Kinerja APBN dan APBD Kalimantan Timur s.d 31 Mei 2025
Novika Diah Anggraeni
Senin, 30 Juni 2025 |
1024 kali
Samarinda, Juni 2025 –
Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Memasuki Triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat sebesar 4,08
persen (y-on-y) dan mendominasi perekonomian di Pulau Kalimantan dengan
kontribusi sebesar 46,99 persen. Dari sisi produksi, sektor Pertambangan dan
Penggalian masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Kaltim pada Triwulan I 2025,
dengan andil 35,34 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan
ekonomi didorong oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa. Neraca perdagangan
regional Kaltim pada Maret 2025 mencatatkan surplus sebesar USD1.336,94 juta,
dengan nilai ekspor mencapai USD1.710,97 juta dan impor sebesar USD374,03
juta. Ekspor Kaltim pada bulan Maret 2025 didominasi oleh sektor pertambangan,
khususnya batu bara, yang berkontribusi sebesar 70,30 persen. Tiongkok menjadi
negara tujuan ekspor utama dengan nilai USD484,21 juta (33,30%), diikuti oleh
India dan Filipina.
Perlambatan jangka pendek perdagangan
internasional akibat kebijakan tarif Presiden Trump juga turut berdampak pada
ekspor komoditas Indonesia. Kondisi ekonomi negara mitra dagang utama Kaltim
masih mengalami pertumbuhan positif meski beberapa menunjukkan tren
perlambatan. Volume impor batu bara Tiongkok sebagai negara utama ekspor Kaltim
sedikit mengalami penurunan pada Maret 2025 akibat stok tinggi dan permintaan
domestik yang lemah. Di sisi lain, aktivitas produksi domestik masih terjaga
ditunjukkan oleh terus berjalannya berbagai proyek pembangunan dan revitalisasi
infrastruktur. Kinerja operasional arus minyak PT Kilang Pertamina
Internasional pada Kuartal I-2025 juga tercatat melebihi target.
Memasuki Mei 2025, Kalimantan Timur tercatat
mengalami inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 1,03 persen, sementara inflasi bulanan
(m-to-m) berada di angka 0,35 persen. Jika dilihat per kabupaten/kota, inflasi
y-on-y tertinggi April 2025 terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara yang
mencapai 1,27 persen, sedangkan inflasi y-on-y terendah tercatat di Kabupaten
Berau sebesar 0,92 persen. Beberapa kelompok pengeluaran utama yang menjadi
penyumbang inflasi tahunan (y-on-y) pada April 2025 antara lain: perawatan
pribadi dan jasa lainnya (inflasi sebesar 8,11?ngan andil 0,52; kelompok
makanan, minuman, dan tembakau (inflasi 1,22?ngan andil 0,37%); serta
penyediaan makanan dan minuman/restoran (inflasi 1,93?ngan andil 0,2%).
Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Timur
pada Februari 2025 menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah
angkatan kerja meningkat menjadi 2,12 juta orang, dengan 2 juta orang di
antaranya bekerja dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,33 persen. Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik menjadi 66,40 persen, disertai
dengan kenaikan partisipasi perempuan. Sektor dengan distribusi penduduk
bekerja terbesar adalah Pertanian (19,19%), Perdagangan (18,50%), dan
Pertambangan serta Penggalian (9,69%). Mayoritas pekerja berstatus
buruh/karyawan/pegawai (49,16%), dan proporsi pekerja informal sedikit
meningkat menjadi 46,92 persen. TPT tertinggi terdapat pada tamatan SMA
(6,88%), sedangkan terendah pada jenjang Diploma ke atas (3,22%). Status
pekerjaan masih didominasi oleh Buruh/Karyawan/Pegawai sebesar 49,16 persen,
sementara proporsi pekerja informal meningkat menjadi 46,92 persen yang didorong
oleh kenaikan pekerja berusaha dibantu buruh tidak tetap. TPT menurut tingkat
pendidikan menunjukkan tamatan SMA memiliki TPT tertinggi yakni 6,88
persen, sedangkan yang terendah terdapat pada jenjang Diploma ke atas.
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) Regional Kalimantan Timur hingga 31 Mei 2025 menunjukkan capaian
Pendapatan Negara sebesar Rp7,37 triliun. Sementara itu, komponen Belanja
Negara telah terealisasi sebesar Rp18,56 triliun, yang merupakan 31,30?ri
total pagu tahunan sebesar Rp56,32 triliun. Kinerja fiskal di Provinsi Kaltim
tetap optimis dengan fokus kepada peningkatan ekonomi dan pembangunan SDM
melalui beberapa program unggulan.
Penerimaan Perpajakan
Hingga akhir Mei 2025, Penerimaan Perpajakan
telah mencapai Rp6,20 triliun. Penerimaan Pajak Dalam Negeri di Kaltim tercatat
sebesar Rp4,82 triliun. Pajak Perdagangan Internasional berhasil mencapai
Rp1,37 triliun. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan Bea Masuk sebesar 152,97%
(y-on-y) dan pertumbuhan Bea Keluar sebesar 217,35% (y-on-y), yang
dipengaruhi oleh kenaikan harga referensi CPO.
Penerimaan Negara Bukan
Pajak (PNBP)
Realisasi PNBP hingga akhir Mei 2025 mencapai
Rp1,17 triliun, atau 55,54?ri target. Capaian PNBP di Kaltim diperoleh dari
PNBP Lainnya yang mencapai Rp957,87 miliar. Sementara itu, dari tujuh Badan
Layanan Umum (BLU) yang ada di Kaltim, berhasil direalisasikan pendapatan
sebesar Rp212,81 miliar, yang utamanya ditopang oleh pendapatan dari jasa
pelayanan pendidikan.
Belanja K/L
Realisasi Belanja Kementerian/Lembaga (K/L)
atau Belanja Pemerintah Pusat hingga akhir Mei 2025 mencapai Rp5,64 triliun
atau 27,01?ri pagu sebesar Rp20,91 triliun. Realisasi belanja K/L ini
terdiri dari Belanja Pegawai Rp3,55 triliun, Belanja Barang Rp3,49 triliun, Belanja
Modal Rp13,84 triliun, dan Belanja Bantuan Sosial Rp10,74 miliar.
Transfer ke Daerah
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sampai
dengan 31 Mei 2025 mencapai Rp12,91 triliun, atau 33,64?ri pagu sebesar
Rp38,41 triliun. Realisasi TKD ini didominasi oleh penyaluran Dana Bagi Hasil
(DBH) sebesar Rp9,48 triliun. Selain itu, terdapat penyaluran Dana Alokasi Umum
(DAU) sebesar Rp2,28 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar
Rp838,33 miliar dan Dana Desa sebesar Rp295,39 miliar.
APBD Kalimantan Timur
Secara agregat, capaian Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada Pemerintah Daerah di Kalimantan Timur hingga bulan Mei 2025 adalah sebesar Rp14,99 triliun. Pendapatan ini didominasi oleh Dana Transfer, yang mengindikasikan dukungan dana dari pusat masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan di Kalimantan Timur. Sementara itu, realisasi Belanja APBD hingga bulan Mei 2025 tercatat sebesar Rp9,59 triliun (12,59?ri pagu), dan didominasi oleh komponen Belanja Operasi.