Monitor Program Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Lingkungan, Kanwil DJKN Kalimantan Timur Dan Utara Kunjungi Kampung Edukasi Sampah
Arum Ratna Dewi
Rabu, 14 September 2022 |
330 kali
Sebagai wujud komitmen dan kepedulian terhadap upaya pemberdayaan
masyarakat berwawasan lingkungan, Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan
Utara beserta PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Banjarmasin sejak
bulan April 2022 berkolaborasi mendukung pengembangan Kampung Edukasi Sampah
yang berada di Bengkuring, RT 43 Kelurahan Sempaja Timur, Kota
Samarinda. Untuk mengetahui dan memantau pelaksanaan program yang bersumber
dari dana hibah CSR tersebut maka pada hari Jum’at (2/9) Kepala Kantor Wilayah
DJKN Kalimantan Timur dan Utara Kusumawardhani melakukan kunjungan ke lokasi Kampung
Edukasi Sampah.
Turut mendampingi Kusumawardhani dalam kegiatan silaturahmi sekaligus monev
CSR dimaksud yakni Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan
Utara Sutarno, serta Kepala Bidang Piutang Negara Ahmad Andi Rivai. Dalam
diskusi yang berlangsung interaktif, Muhammad Taufik
Syam, selaku Ketua RT 43
sekaligus inisiator Bank Sampah Kejujuran Kampung Edukasi Sampah beserta Yusri
selaku Ketua Bank Sampah membeberkan beragam prestasi membanggakan yang telah
dicapai melalui program Kampung Edukasi Sampah diantaranya peningkatan ekonomi
warga setempat melalui Bank Sampah Kejujuran, terpilihnya RT 043 sebagai wakil
Provinsi Kalimantan Timur dalam kompetisi nasional Pengelolaan Sampah pada
bulan Oktober mendatang, kaderisasi pengelolaan sampah organik, kerjasama
dengan Politeknik Negeri Samarinda dalam mengedukasi warga mengubah sampah
menjadi barang bernilai ekonomis dan masih banyak lagi.
“Keberadaan fasilitas lingkungan di RT 43 Kampung Edukasi Sampah tidak
hanya untuk warga sekitar saja tapi banyak masyarakat, kalangan akademik dan
komunitas pecinta lingkungan berkunjung untuk belajar dan sharing bersama” ujar
Taufik.
Tak lupa didemonstrasikan pula kreasi alat pengolahan sampah organik yang
diberi nama ROTOK ETAM dan sprinkler anti hama otomatis yang diberi nama
SAHO. “Inovasi ini merupakan solusi penanganan sampah organik sekaligus media
tanam dalam mendukung urban farming dan ketahanan pangan warga” tandas
Taufik.
Selain itu, disampaikan bahwa bantuan hibah CSR sangat terasa manfaatnya,
saat ini warga setempat memiliki kesadaran terhadap masalah lingkungan dan RT
43 memiliki beragam penanganan lingkungan secara mandiri berupa hidroponik,
tong komposter aerob, biopori, sumur resapan serta terdapat fasilitas
pengolahan sampah plastik dengan mesin pencacah plastik.
Dalam kunjungan tersebut dilakukan juga peninjauan ke lokasi mesin pencacah
plastik yang masih beroperasi dengan baik. Dengan jadwal penimbangan setoran
sampah setiap hari Sabtu, warga dapat membawa limbah guna ulang dan daur ulang
untuk dicacah dengan mesin, sedangkan untuk sampah organik biasanya diolah
sendiri oleh warga sesuai kemampuan dan sisanya dibuang bersama sampah berjenis
B3 dalam bungkus yang terpilah ke TPA.
Yusri mengungkapkan bahwa kunjungan ini menambah semangat
dan motivasi dalam menata lingkungan, mengelola sampah dan memberdayakan
masyarakat untuk mengurangi sampah menjadi kreasi yang bernilai. Taufik menambahkan
bahwa Kampung Edukasi Sampah akan terus berupaya meningkatkan kapasitasnya dalam
pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan melalui inovasi serta
kerjasama pengembangan dan pelatihan teknis. (tulisan/foto: novika diah)
Foto Terkait Berita