Kamu Pengelola Medsos? Berikut Tips Mengelola Media Social Organisasi
Arum Ratna Dewi
Selasa, 21 Mei 2024 |
2387 kali
Dewasa ini penggunaan media social di
Indonesia terus meningkat, dilansir melalui GoodStats.id yang mengutip dari
Statista.com pada Januari 2023 sebanyak 167 juta pengguna media social di
Indonesia, 153 juta adalah pengguna di atas usia 18 tahun yang merupakan 79,5
persen dari total populasi.
Meningkatnya penggunaan
media social tersebut, tak hanya sebagai akun personal namun juga memiliki
banyak manfaatnya dibidang bisnis oleh perusahaan bahkan pemerintahan dalam
menyampaikan produk mereka kepada masyarakat. Chris Brogan melalui bukunya yang
berjudul Social Media 101 Tactic and Tips to Develop Your Business Online
(2011) mengartikan media social sebagai suatu perangkat alat komunikasi dan
kolaborasi yang memungkinkan adanya jenis interaksi yang sebelumnya tidak
tersedia untuk orang biasa. Lain halnya dengan media konvensional seperti surat
kabar, majalah, radio dan televisi, dimana interaksi yang terjadi sifatnya
sangat terbatas serta sulit melibatkan interaksi dalam jumlah yang cukup
massif.
Selain itu, media social mampu
mempengaruhi masyarakat dalam menyerap informasi yang ditampilkan. Menurut
The Bullet Theory atau Teori Peluru disebut pula dengan Hypodermic-Needle
Theory atau Teori Jarum Hipodermik. Dalam teori tersebut, dibahas mengenai
pengaruh pesan yang disampaikan melalui media massa dan mengatakan bahwa media
massa itu efektif untuk mengubah perilaku massa (Suryana, 2019).
Nah, di artikel ini penulis akan
memberikan beberapa startegi untuk kalian para pengelola medsos kantor dalam
mengelola media social organisasi.
1.
Editorial
Plan
Editorial
plan atau tajuk rencana
bertujuan untuk membahas mulai dari merencanakan topik, jenis konten, tutur bahasa,
platform media social yang akan digunakan, hingga pengembangannya. Perencanaan
ini perlu dilakukan secara rutin dan dirancang mendalam. Salah satunya memilih
gaya penulisan yang tepat untuk audiens.
Dari
sini, sinergi tim sangat dibutuhkan terutama leader yang mengarahkan
kemana dan seperti apa informasi yang akan dibungkus kedalam konten, dan
bagaimana cara penyampaiannya. Selain itu, leader juga membutuhkan
masukan dari anggota tim, hal ini dibutuhkan untuk mengetahui apa saja yang
perlu dipersiapkan dalam pembuatan dan distribusi konten.
2.
Membuat
Konten yang Kreatif
Konten
kreatif sangat dibutuhkan dalam penyampaian informasi, hal ini agar dapat
menarik minat warganet untuk terus mengikuti akun organisasi yang kamu kelola.
Pasalnya, seringkali ditemukan beberapa organisasi khususnya dari bidang pemerintahan
dikenal dengan penyampaian informasi yang kaku, yang mengakibatkan warganet
tidak tertarik untuk mengikuti akun organisasi tersebut.
Lalu
bagaimana cara membuat konten yang kreatif? Kita bisa mengadopsi sesuatu yang booming
atau yang sedang terjadi, dan dikaitkan dengan informasi yang akan kita
sampaikan. Bisa juga dengan menggunakan bahasa humoris atau mengajak warganet
ikut aktif dalam konten organisasimu, seperti merespon tanggapan warganet atau
memberikan beberapa kali kuis berhadiah.
Selain
itu, kita harus peka apa yang saat ini disukai oleh warganet, hal ini akan
memberikan dampak positif untuk akun organisasi yang kamu Kelola. Misalnya, di
media social saat ini warganet lebih menyukai konten yang berbentuk video
reels, tentunya warganet akan menyukai konten yang kamu berikan dan dapat
menaikkan insight akun organisasi yang kamu kelola.
3.
Perhatikan
Waktu Upload Konten
Nah,
waktu upload konten ternyata juga berpengaruh loh. Misalnya pada Instagram, mengutip
dari beberapa artikel bahwa algoritma Instagram memprioritaskan kebaruan, jadi
memposting saat pengikut akun organisasimu online adalah kuncinya. Artinya jika
sejumlah konten yang sama muncul pada pengikut (followers), postingan yang
lebih baru akan muncul lebih tinggi di feed daripada postingan yang lebih lama.
Berikut
kapan waktu yang tepat untuk kamu mengupload konten pada akun organisasimu;
Senin mulai jam 11.00 s.d. 13.00, Selasa mulai jam 08.00 s.d. 10.00, Rabu mulai
jam 09.00 s.d. 11.00, Kamis mulai jam 11.00 s.d. 13.00, dan Jumat mulai jam
14.00 s.d. 16.00. Pada jam-jam tersebut, pengguna medsos cenderung lebih aktif,
namun berdasarkan data dari Hootsuite, menunjukkan bahwa waktu posting terbaik
adalah di hari Rabu.
4.
Melakukan
Evaluasi
Setelah
tahap eksekusi, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh pengelola media social
adalah evaluasi. Tahap ini bertujuan untuk melihat dampak dari konten. Evaluasi
sebaiknya dilakukan secara terjadwal. Kamu bisa menggunakan data analisis dari
medsos itu sendiri, dari data tersebut kita dapat mengetahui jenis konten mana
yang diminati oleh para warganet yang menimbulkan naiknya insight pada akun
organisasi yang kamu kelola.
5.
Apresiasi
(Reward)
Langkah terakhir, jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi kepada tim. Apresiasi ini sangat mempengaruhi semangat kerja tim dalam mendorong kualitas pengelolaan media social.
Selamat bekerja!
Penulis:
Arum Ratna Dewi – Seksi Informasi
Referensi:
https://www.humasindonesia.id/berita/5-tips-mengelola-media-sosial-bagi-humas-pemerintah-957
https://www.humasindonesia.id/agenda/tips-mengelola-media-sosial-untuk-badan-publik-1562
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |