Tingkat Kapitalisasi Tanah Kosong di Kota Balikpapan
Muhammad Faris Nuruddin
Selasa, 26 Agustus 2025 |
1045 kali
PENDAHULUAN
1) Latar
belakang
Kota Balikpapan, yang
secara strategis berfungsi sebagai "beranda" dari Ibu Kota Negara
(IKN) Nusantara, tengah mengalami transformasi ekonomi dan pembangunan
infrastruktur yang pesat. Perkembangan ini secara langsung mengakibatkan
dinamika pasar properti yang signifikan. Perkembangan infrastruktur, migrasi
penduduk, dan investasi pemerintah di IKN diperkirakan akan memicu peningkatan
permintaan dan nilai properti di Balikpapan dan menjadikannya salah satu
destinasi investasi yang paling menarik di Indonesia. Di antara berbagai jenis
properti, tanah kosong memegang peranan unik sebagai instrumen investasi.
Secara tradisional, keuntungan dari investasi tanah kosong dipandang berasal
dari apresiasi nilai aset atau capital
gain dalam jangka panjang.
Potensi tanah kosong
sebagai aset yang mampu menghasilkan pendapatan sewa aktif (cash flow) seringkali kurang
dieksplorasi. Padahal, tanah kosong dapat disewakan untuk beragam kebutuhan
komersial sementara seperti lahan parkir, depot logistik, atau sentra kuliner.
Pemahaman terhadap potensi pendapatan ini menjadi krusial dalam mengevaluasi kelayakan
investasi secara menyeluruh
2) Rumusan
masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, penelitian ini merumuskan beberapa masalah kunci:
● Bagaimana karakteristik tingkat kapitalisasi properti berupa tanah kosong di Kota Balikpapan berdasarkan data yang tersedia?
● Berapakah rata-rata, nilai minimum, dan nilai maksimum tingkat kapitalisasi tanah kosong di Kota Balikpapan?
LANDASAN TEORI
Dalam analisis
investasi properti, beberapa istilah kunci memiliki peran sentral:
Tingkat
Kapitalisasi (Capitalization Rate atau Cap Rate) adalah rasio yang
merepresentasikan tingkat pengembalian (rate
of return) dari sebuah investasi properti berdasarkan pendapatan yang
diharapkan akan dihasilkannya. Metrik ini adalah salah satu alat yang paling
umum digunakan untuk menilai properti penghasil pendapatan.

Nilai
Pasar (Market Value)
Nilai
pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau
dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam
suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
kedua pihak masingmasing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
kehati-hatian, dan tanpa paksaan. Dalam konteks tingkat kapitalisasi, nilai
properti didasarkan pada harga jual di pasar yang kompetitif, yang umum disebut
nilai pasar.
Pendapatan
Operasional Bersih (Net Operating Income - NOI)
Pendapatan
operasional bersih adalah pendapatan kotor efektif setelah dikurangi total
biaya operasional. Biaya operasional ini mencakup biaya tetap (seperti pajak
properti tahunan), biaya variabel (seperti pemeliharaan bangunan), cadangan
penggantian, dan biaya manajemen, yang merupakan biaya tahunan yang
terus-menerus dikeluarkan untuk meningkatkan pendapatan dan nilai properti.
Untuk
tanah kosong, NOI dapat berasal dari pendapatan sewa tanah setelah dikurangi
biaya operasional terkait, meskipun seringkali tanah kosong mungkin tidak
menghasilkan pendapatan operasional yang signifikan pada saat penilaian,
melainkan potensi pendapatan di masa depan.
Sebuah tingkat kapitalisasi yang lebih tinggi umumnya mengindikasikan potensi pengembalian investasi yang lebih besar, namun sering kali juga disertai dengan risiko yang lebih tinggi. Sebaliknya, tingkat kapitalisasi yang lebih rendah biasanya ditemukan pada aset-aset premium (blue-chip assets) di lokasi strategis, yang mencerminkan risiko yang lebih rendah dan harga aset yang sangat tinggi.
Secara
umum tingkat kapitalisasi menurut publikasi adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Tingkat Kapitalisasi Tanah Kosong
|
Jenis Properti |
Tingkat Kapitalisasi |
|
Lahan Kosong |
0,5% s.d. 2% |
|
Rumah Sewa |
3% s.d. 5% |
|
Ruko dan Rukan |
6% s.d. 9% |
|
Kios dan Toko |
5% s.d. 10% |
|
Apartemen dan Kondominium |
7% s.d. 12% |
Sumber: rumah.com (2014)
Tabel 2. Tingkat Kapitalisasi Tanah Kosong
|
Jenis Properti |
Tingkat Kapitalisasi |
|
Lahan Kosong |
1% s.d. 2% |
|
Rumah Sewa |
3% s.d. 5% |
|
Ruko dan Rukan |
6% s.d. 9% |
|
Kios dan Toko |
5% s.d. 10% |
|
Apartemen dan Kondominium |
7% s.d. 12% |
Sumber: Panangian Simanungkalit (2009)
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer. Data
tingkat kapitalisasi properti berupa tanah kosong di Kota Balikpapan diperoleh
melalui survei langsung, sementara yang lain berasal dari sumber daring seperti
Brighton dan Starproperty.
Sampel penelitian
adalah bidang tanah kosong di wilayah administratif Kota Balikpapan. yang
dikelompokkan berdasarkan kecamatan untuk menganalisis variasi spasial.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif untuk
menghitung rata-rata tingkat kapitalisasi dan analisis komparatif untuk
mengevaluasi perbedaan antar wilayah.
Data penelitian diperoleh melalui kombinasi survei langsung dan pengumpulan data dari platform jual beli properti daring. Dalam konteks penelitian tingkat kapitalisasi properti secara umum, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara dengan pemilik properti atau pihak terkait untuk mendapatkan informasi tentang tingkat sewa dan nilai pasar. Pendekatan ini memastikan data yang relevan dan komprehensif untuk analisis.
ANALISIS DATA
Metode analisis data
dalam penelitian ini berfokus pada perhitungan dan statistik deskriptif:
● Perhitungan Tingkat Kapitalisasi: Tingkat kapitalisasi (Cr) untuk setiap sampel tanah kosong dihitung dengan membagi pendapatan sewa tahunan (Sewa) dengan total harga jual (Jual) properti tersebut. Perhitungan ini konsisten dengan definisi tingkat kapitalisasi sebagai rasio pendapatan operasional bersih terhadap nilai properti.
● Analisis Statistik Deskriptif: Setelah perhitungan tingkat kapitalisasi untuk setiap sampel, analisis statistik deskriptif dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai karakteristik data. Ini mencakup perhitungan:
○
Rata-rata (Mean): Untuk mengetahui
nilai tengah tingkat kapitalisasi.
○ Nilai Minimum (Min): Untuk mengidentifikasi tingkat kapitalisasi terendah.
○ Nilai Maksimum (Max): Untuk mengidentifikasi tingkat kapitalisasi tertinggi.
PEMBAHASAN
Data yang digunakan
dalam penelitian ini berasal dari 26 sampel properti berupa tanah kosong di
Kota Balikpapan. Data ini mencakup informasi mengenai alamat, luas tanah, harga
jual per meter persegi, total harga jual, pendapatan sewa tahunan, pendapatan
sewa per meter persegi per tahun, dan tingkat kapitalisasi (Cr).
Tabel 3: Data Kapitalisasi Properti Tanah Kosong di Kota Balikpapan
|
No. |
Kecamatan |
Jual / m2 |
Sewa / m2 |
Cr |
|
1 |
Balikpapan
Utara |
2.500.000 |
69.214 |
2,77% |
|
2 |
Balikpapan
Utara |
2.500.000 |
83.056 |
3,32% |
|
3 |
Balikpapan
Utara |
2.500.000 |
75.000 |
3,00% |
|
4 |
Balikpapan
Utara |
1.550.000 |
66.667 |
4,30% |
|
5 |
Balikpapan
Utara |
10.000.000 |
333.333 |
3,33% |
|
6 |
Balikpapan
Utara |
600.000 |
25.000 |
4,17% |
|
7 |
Balikpapan
Utara |
600.000 |
15.000 |
2,50% |
|
8 |
Balikpapan
Utara |
2.500.000 |
72.993 |
2,92% |
|
9 |
Balikpapan
Timur |
3.500.000 |
268.730 |
7,68% |
|
10 |
Balikpapan
Timur |
1.500.000 |
25.758 |
1,72% |
|
11 |
Balikpapan
Timur |
1.456.311 |
67.961 |
4,67% |
|
12 |
Balikpapan
Timur |
1.500.000 |
95.000 |
6,33% |
|
13 |
Balikpapan
Timur |
5.000.000 |
104.167 |
2,08% |
|
14 |
Balikpapan
Timur |
1.800.000 |
71.685 |
3,98% |
|
15 |
Balikpapan
Selatan |
12.000.000 |
125.000 |
1,04% |
|
16 |
Balikpapan
Selatan |
3.500.000 |
166.667 |
4,76% |
|
17 |
Balikpapan
Selatan |
8.000.000 |
225.000 |
2,81% |
|
18 |
Balikpapan
Selatan |
7.000.000 |
150.000 |
2,14% |
|
19 |
Balikpapan
Selatan |
10.000.000 |
50.000 |
0,50% |
|
20 |
Balikpapan
Selatan |
5.000.000 |
150.000 |
3,00% |
|
21 |
Balikpapan
Selatan |
8.000.000 |
176.471 |
2,21% |
|
22 |
Balikpapan
Selatan |
5.000.000 |
111.111 |
2,22% |
|
23 |
Balikpapan
Selatan |
10.000.000 |
250.000 |
2,50% |
|
24 |
Balikpapan
Selatan |
2.750.000 |
25.000 |
0,91% |
|
25 |
Balikpapan
Selatan |
12.000.000 |
225.225 |
1,88% |
|
26 |
Balikpapan
Kota |
15.000.000 |
133.929 |
0,89% |
Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 3, dilakukan perhitungan statistik deskriptif untuk tingkat kapitalisasi (Cr) properti tanah kosong di Kota Balikpapan.
Tabel 4: Ringkasan
Statistik Deskriptif Tingkat Kapitalisasi Tanah Kosong di Kota Balikpapan
|
Tingkat Kapitalisasi |
|||
|
Kecamatan |
Min |
Max |
Rata-rata |
|
Balikpapan
Kota |
0,89% |
0,89% |
0,89% |
|
Balikpapan
Selatan |
0,50% |
4,76% |
2,18% |
|
Balikpapan
Timur |
1,72% |
7,68% |
4,41% |
|
Balikpapan
Utara |
2,50% |
4,30% |
3,29% |
Dari Tabel 4, dapat diamati bahwa tingkat kapitalisasi tanah kosong di Kota Balikpapan memiliki rentang yang cukup lebar, dari 0,50% hingga 7,68%. Rata-rata tingkat kapitalisasi, ketika adalah 2,99% untuk tanah kosong di Balikpapan menunjukkan potensi pengembalian pendapatan tahunan relatif terhadap nilai properti tanah kosong. Rentang yang luas dari 0,50% hingga 2,99% mengindikasikan heterogenitas pasar tanah kosong di Balikpapan.
Nilai yang sangat rendah (0,50% 0,89%) mungkin mencerminkan properti di lokasi premium dengan nilai pasar yang sangat tinggi namun pendapatan sewa saat ini relatif rendah, seringkali karena properti tersebut dibeli lebih untuk apresiasi modal jangka panjang daripada pendapatan sewa langsung. Sebaliknya, nilai yang sangat tinggi (6,33?n 7,68%) bisa menunjukkan properti dengan harga jual yang relatif rendah namun menghasilkan pendapatan sewa yang signifikan, atau mungkin ada anomali dalam data.
Tingkat kapitalisasi
yang rendah pada properti dapat mengindikasikan harapan akan nilai sewa yang
lebih tinggi di masa depan atau ekspektasi apresiasi nilai properti yang kuat. Dalam konteks
Balikpapan yang merupakan kota penyangga IKN, investor mungkin memegang tanah
kosong dengan ekspektasi apresiasi nilai yang signifikan di masa depan, yang
akan membuat nilai pasar tanah menjadi tinggi relatif terhadap pendapatan sewa
saat ini, sehingga menghasilkan tingkat kapitalisasi yang lebih rendah.
***
Penulis: Raden Danang Dwi Kurniawan, Haqlino, dan Agung Iman Setyawan (Pejabat Fungsional Penilai Pemerintah pada KPKNL Balikpapan)
REFERENSI
●
Appraisal Institute. (2008). The
Appraisal of Real Estate 13th Edition. Chicago.
●
Purnomo, B. (2023). Tingkat
Kapitalisasi Tanah Kosong di Kota Denpasar. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan
Akuntansi (JISMA) Vol.2 No.4 Oktober 2023, 2.
●
Sukmawati, E. E. (2025, Juli 25).
https://media.neliti.com/media/publications/. Diambil kembali dari
https://media.neliti.com:
https://media.neliti.com/media/publications/73065-ID-analisis-fundamental-dengan-pendekatan-p.pdf
●
Jud, G. D. and Winkler, D. T. (1995). The Capitalization Rate of
Commercial Properties and Market Returns. Journal
of Real Estate Research, 10(5), 509-518.
●
Santoso. (2022). Tingkat Sewa Pada Tanah Kosong di Provinsi DKI
Jakarta. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen,
dan Akuntansi (JISMA), 1(5), 725-728.
●
Putra, S. G. (2021). Capitalization Rate on Residential Sector
in Mataram. Iqtishaduna, Jurnal Ekonomi
& Keuangan Islam, 12(2).
●
Syah, F. M., Fachrudin, H. T., & Siahaan, E. (2025). Faktor
yang Mempengaruhi Tingkat Kapitalisasi Properti Gudang Milik PT.KIM. COSTING: Journal of Economic, Business and
Accounting, 8(1), 343-356.
●
Lust, K. M. (1997). Real
Estate Valuation Principles and Application. USA: IRWIN.
(data
yang disajikan merupakan data per Juli 2025)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |