Tanamkan Budaya Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil DJKN Kaltimtara Gandeng BPBD Kota Samarinda Adakan Simulasi Evakuasi Bencana Gempa Bumi
Arum Ratna Dewi
Rabu, 06 Desember 2023 |
163 kali
Bertempat di Aula Harmonis, Kantor
Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara Lt 2, Samarinda pada Rabu (29/11), Kantor
Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara berkolaborasi dengan BPBD Kota
Samarinda mengadakan kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana
gempa bumi dengan melibatkan seluruh Pegawai dan PPNPN. Simulasi yang juga
diikuti oleh Pegawai KPKNL Samarinda ini diselenggarakan sebagai upaya untuk
meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Pegawai mengenai kewaspadaan bencana
serta untuk melatih kesiapsiagaan Pegawai dalam mengambil sikap dan tindakan
ketika menghadapi bencana gempa bumi.
Mengawali kegiatan, Kepala Bidang
Lelang Mochamad Faisol mewakili Pimpinan Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur
dan Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di
seluruh Kantor Vertikal Kementerian Keuangan sebagai bagian dari implementasi
pedoman keberlangsungan bisnis Kementerian Keuangan sebagaimana diamanatkan
dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 520/KM.01/2021, untuk itu masing-masing
Pegawai diharapkan dapat mengikuti kegiatan simulasi dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya
beliau menyampaikan pula bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membentuk budaya
kesiapsiagaan bencana, sehingga seluruh Pegawai selalu menjaga kewaspadaan
dalam menghadapi kemungkinan bencana dan dapat mencegah korban jiwa yang tidak
diinginkan.
Hadir sebagai perwakilan dari BPBD
Kota Samarinda, Analis Kebencanaan Ahli Muda Hamzah Umar dan Penata
Penanggulangan Bencana Ahli Muda Mohammad Iskandar. Sebelum simulasi dimulai terlebih
dahulu dilaksanakan briefing oleh Hamzah Umar. Briefing difokuskan
pada penyampaian hal-hal yang harus diketahui dan dilakukan oleh setiap Pegawai
yakni kondisi sebelum terjadinya gempa, saat terjadi gempa dan pasca
gempa. Memulai penjelasannya, Hamzah menyampaikan meskipun Gedung Kantor
Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara termasuk berada di zona yang relatif
aman dari bencana gempa, namun pengetahuan kesiapsiagaan bencana ini penting
agar setiap Pegawai memiliki kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup jika suatu
saat menemui kejadian yang sesungguhnya, karena faktanya sebagian besar korban
bencana tidak siap dengan kondisi yang terjadi dan panik karena tidak memiliki
pengetahuan harus berbuat apa.
Melalui simulasi ini, diharapkan
seluruh jajaran Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara serta KPKNL
Samarinda menjadi pribadi yang senantiasa tanggap bencana dan mampu bergerak
cepat dan tepat sesuai prosedur sehingga dampak yang ditimbulkan dapat
diminimalkan. Dalam kesempatan ini Bapak Hamzah Umar menjelaskan peta rawan
bendana dan bencana yang mungkin dapat terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Gempa bumi ialah
suatu bencana alam yang bisa memunculkan bencana-bencana lainnya seperti
kebakaran, banjir, tsunami dan tanah longsor.
“Apabila terdapat gempa bumi
lebih dari 30 detik, kita wajib berlindung dibawah meja, kursi, rangka bangunan
atau benda-benda yang keras dan bisa melindungi diri kita. Setelah gempa
berhenti, barulah kita bergegas keluar dari bangunan menuju ke titik kumpul
dengan melindungi bagian kepala kita” jelasnya.
Selanjutnya Tim BPBD Kota Samarinda
memberikan materi berupa arahan dan petunjuk tentang yang harus diketahui dan
dilakukan pada kondisi sebelum terjadinya gempa yakni dengan menganalisa
lingkungan sekitar, misalnya mengenali arah jalur evakuasi, posisi aman untuk
berlindung saat terjadi gempa, bagaimana menggunakan peralatan di sekitar yang
dapat digunakan untuk melindungi diri sendiri, Kondisi berikutnya adalah pada
saat terjadi gempa, dicontohkan posisi berlindung dibawah meja, menggunakan
kursi untuk melindungi diri, bagaimana melindungi bagian kepala, serta sedapat
mungkin menjauh dari area berjendela kaca atau bahan yang mudah pecah. Kondisi
terakhir yakni kondisi pasca gempa, diantaranya berkumpul di titik kumpul(assembly
point) dan mencari tahu ada/tidaknya korban.
Beberapa hal yang perlu disiapkan
dalam mendukung kesiapsiagaan bencana antara lain, regulasi sistem yang telah
disusun secara terstruktur dimana setiap kantor diharapkan memiliki tim siaga
bencana, SDM yang terlatih, dan sarana prasarana khusus penyelamatan yang
memadai. Adapun sarana penanggulangan bencana yang dimiliki Gedung Kantor
Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara cukup lengkap dan dalam kondisi layak
berupa alarm darurat, petunjuk arah menuju titik kumpul yang memadai serta
lapangan titik kumpul yang luas setara dengan jumlah Pegawai. Bapak Umar
merekomendasikan untuk dilakukan pengecekan ketersediaan dan kondisi alat-alat
evakuasi secara rutin, untuk memastikan
seluruh sarana dan prasarana dapat mendukung dan siap sedia apabila terjadi
suatu kejadian yang tidak diinginkan
Setelah melaksanakan briefing,
agenda berikutnya adalah simulasi kesiapsiagaan dan evakuasi bencana gempa.
Dipandu Mohammad Iskandar, seluruh Pegawai dilatih langsung bagaimana cara menyelamatkan
diri, evakuasi diri dan bertemu di titik kumpul. Bapak Iskandar kemudian
membagi Pegawai berdasarkan lantai dan beberapa Pegawai diberikan peran untuk
melakukan simulasi. Tiap lantai memiliki captain floor yang bertugas
sebagai penanggung jawab, petugas pangaman aset yang bertanggung jawab
memastikan keamanan fisik dokumen dan surat yang sekiranya akan menyulitkan
proses bisnis kantor jika sampai musnah dan petugas master point yang
mengabsen seluruh Pegawai dan memastikan semua sudah berhasil dievakuasi dengan
selamat.
Prosedur evakuasi diawali dengan alarm
pertama yang dibunyikan sebagai pertanda terjadinya gempa, dilanjutkan dengan
pengumuman terjadinya gempa dan pelaksanaan prosedur berlindung di ruangan
masing-masing. Selanjutnya alarm kedua dibunyikan dan dilanjutkan dengan
aba-aba untuk proses evakuasi ke titik kumpul, seluruh Pegawai dengan sigap bergegas
keluar gedung bersama berkas dan barang berharga yang perlu diselamatkan.
Mereka melalui tangga mengikuti captain floor yang berjaga di setiap
lantai. Para Pegawai diminta tetap tenang dan menerapkan hal-hal yang
disampaikan sebelumnya. Captain floor melakukan pengecekan (sweeping)
seluruh Pegawai di lantai yang menjadi tanggung-jawabnya, kemudian melaporkan
kepada incident commander dan yang terakhir pernyataan selesai dari incident
commander.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul
09.00 WITA tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh Pegawai. Pada sesi
penutup Hamzah Umar menyampaikan bahwa simulasi kesiapsiagaan dan evakuasi
bencana gempa bumi berjalan dengan tertib dan kondusif, seluruh Pegawai telah
mengaplikasikan prosedur yang disampaikan sebelumnya. Dengan mengikuti simulasi
ini, para Pegawai telah memiliki pengalaman untuk melaksanakan evakuasi jika
terjadi bencana yang sesungguhnya.
Bencana merupakan sesuatu yang
tidak bisa ditebak kemunculannya, untuk itu semua orang harus mendapatkan bekal
mengenai apa yang harus dilakukan jika muncul keadaan darurat. Karena
keselamatan seluruh Pegawai adalah yang utama. (NDA)
Foto Terkait Berita