baik perbankan maupun non perbankan. Keamanan para angkutan di jalan, hotel, perkantoran, tempat wisata, parkiran, mall, rumah, sertipikat tanah bebas dari mafia tanah maupun preman yang melakukan pungutan liar dsb menjadi tantangan ke depan agar akses perlindungan hukum atas warga dan jaminan keselamatan keamanan wisatawan baik investor domestik dan luar negeri merasa aman. 

Gambar 5 Hasil Teknologi Fusi di peroleh hubungan Input variabel dan output variabel. Inilah contoh apabila menggunakannya. Penulis mengambil contoh dari sumber smart city lain. 

Gambar 5 Hasil Teknologi Fusi    

Sumber : Diolah dari Ashish Kumar Karmaker et all, Smart City Tranformation, 2023 

Dari analisis fuzzy di atas dari contoh smart city lain memberikan gambaran yang jelas transformasi dan kemajuan kota saat ini untuk sebagai kota pintar.  

Solusi yang dapat diberikan berdasarkan analisis SWOT dan Pestel dan Hubungan Input Ouput melalui Fuzzy dapat disimpulkan untuk menjadi smart city diperlukan smart infrastruktur, manajemen data yang terintegrasi yaitu Big Data, dan solusi/layanan pelayanan cerdas lainnya juga dapat diusulkan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. 

Oleh sebab itu, demikian juga untuk mengubah Lampung menjadi smart city, faktor-faktor penting termasuk menawarkan layanan online kepada masyarakat, menerapkan pemantauan real-time untuk sistem lalu lintas dan layanan kesehatan ditingkatkan, digitalisasi sistem pendidikan, dan mendorong masyarakat berbasis pengetahuan.  

Diperlukan investasi dalam smart techonology dan menjalankan strategi manajemen aset dengan cerdas yaitu revitalisasi pusat-pusat perdagangan dimana terdapat gedung-gedung tuamelakukan rehabilitasi ruko tua, mall ramayana, pasar traditional menjadi lebih cerah dengan cara mengecat kembali dengan warna lebih modern. Disamping itu memberikan ijin kerjasama dengan pihak swasta, membuka perumahan di tengah kota dengan mengundang investor/developer nasional, dan relokasi ibu kota Bandar Lampung. Penting juga untuk mempertimbangkan infrastruktur fisik yang diperlukan untuk jaringan smart city dan masalah terkait pendanaan, waktu, keamanan/privasi data, dan jaringan konektivitas. Pembangunan Infrastruktur jalan bisa dibagi 2 : 

  1. 1. Supply Chain yaitu Jalan bagi Produsen/Pengusaha berupa hasil Pertanian, perkebunan, perikanan (bahari), dsb untuk mengangkut hasil ke Luar Kota bahkan ke Luar Negeri atau sebaliknya untuk memasok bahan baku dari luar kota dan luar negeri ke dalam Lampung 

  1. 2. Akses yang mudah bagi objek Pariwisata misalnya membuka jalur penerbangan, jalan darat tol dalam kota, jalan dalam kota, membuka akses kereta api ke Pelabuhan atau bandara atau ke objek wisata,  yang akan mengembangkan potensi objek wisata di daerah karena waktu tempuh menjadi lebih efesien mis: Pantai Krui, M Beach, Rio the Beach, dsb sehingga menarik bagi wisatawan domestik dan luar negeri yang akhirnya akan menambah Penerimaan daerah bagi provinsi Lampung dan menggerakkan ekonomi dan produk UMKM di daerah objek wisata. 


Employee of the Finance Ministry. The views expressed are his own. 

Disclaimer: The opinions expressed in this article are those of the author. 

Penulis : Antonius Suhenri (Seksi PKN III Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu) 

Daftar Pustaka: 

  1. 1. Ashish Kumar Karmaker, S M Rezwanul Islam, Md Kamruzzaman, Md Mamun Ur Rashid, Md Omer Faruque, Md Alamgir Hossain, Smart City Tranformation : An Analysis Of Daka and Its Challange and Opportunity, MDPI, 2023 

  1. 2. Bagus Septananda Putra,Analisis SWOT Kota Lampung, 2018, 

  1. 3. Boston Consultant Group, Designing Resilence into Global Supply Chains, 2020 

  1. 4. GEP Smart, Beyond The Bottom Line: How Supply Chains Disruption has Impacted Business, 2021 

  1. 8. Pengalaman Penulis, Antonius Suhenri di Kanwil DJKN Lampung, 2024 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon