Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Timur dan Utara
Tanamkan Budaya Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil DJKN Kaltimtara Gandeng BPBD Kota Samarinda Adakan Simulasi Evakuasi Bencana Gempa Bumi

Tanamkan Budaya Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil DJKN Kaltimtara Gandeng BPBD Kota Samarinda Adakan Simulasi Evakuasi Bencana Gempa Bumi

Arum Ratna Dewi
Rabu, 06 Desember 2023 |   163 kali

Bertempat di Aula Harmonis, Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara Lt 2, Samarinda pada Rabu (29/11), Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara berkolaborasi dengan BPBD Kota Samarinda mengadakan kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan melibatkan seluruh Pegawai dan PPNPN. Simulasi yang juga diikuti oleh Pegawai KPKNL Samarinda ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Pegawai mengenai kewaspadaan bencana serta untuk melatih kesiapsiagaan Pegawai dalam mengambil sikap dan tindakan ketika menghadapi bencana gempa bumi.

Mengawali kegiatan, Kepala Bidang Lelang Mochamad Faisol mewakili Pimpinan Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Kantor Vertikal Kementerian Keuangan sebagai bagian dari implementasi pedoman keberlangsungan bisnis Kementerian Keuangan sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 520/KM.01/2021, untuk itu masing-masing Pegawai diharapkan dapat mengikuti kegiatan simulasi dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya beliau menyampaikan pula bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membentuk budaya kesiapsiagaan bencana, sehingga seluruh Pegawai selalu menjaga kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan bencana dan dapat mencegah korban jiwa yang tidak diinginkan.

Hadir sebagai perwakilan dari BPBD Kota Samarinda, Analis Kebencanaan Ahli Muda Hamzah Umar dan Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Mohammad Iskandar. Sebelum simulasi dimulai terlebih dahulu dilaksanakan briefing oleh Hamzah Umar. Briefing difokuskan pada penyampaian hal-hal yang harus diketahui dan dilakukan oleh setiap Pegawai yakni kondisi sebelum terjadinya gempa, saat terjadi gempa dan pasca gempa. Memulai penjelasannya, Hamzah menyampaikan meskipun Gedung Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara termasuk berada di zona yang relatif aman dari bencana gempa, namun pengetahuan kesiapsiagaan bencana ini penting agar setiap Pegawai memiliki kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup jika suatu saat menemui kejadian yang sesungguhnya, karena faktanya sebagian besar korban bencana tidak siap dengan kondisi yang terjadi dan panik karena tidak memiliki pengetahuan harus berbuat apa.

Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh jajaran Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara serta KPKNL Samarinda menjadi pribadi yang senantiasa tanggap bencana dan mampu bergerak cepat dan tepat sesuai prosedur sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Dalam kesempatan ini Bapak Hamzah Umar menjelaskan peta rawan bendana dan bencana yang mungkin dapat terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Gempa bumi ialah suatu bencana alam yang bisa memunculkan bencana-bencana lainnya seperti kebakaran, banjir, tsunami dan tanah longsor.

“Apabila terdapat gempa bumi lebih dari 30 detik, kita wajib berlindung dibawah meja, kursi, rangka bangunan atau benda-benda yang keras dan bisa melindungi diri kita. Setelah gempa berhenti, barulah kita bergegas keluar dari bangunan menuju ke titik kumpul dengan melindungi bagian kepala kita” jelasnya.

Selanjutnya Tim BPBD Kota Samarinda memberikan materi berupa arahan dan petunjuk tentang yang harus diketahui dan dilakukan pada kondisi sebelum terjadinya gempa yakni dengan menganalisa lingkungan sekitar, misalnya mengenali arah jalur evakuasi, posisi aman untuk berlindung saat terjadi gempa, bagaimana menggunakan peralatan di sekitar yang dapat digunakan untuk melindungi diri sendiri, Kondisi berikutnya adalah pada saat terjadi gempa, dicontohkan posisi berlindung dibawah meja, menggunakan kursi untuk melindungi diri, bagaimana melindungi bagian kepala, serta sedapat mungkin menjauh dari area berjendela kaca atau bahan yang mudah pecah. Kondisi terakhir yakni kondisi pasca gempa, diantaranya berkumpul di titik kumpul(assembly point) dan mencari tahu ada/tidaknya korban.

Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam mendukung kesiapsiagaan bencana antara lain, regulasi sistem yang telah disusun secara terstruktur dimana setiap kantor diharapkan memiliki tim siaga bencana, SDM yang terlatih, dan sarana prasarana khusus penyelamatan yang memadai. Adapun sarana penanggulangan bencana yang dimiliki Gedung Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara cukup lengkap dan dalam kondisi layak berupa alarm darurat, petunjuk arah menuju titik kumpul yang memadai serta lapangan titik kumpul yang luas setara dengan jumlah Pegawai. Bapak Umar merekomendasikan untuk dilakukan pengecekan ketersediaan dan kondisi alat-alat evakuasi secara rutin, untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana dapat mendukung dan siap sedia apabila terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan

Setelah melaksanakan briefing, agenda berikutnya adalah simulasi kesiapsiagaan dan evakuasi bencana gempa. Dipandu Mohammad Iskandar, seluruh Pegawai dilatih langsung bagaimana cara menyelamatkan diri, evakuasi diri dan bertemu di titik kumpul. Bapak Iskandar kemudian membagi Pegawai berdasarkan lantai dan beberapa Pegawai diberikan peran untuk melakukan simulasi. Tiap lantai memiliki captain floor yang bertugas sebagai penanggung jawab, petugas pangaman aset yang bertanggung jawab memastikan keamanan fisik dokumen dan surat yang sekiranya akan menyulitkan proses bisnis kantor jika sampai musnah dan petugas master point yang mengabsen seluruh Pegawai dan memastikan semua sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.

Prosedur evakuasi diawali dengan alarm pertama yang dibunyikan sebagai pertanda terjadinya gempa, dilanjutkan dengan pengumuman terjadinya gempa dan pelaksanaan prosedur berlindung di ruangan masing-masing. Selanjutnya alarm kedua dibunyikan dan dilanjutkan dengan aba-aba untuk proses evakuasi ke titik kumpul, seluruh Pegawai dengan sigap bergegas keluar gedung bersama berkas dan barang berharga yang perlu diselamatkan. Mereka melalui tangga mengikuti captain floor yang berjaga di setiap lantai. Para Pegawai diminta tetap tenang dan menerapkan hal-hal yang disampaikan sebelumnya. Captain floor melakukan pengecekan (sweeping) seluruh Pegawai di lantai yang menjadi tanggung-jawabnya, kemudian melaporkan kepada incident commander dan yang terakhir pernyataan selesai dari incident commander.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh Pegawai. Pada sesi penutup Hamzah Umar menyampaikan bahwa simulasi kesiapsiagaan dan evakuasi bencana gempa bumi berjalan dengan tertib dan kondusif, seluruh Pegawai telah mengaplikasikan prosedur yang disampaikan sebelumnya. Dengan mengikuti simulasi ini, para Pegawai telah memiliki pengalaman untuk melaksanakan evakuasi jika terjadi bencana yang sesungguhnya.

Bencana merupakan sesuatu yang tidak bisa ditebak kemunculannya, untuk itu semua orang harus mendapatkan bekal mengenai apa yang harus dilakukan jika muncul keadaan darurat. Karena keselamatan seluruh Pegawai adalah yang utama. (NDA)

Foto Terkait Berita

Floating Icon