Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Kilas Peristiwa
Jaga Keseimbangan Hidup, Jumat Berilmu Bahas Pentingnya Self-Care untuk Kesehatan Mental

Jaga Keseimbangan Hidup, Jumat Berilmu Bahas Pentingnya Self-Care untuk Kesehatan Mental

Novika Diah Anggraeni
Jum'at, 14 Agustus 2026 |   0 kali

SAMARINDA – Di tengah rutinitas dan berbagai tuntutan dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Pikiran, emosi, dan hubungan sosial juga membutuhkan perhatian agar keseimbangan hidup tetap terjaga. Berangkat dari hal tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara) mengangkat tema kesehatan mental dalam kegiatan rutin Jumat Berilmu pada Jumat (14/8).

Kegiatan yang dipandu oleh Arini Cahyaningtyas tersebut menghadirkan Eldilla Arbiari sebagai narasumber dengan materi bertajuk Self-Care untuk Hidup yang Seimbang. Tema ini dipilih sebagai ruang bagi para peserta untuk sejenak menurunkan ketegangan dari rutinitas kerja sekaligus memahami pentingnya merawat diri secara sadar.

Dalam paparannya, Eldilla menjelaskan bahwa self-care atau perawatan diri merupakan bentuk perhatian terhadap diri sendiri yang dapat dilakukan melalui perawatan aspek fisik, mental, dan emosional. Merawat diri tidak identik dengan mengabaikan tanggung jawab, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh dan pikiran agar tetap sehat dan seimbang. Mengabaikan kebutuhan diri secara terus-menerus, menurutnya, dapat berkontribusi pada penumpukan stres hingga kelelahan fisik dan emosional.

Pembahasan kemudian diarahkan pada tiga aspek sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, physical self-care atau perawatan fisik, antara lain melalui istirahat yang cukup, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, aktif bergerak, dan berolahraga. Dalam materi yang disampaikan, waktu tidur selama sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam menjadi salah satu contoh bentuk perhatian terhadap kebutuhan tubuh.

Aspek berikutnya adalah mental self-care, yaitu kebiasaan yang dilakukan secara sadar untuk membantu mengelola pikiran dan emosi. Meditasi atau latihan pernapasan, membaca, menulis jurnal, mempelajari hal baru, hingga membatasi paparan media sosial menjadi beberapa contoh yang dibahas dalam kegiatan tersebut. Praktik tersebut pada dasarnya bertujuan memberikan ruang bagi seseorang untuk menjernihkan pikiran dan menjaga keseimbangan emosinya.

Sementara itu, social self-care menekankan pentingnya membangun dan memelihara hubungan yang sehat serta suportif. Manusia membutuhkan interaksi dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, meluangkan waktu bersama keluarga atau sahabat, berani meminta bantuan ketika menghadapi persoalan, serta menetapkan batasan terhadap hal-hal yang berpotensi menguras energi mental menjadi bagian dari perawatan diri.

Diskusi menjadi semakin menarik ketika salah seorang peserta, Idi Muamar, mengangkat pertanyaan mengenai cara mengendalikan amarah saat seseorang sedang menghadapi banyak persoalan. Menanggapi hal tersebut, Eldilla mengajak peserta melihat pengendalian emosi dari berbagai pendekatan. Mengambil jarak sejenak dari situasi yang menjadi pemicu, menenangkan diri, melakukan kegiatan yang positif, serta memperkuat rasa syukur menjadi beberapa hal yang dibahas dalam sesi tersebut. Diskusi juga menyentuh pendekatan spiritual sebagai salah satu cara yang dapat dilakukan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Menambahkan perspektif dalam diskusi, Bisma Alfa Arif Wicaksono membagikan pengalamannya dalam mengelola emosi melalui penyaluran energi ke aktivitas fisik. Menurutnya, olahraga atau kegiatan fisik dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menyalurkan energi ketika sedang berada dalam kondisi emosional. Pandangan tersebut kemudian menjadi bagian dari pertukaran pengalaman antarpeserta mengenai cara setiap individu mengenali dan mengelola emosinya.

Melalui Jumat Berilmu kali ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga keseimbangan hidup dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Merawat tubuh, memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat, menjaga hubungan yang sehat, serta mengenali batas kemampuan diri merupakan bagian dari perhatian yang sering kali terabaikan di tengah kesibukan.

Pada akhirnya, self-care bukan sekadar meluangkan waktu untuk diri sendiri, tetapi juga tentang kesadaran untuk menjaga diri agar tetap memiliki ruang untuk pulih, berpikir dengan jernih, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih seimbang. Pesan inilah yang menjadi benang merah kegiatan Jumat Berilmu: sebelum terus memenuhi berbagai tuntutan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan diri sendiri. (SI/Kaltimtara)

Foto Terkait Kilas Peristiwa

Floating Icon