Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Kanwil DJKN Kalimantan Timur dan Utara
Artikel DJKN

Tiga Kata yang Sering Terlupakan

Kamis, 30 September 2021   |   219 kali

Belakangan ini ada beberapa ungkapan di masyarakat yang mulai ditinggalkan oleh sebagian orang, yaitu tiga kata dahsyat  dan luar biasa pengaruhnya bila dibiasakan untuk hidup di sekitar masyarakat. Tiga kata tersebut adalah tolong, maaf dan terima kasih. Seiring berkembangnya peradaban maka berubah pula kebiasaan yang ada di masyarakat, kata-kata seperti maaf, tolong dan terima kasih seolah mulai dilupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Orang-orang tidak lagi menganggap ketiga kata tersebut begitu sakral dalam berhubungan antar makhluk sosial. Orang cenderung untuk menghilangkan kata tolong ketika meminta bantuan. Contohnya “Buat desain untuk kegiatan ini dong!”, atau ketika kita sedikit menyinggung orang lain bukannya kita mememinta maaf malah melontarkan, “Baperan amat deh”. Atau seringkali ketika ada orang yang mendapatkan bantuan namun tidak mengucapkan terima kasih melainkan hanya mengucapkan kata “oke”.

Dulu ketiga kata tersebut memiliki kesakralannya tersendiri di masyarakat. Saking pentingnya ketiga kata tersebut bisa memperlihatkan seberapa perhatian dan seberapa besar respek kita terhadap orang lain, selain itu kombinasi ketiga kata tersebut juga meskipun terlihat sepele namun dapat membuat orang lain merasa bahagia.

Dalam kehidupan sehar-hari seharusnya kita tetap membiasakan diri untuk mengucapkan kata tolong ketika membutuhkan bantuan dari orang lain meskipun remeh-temeh. Contohnya ketika kita minta tolong untuk diambilkan penghapus yang ada di dalam tepak. Itu mungkin terlihat remeh, namun bisa saja andilnya besar bagi diri kita, dengan menyisipkan kata tolong itu bisa menjadi salah satu bentuk penghargaan kita kepada orang yang kita mintakan pertolongan.

Lalu ada kata maaf, kata yang mungkin paling sulit diungkapkan diantara ketiga kata sakral tersebut. Karena pada dasarnya manusia memiliki ego dan gengsi yang tinggi dalam mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Pada kenyataannya sering kita temui orang yang bersalah namun malah justru paling tinggi aura perdebatannya seolah-olah ingin menutupi kesalahannya atau bahkan merasa tidak bersalah. Dengan mengucapkan kata maaf kita seolah mengerdilkan ego kita, kita serasa melepaskan rasa “kekuasaan kita” untuk bisa setara dengan orang yang sedang kita ajak bicara. Maaf dalam perspektif yang luas juga  bisa menjadi bentuk penghargaan dan pengharapan yang besar karena ego kita sudah tiada.

Dan yang ketiga adalah kata terima kasih. Entah sadar atau tidak kita sering mengabaikan bahwa segala hal baik yang orang lain lakukan untuk kita adalah suatu bentuk bantuan dan kemudahan yang memberikan energi positif pada diri kita. Kita masih saja merasa berat untuk mengakui bahwa kebaikan-kebaikan atau bantuan yang diberikan perlu untuk diapresiasi. Karena sejujurnya dengan ucapan terima kasih yang kita sampaikan bisa menjadi sumber kebahagiaan seendiri bagi orang yang memberikan pertolongan.

Pada akhirnya, tanpa kita sadari kita telah melupakan budaya yang kita warisi secara turun-temurun ini dengan hal baru yang katanya lebih millennial. Bahwa mungkin pesan tersirat yang ada di dalam kombinasi ketiga ungkapan tolong, maaf, dan terima kasih ini sudah tidak terlalu penting bagi kita. Bagi kita sebagai bagian dari masyarakat saat ini mungkin yang terpenting adalah apa yang ingin kita omongkan telah tersampaikan. Padahal kita tidak tahu pasti seberapa besar efek dari ungkapan tolong, maaf, dan terima kasih yang kita sisipkan di dalamnya.

Penulis: Fadli Surur 

Daftar Pustaka:

https://www.kompasiana.com/farida_fitrani/5a2e1926bde5754eb9372135/betapa-dahsyatnya-energi-maaf-tolong-trimakasih

https://opini.id/sosial/read-12407/makna-3-kata-ajaib-maaf-tolong-dan-terima-kasih

https://mojok.co/terminal/ungkapan-maaf-tolong-terima-kasih-yang-mulai-ditinggalkan-dari-peradaban-kita/

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Kontak
Jl. Juanda No. 6, Samarinda 75124
(0541) 4113344
(0541) 4113779
kanwildjkn13@kemenkeu.go.id
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |