Meneladani Rasululloh SAW dalam Menjaga Integritas
Arum Ratna Dewi
Jum'at, 06 Desember 2024 |
1455 kali
Kita tentu
sudah tidak asing dengan kata “Integritas”.
Apa itu
integritas?
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian integritas adalah mutu, sifat,
atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan
kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran
Mengutip
dari kamus kompetensi perilaku KPK, integritas artinya bertindak secara
konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai
yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia
bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).
Integritas
adalah keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan tindakan yang baik
serta benar.
Rasulullah
SAW senantiasa menunjukkan sifat shiddiq, yaitu keselarasan antara hati,
pikiran, perkataan, dan tindakan yang merupakan ciri khas beliau.
Hati
berhubungan dengan iman, pikiran berhubungan dengan ilmu, sementara perkataan
dan perbuatan berhubungan dengan amal soleh.
Integritas
dimulai dari hati (qalbu). Ketika hati dipandu oleh iman bahwa Allah SWT selalu
mengawasi kita, mencatat setiap amal kita, dan akan meminta pertanggungjawaban
kita di akhirat, maka dari keyakinan ini lahir pikiran yang positif, ucapan
yang jujur, dan tindakan yang sesuai dengan aturan.
Integritas
hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan Rasulullah SAW adalah kunci kesuksesan
dakwah beliau. Keberhasilan dakwah Rasulullah SAW adalah hasil dari integritas
yang beliau miliki.
Integritas
ini tidak hanya menunjukkan konsistensi antara apa yang beliau ucapkan dan
lakukan, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan komitmen beliau terhadap
kebenaran dan keadilan, yang akhirnya menginspirasi dan mempengaruhi banyak
orang.
Untuk
membangun integritas, kita perlu senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap
aktivitas. Awali setiap tindakan yang positif dengan menyebut nama Allah SWT
dan mengucapkan "bismillahirrahmanirrahim" agar memperoleh ridha-Nya.
Dengan
mengagungkan nama Allah SWT sebelum memulai aktivitas, kita dapat menghindari
tindakan-tindakan yang merugikan dan yang tidak sesuai dengan hati nurani kita.
Pengingat ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan cara untuk
menanamkan kesadaran spiritual dalam setiap langkah yang kita ambil.
Ketika
kita mengawali kegiatan dengan menyebut nama Allah, kita menguatkan niat dan
motivasi kita untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar dan bertanggung
jawab. Ini membantu kita menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan kita,
serta memastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan selaras dengan
nilai-nilai keimanan dan moral yang kita anut.
Dengan
demikian, pengingat ini berfungsi sebagai panduan yang mengarahkan kita untuk
selalu bertindak dengan integritas dan kejujuran, serta meningkatkan kualitas
hidup kita.
Marilah
kita selalu berupaya sedapat mungkin untuk menauladani integritas Rosululloh
SAW baik dalam melaksananakan tugas dan fungsi maupun dalam kehidupan
sehari-hari.
Kita perlu memahami pentingnya integritas dalam bekerja dan
bagaimana cara menerapkannya. Berikut adalah beberapa cara menerapkan
integritas saat bekerja:
Demikianlah penjelasan mengenai integritas dan mengapa hal itu perlu diterapkan di dunia kerja. Ingatlah bahwa integritas dalam bekerja adalah elemen penting untuk menunjang kesuksesan kita di dunia kerja. Selain itu, jangan pernah malas untuk mengembangkan diri dan meningkatkan interpersonal skill agar hubungan dengan semua kolega bisa terjalin dengan baik.
Penulis:
Mohamad Jauhari – Kepala Subbagian Sumber Daya Manusia
Referensi
:
https://jabar.nu.or.id/ngalogat/mencontoh-akhlak-rasulullah-dalam-menumbuhkan-integritas-8LKrQ
https://pa-putussibau.go.id/integritas-sebagai-budaya-profesionalitas-dalam-bekerja/
https://glints.com/id/lowongan/integritas-dalam-bekerja-adalah/
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |