Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Timur dan Utara
Kabar APBN Regional Kalimantan Timur dan Utara Realisasi sampai dengan 31 Januari 2025

Kabar APBN Regional Kalimantan Timur dan Utara Realisasi sampai dengan 31 Januari 2025

Novika Diah Anggraeni
Selasa, 25 Februari 2025 |   236 kali

Samarinda, (19/2) – Pada Januari 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 0,21?ngan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,86. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,36?ngan IHK sebesar 106,47 dan terendah terjadi di Kota Samarinda sebesar 0,10?ngan IHK sebesar 105,26. Sebaliknya, terjadi deflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,13?ngan IHK sebesar 106,20.

Sedangkan di Kalimantan Utara terjadi inflasi y-on-y sebesar -0,12?ngan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,29. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Nunukan sebesar 0,22?ngan IHK sebesar 103,38 dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar -0,93?ngan IHK sebesar 103,52.

Inflasi y-on-y dimaksud terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Pada bulan Januari 2025 harga acuan batubara di Kalimantan Timur sebesar USD 124,01 mengalami kenaikan dari periode bulan Desember 2024. Sementara harga CPO bulan Januari 2025 cenderung mengalami penurunan yang terlihat dari harga acuan CPO bulan Februari 2025 sebesar USD 955,44 dari sebelumnya USD 1059,54 pada Januari 2025. Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 147,36 meningkat 1,38% month to month (mtm). Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 177,31 dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 120,33 yang berarti petani mengalami surplus/kenaikan daya beli karena harga yang mereka terima mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang mereka bayar terhadap tahun dasar (2018=100). Pada Januari 2025, terdapat empat subsektor yang mengalami kenaikan NTP yaitu subsektor hortikultura 4,57%, subsektor perikanan sebesar 1,03%, dan subsektor tanaman pangan sebesar 0,66%.

Sementara itu, Kalimantan Utara tercatat mengalami deflasi tahunan sebesar -0,12% y-on-y dan deflasi bulanan -1,35% mtm. Inflasi ini berada di bawah inflasi nasional periode Januari yang sebesar 0,76% y-on-y. Komoditas utama penyumbang deflasi bulanan mtm ialah tarif listrik. NTP Kalimantan Utara pada Januari 2025 sebesar 117,34 atau naik 2,19% mtm. Peningkatan NTP disebabkan oleh peningkatan It sebesar 1,33% atau lebih cepat dibandingkan Ib yang mengalami penurunan sebesar -0,85%. Adapun Nilai Tukar Nelayan (NTN) Kalimantan Utara pada Januari 2025 sebesar 104,75 naik 0,89% mtm.

IPM Kaltara tahun 2024 mencapai 73,41 (Tinggi). Jumlah penduduk miskin Kaltara Maret 2024 sebanyak 47,83 ribu (6,32%) atau berkurang 100 jiwa (0,13%) dibanding Maret 2023. Gini ratio Provinsi Kaltara tercatat sebesar 0,264 (Maret 2024), sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,90% (Agustus 2024).

Realisasi APBN Kalimantan Timur sampai dengan 31 Januari 2025 mencatatkan Pendapatan Negara sebesar Rp2,96 triliun, terkontraksi -5,47 % y-on-y sedangkan komponen Belanja Negara terealisasi sebesar Rp3,72 triliun, tumbuh negatif sebesar -70,24 % y-on-y. Defisit tercatat sebesar -Rp0,75 triliun

Adapun realisasi APBN di Kalimantan Utara sampai dengan 31 Januari 2025 mencatatkan Pendapatan Negara sebesar Rp165,8 miliar, terkontraksi -23,41% y-on-y sedangkan komponen Belanja Negara terealisasi sebesar Rp944,06 miliar, tumbuh negatif sebesar -23,31 % y-on-y sehingga mengalami defisit sebesar -Rp778,27 miliar

Penerimaan Perpajakan

Penerimaan perpajakan dalam negeri di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terealisasi sebesar Rp2,098 triliun (6,05?ri target). Capaian ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar sebesar 23,40 % y-on-y.

Penerimaan Pajak di Kalimantan Timur dan Utara didominasi oleh Jenis Pajak Dalam Negeri yakni PPh non migas dengan nominal Rp1,061 triliun atau berkontribusi 7,48?ri target, realisasi tersebut tumbuh 25,01?ri tahun lalu.

Penerimaan terbesar kedua adalah dari PPN dan PPnBM dengan nominal Rp0,956 triliun atau  berkontribusi 4,79?ri target, realisasi tersebut tumbuh 18,06?ri tahun lalu.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Realisasi PNBP di Kalimantan Timur sampai dengan Januari 2025 mencapai Rp0,16 triliun (7,69?ri target), tumbuh negatif sebesar -70,24% y-on-y. Penerimaan tersebut terutama disumbang oleh komponen PNBP Lainnya dengan contributor terbesar Pendapatan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan Pendapatan BLU yang ditopang oleh pendapatan jasa bandara, kepelabuhanan dan kenavigasian

Sedangkan di Kalimantan Utara tercatat perolehan PNBP mencapai Rp24,68 miliar (11?ri target), terkontraksi 71% y-on-y yang dipicu oleh penurunan penerimaan dari PNBP lainnya dan Pendapatan BLU.

Belanja K/L

Realisasi Belanja K/L di wilayah Kalimantan Timur sampai dengan akhir Januari 2025 mencapai Rp0,27 Triliun (1,46?ri pagu Rp18,61 triliun), tumbuh negatif sebesar -26,06% y-on-y. Realisasi belanja terutama dipengaruhi oleh peningkatan belanja Pegawai

Sementara itu realisasi Belanja K/L di wilayah Kalimantan Utara sampai dengan akhir Januari 2025 mencapai Rp100,32 Miliar (3,10?ri pagu Rp3,23 triliun), tumbuh negatif sebesar -25,65% y-on-y. Penurunan ini dikontribusi paling besar oleh penurunan realisasi belanja barang sebesar 72,76%.

Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) di Kalimantan Timur sampai dengan 31 Januari 2025 mencapai Rp3,45 triliun (8,97?ri pagu Rp38,41 triliun), dipengaruhi oleh penyaluran Dana Bagi Hasil Akumulasi realisasi TKD mengalami penurunan -40,36% secara y-on-y dikarenakan penurunan kontribusi Dana Bagi Hasil Pertambangan yang ikut terkoreksi akibat penurunan harga komoditas batubara.

Sementara itu, realisasi TKD di Kalimantan Utara mencapai Rp843,74 miliar (9,36?ri pagu Rp9,01 triliun), dipengaruhi oleh penyaluran Dana Bagi Hasil Akumulasi realisasi TKD mengalami penurunan -40,36% secara y-on-y. Realisasi ini mengalami penurunan capaian sebesar Rp252,32 miliar atau 23,02% (y-on-y).  Hal ini disebabkan oleh terjadinya penurunan nominal yang cukup signifikan atas realisasi di semua pos anggaran untuk TKD kecuali Dana Alokasi Umum yang naik Rp95,67 miliar atau sebesar 25,54%.

Deviasi Belanja TKD bulan Januari 2025 sebesar Rp138,86 miliar (19,70%, understated) dikarenakan terdapat porsi anggaran pada Dana Alokasi Umum yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. (nda)

Sumber Data; 

Rilis BPS Kaltim dan BPS Kaltara

Data ALCo Januari 2025

Floating Icon