Sinergi Pusat dan Daerah Kawal Target Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Rimadhani Salsabilla Fadhilah
Rabu, 13 Mei 2026 |
50 kali
Di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang
inklusif dan berkelanjutan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah kembali
diperkuat melalui Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke Provinsi Kalimantan
Selatan yang digelar di Mahligai Pancasila, Rabu (7/5). Kegiatan strategis ini
mempertemukan unsur legislatif, kementerian, dan pemerintah daerah dalam satu
forum koordinasi untuk membahas arah pembangunan dan penguatan ekonomi daerah
berbasis potensi lokal.
Mengusung tema “Perkuat Sinergi Kawal Target Pertumbuhan Ekonomi dalam
RKP 2026 Berbasis Potensi Lokal”, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk
menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi
nasional maupun global yang terus berkembang. Forum tersebut dihadiri oleh
jajaran Komisi XI DPR RI, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian
PPN/Bappenas, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, membuka kegiatan dengan memaparkan
berbagai capaian pembangunan daerah yang berhasil diraih dalam beberapa tahun
terakhir. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki
potensi besar sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi regional, terutama
melalui sektor pertambangan, perdagangan, pertanian, serta pengembangan
pariwisata berbasis budaya dan alam.
Menurutnya, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga
stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global yang berdampak terhadap
harga komoditas, inflasi, dan daya beli masyarakat. Ia juga menekankan
pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan
infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar potensi daerah
dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, menjelaskan
bahwa kunjungan kerja reses ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh
mengenai kondisi fiskal daerah dan efektivitas program pembangunan yang telah
berjalan. Selain itu, DPR RI juga ingin menyerap langsung berbagai aspirasi,
kendala, dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pelaksanaan
kebijakan fiskal dan pembangunan ekonomi.
Ia menilai bahwa komunikasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah
sangat diperlukan agar kebijakan nasional dapat diterapkan secara efektif
sesuai karakteristik dan kebutuhan daerah. Menurutnya, setiap daerah memiliki
potensi unggulan yang harus didorong melalui kebijakan yang tepat sasaran agar
mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Keuangan Republik Indonesia diwakili
oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, bersama jajaran
Perwakilan Kemenkeu Kalimantan Selatan. Melalui paparan bertajuk Dinamika
Perekonomian dan Fiskal Provinsi Kalimantan Selatan, disampaikan berbagai
perkembangan terkini terkait kondisi ekonomi nasional dan regional, termasuk
tren pertumbuhan ekonomi, stabilitas fiskal, serta tantangan pengelolaan
keuangan daerah.
Paparan tersebut juga menyoroti pentingnya optimalisasi Transfer ke Daerah
(TKD) sebagai instrumen strategis untuk memperkuat pelayanan publik dan
pembangunan daerah. Selain itu, dibahas pula tantangan pengelolaan fiskal di
daerah, termasuk efektivitas penyaluran anggaran, penguatan kualitas belanja
pemerintah, serta strategi menjaga keseimbangan fiskal di tengah dinamika
ekonomi.
Tidak hanya itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, turut memaparkan perkembangan
ekonomi terkini dan arah kebijakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Provinsi
Kalimantan Selatan Tahun 2027. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya
pembangunan yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia, transformasi
ekonomi, dan hilirisasi industri berbasis potensi unggulan daerah.
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Berbagai isu strategis menjadi
perhatian bersama, mulai dari capaian pengendalian inflasi di Kalimantan
Selatan, penguatan sektor pariwisata daerah, penyaluran Transfer ke Daerah,
pelaksanaan opsen pajak daerah, hingga upaya mempercepat hilirisasi komoditas
unggulan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
Para peserta juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor hilirisasi
sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap penjualan
bahan mentah. Dengan hilirisasi, daerah diharapkan mampu menciptakan lapangan
kerja baru, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah
di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan
sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah. Melalui
kolaborasi yang erat, diharapkan berbagai kebijakan pembangunan dapat berjalan
lebih efektif, adaptif, dan tepat sasaran dalam mendukung target pertumbuhan
ekonomi nasional maupun daerah.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, posisi strategis wilayah,
serta dukungan kebijakan yang terintegrasi, Kalimantan Selatan diyakini
memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu pusat
pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian tengah. Pemerintah pun berharap
sinergi yang terbangun melalui forum ini dapat menjadi fondasi kuat dalam
mengoptimalkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang
berkelanjutan.
Foto:
Foto Terkait Berita