Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah
Media Brief : Perkembangan Kinerja Fiskal di Kalimantan Selatan s.d. 30 Juni 2026

Media Brief : Perkembangan Kinerja Fiskal di Kalimantan Selatan s.d. 30 Juni 2026

Yuniarti
Jum'at, 31 Juli 2026 |   16 kali

Banjarmasin (30/07/2026) – Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah bersama Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan kembali menggelar kegiatan Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan untuk Kinerja s.d. 30 Juni 2026, bertempat di Aula Barito Kanwil DJP Kalselteng. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenkeu Kalseldan rekan rekan media.

Perekonomian di Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 secara yoy tumbuh 5,67 persen secara qtq tumbuh 5,30%. Konsumsi rumah tangga menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang solid bagi Kalsel dengan kontribusi sebesar 48,51%.

Tingkat inflasi di Kalsel pada Juni 2026 tercatat mengalami inflasi mtm sebesar 0,48 persen dengan IHK sebesar 113,52. Sementara secara yoy, tingkat inflasi di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 4,47 persen berada diatas tingkat inflasi nasional sebesar 3,34%.

Surplus neraca perdagangan tercatat di angka US$1.072,49 juta pada Juni 2026, mengalami pertumbuhan sebesar 57,90% yoy. Pertumbuhan surplus neraca perdagangan disebabkan oleh peningkatan volume ekspor komoditas batubara.

Sampai dengan Juni 2026 realisasi APBN di Kalimantan Selatan dari sisi pendapatan negara tercatat Rp7.999,09 miliar atau baru terealisasi sebesar 27,09 persen dari target. Angka tersebut mengalami peningkatan 36,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya akibat meningkatnya seluruh komponen penerimaan negara. Dari sisi lain, belanja negara telah direalisasikan sebesar Rp14.632,81 miliar atau 49,85 persen dari pagu anggaran sebesar Rp29.355,98 miliar. Belanja negara mengalami penurunan 6,52% yoy dikontribusikan oleh penurunan pada belanja bantuan sosial dan penurunan belanja TKD.

 Adapun realisasi APBD dari sisi pendapatan daerah terealisasi sebesar  Rp14.839,20 miliar atau 47,14 persen dari target. Sedangkan dari sisi belanja daerah  telah direalisasikan sebesar Rp14.574,51 miliar atau 35,65 persen dari pagu. Terjadi pertumbuhan belanja daerah sebesar 1,56% yoy yang didorong oleh kenaikan belanja modal. 

Foto Terkait Berita

Floating Icon