Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Kalimantan Timur dan Utara
Meneladani Rasululloh SAW dalam Menjaga Integritas

Meneladani Rasululloh SAW dalam Menjaga Integritas

Arum Ratna Dewi
Jum'at, 06 Desember 2024 |   1455 kali

Kita tentu sudah tidak asing dengan kata “Integritas”.

Apa itu integritas?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran

Mengutip dari kamus kompetensi perilaku KPK, integritas artinya bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).

Integritas adalah keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan tindakan yang baik serta benar.

Rasulullah SAW senantiasa menunjukkan sifat shiddiq, yaitu keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan tindakan yang merupakan ciri khas beliau.

Hati berhubungan dengan iman, pikiran berhubungan dengan ilmu, sementara perkataan dan perbuatan berhubungan dengan amal soleh.

Integritas dimulai dari hati (qalbu). Ketika hati dipandu oleh iman bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita, mencatat setiap amal kita, dan akan meminta pertanggungjawaban kita di akhirat, maka dari keyakinan ini lahir pikiran yang positif, ucapan yang jujur, dan tindakan yang sesuai dengan aturan.

Integritas hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan Rasulullah SAW adalah kunci kesuksesan dakwah beliau. Keberhasilan dakwah Rasulullah SAW adalah hasil dari integritas yang beliau miliki.

Integritas ini tidak hanya menunjukkan konsistensi antara apa yang beliau ucapkan dan lakukan, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan komitmen beliau terhadap kebenaran dan keadilan, yang akhirnya menginspirasi dan mempengaruhi banyak orang.

Untuk membangun integritas, kita perlu senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas. Awali setiap tindakan yang positif dengan menyebut nama Allah SWT dan mengucapkan "bismillahirrahmanirrahim" agar memperoleh ridha-Nya.

Dengan mengagungkan nama Allah SWT sebelum memulai aktivitas, kita dapat menghindari tindakan-tindakan yang merugikan dan yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Pengingat ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan cara untuk menanamkan kesadaran spiritual dalam setiap langkah yang kita ambil.

Ketika kita mengawali kegiatan dengan menyebut nama Allah, kita menguatkan niat dan motivasi kita untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. Ini membantu kita menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan kita, serta memastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan selaras dengan nilai-nilai keimanan dan moral yang kita anut.

Dengan demikian, pengingat ini berfungsi sebagai panduan yang mengarahkan kita untuk selalu bertindak dengan integritas dan kejujuran, serta meningkatkan kualitas hidup kita.

Marilah kita selalu berupaya sedapat mungkin untuk menauladani integritas Rosululloh SAW baik dalam melaksananakan tugas dan fungsi maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kita perlu memahami pentingnya integritas dalam bekerja dan bagaimana cara menerapkannya. Berikut adalah beberapa cara menerapkan integritas saat bekerja:

  1. Selalu siap bekerja, ketika atasan memberikan tugas sudah semestinya seorang pegawai harus siap untuk mengejakan apa yang ditugaskan oleh pimpinan selama tugas yang diberikan tida melenceng dari tanggung jawabnya.
  2. Datang tepat waktu, seseorang yang berintegritas tinggi dapat dilihat dari caranya menghargai setiap waktu. Dalam bekerja sudah ditentukan jam berangkat dan jam pulang, maka sebagai pegawai yang berintegritas haruslah bekerja sesuai waktu yang telah ditentukan. Disiplin waktu juga harus dilakukan oleh seorang pimpinan agar menjadi contoh bawahannya.
  3. Jujur terhadap kelemahan, seseorang yang mau mengakui kelemahannya maka mereka akan lebih cepat berkembang karena mengerti betul akan kekurangan apa yang dimilikinya. Sehingga cepat berkembang untuk memperbaiki kekurangannya.
  4. Menghormati pendapat orang lain, Saat berdiskusi, jangan pernah memaksakan kehendak agar orang lain menuruti pendapat kita. Hal itu membuat kita terlihat egois dan tidak kompeten.
  5. Menyelesaikan konflik secara profesional, apabila dalam bekerja menemui masalah, seseorang yang berintegritas akan menyelesaikannya secara profesional.
  6. Menjaga rahasia, seorang yang berintegritas mampu menjaga rahasia yang sudah dipercayakan kepadanya. Jika dalam sebuah pekerjaan, maka seorang pegawai yang berintegritas mampu menjaga rahasia perusahaan/instansinya berupa data atau dokumen penting yang tidak bisa dipublikasikan ke masyarakat umum.
  7. Selalu mematuhi peraturan yang berlaku, Seseorang yang berintegritas pastinya juga akan selalu mematuhi segala peraturan yang ditentukan oleh perusahaan.

Demikianlah penjelasan mengenai integritas dan mengapa hal itu perlu diterapkan di dunia kerja. Ingatlah bahwa integritas dalam bekerja adalah elemen penting untuk menunjang kesuksesan kita di dunia kerja. Selain itu, jangan pernah malas untuk mengembangkan diri dan meningkatkan interpersonal skill agar hubungan dengan semua kolega bisa terjalin dengan baik.

Penulis: Mohamad Jauhari – Kepala Subbagian Sumber Daya Manusia

 

Referensi :

https://jabar.nu.or.id/ngalogat/mencontoh-akhlak-rasulullah-dalam-menumbuhkan-integritas-8LKrQ

https://news.detik.com/berita/d-6561771/arti-integritas-penjelasan-ciri-ciri-manfaat-dan-contoh-sikapnya

https://pa-putussibau.go.id/integritas-sebagai-budaya-profesionalitas-dalam-bekerja/

https://glints.com/id/lowongan/integritas-dalam-bekerja-adalah/

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon