Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan, APBN 2024: Kinerja Positif dalam Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan
Ahmad Faiz Syauqi
Rabu, 22 Januari 2025 |
495 kali
Banjarmasin - Selasa (21/1), Kanwil DJKN
Kalimantan Selatan dan Tengah, bersama Kemenkeu Satu Kalimantan Selatan,
kembali menyelenggarakan publikasi kinerja Anggaran, Pendapatan, dan Belanja
Negara (APBN) melalui kegiatan “Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan”.
Acara ini dilaksanakan di Aula Bandarmasih Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai Kalimantan Bagian Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
transparansi Realisasi APBN kepada seluruh lapisan masyarakat bersama
media/pers.
Hingga Desember 2024, perekonomian
Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif meski menghadapi tantangan global
dan domestik. Sektor pertambangan, khususnya batubara, menjadi pendorong utama
dengan kontribusi 27,32 persen. Konsumsi rumah tangga mendominasi PDRB Kalsel
sebesar 42,33 persen. Meskipun aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat
terjaga, tekanan ekonomi global, seperti fluktuasi harga komoditas dan
ketidakpastian geopolitik, tetap menjadi tantangan. Inflasi tercatat 1,95
persen (yoy), lebih tinggi dari nasional, sementara neraca perdagangan
turun 15,56 persen akibat berkurangnya permintaan ekspor batubara dan kelapa
sawit.
Kinerja APBN dari sisi pendapatan sampai
dengan Desember 2024 telah terealisasi sebesar Rp24,40 triliun atau 104,68
persen dari target. Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2023,
kinerja pendapatan APBN sedikit mengalami pertumbuhan sebesar 1,06 persen.
Sedangkan dari sisi Belanja Negara, terealisasi sebesar Rp41,24 triliun atau
98,83 persen dari pagu Rp 41,73 triliun. Capaian ini meningkat 2,16 persen
dibandingkan tahun lalu. Realisasi Belanja untuk Bulan Desember
ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp9,70 triliun
dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp31,54 triliun.
Hingga 31 Desember 2024, pendapatan
daerah Kalimantan Selatan tercatat Rp46,94 triliun, atau 103,80 persen dari
target, tumbuh 26,52 persen dibandingkan tahun lalu. Pendapatan Asli Daerah
(PAD) meningkat 9,04 persen mencapai Rp8,52 triliun, dengan 10 dari 14 Pemda
melebihi target, terutama Pemkab. Tanah Laut (121 persen). Realisasi belanja
daerah mencapai Rp43,65 triliun atau 85,20 persen dari pagu, tumbuh 24,33
persen. Peningkatan belanja berasal dari Belanja Operasi (17,02 persen),
Belanja Modal (47,46 persen), dan Belanja Transfer (17,86 persen). Penyerapan
belanja menunjukkan perbaikan, dengan rata-rata penyerapan semester II mencapai
10,13 persen, dan 12 Pemda melampaui 80 persen pagu belanja.
Secara keseluruhan, meski menghadapi
tantangan global dan domestik, perekonomian Kalimantan Selatan serta kinerja
APBN dan pendapatan daerah hingga akhir 2024 menunjukkan hasil positif.
Pertumbuhan di berbagai sektor mencerminkan pengelolaan sumber daya dan
efisiensi yang baik. Meskipun ada tantangan seperti fluktuasi harga komoditas
dan penurunan permintaan ekspor, pencapaian ini memberikan optimisme terhadap
pemulihan ekonomi dan pengelolaan anggaran yang membaik. Ke depan, kolaborasi
antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak terkait akan mendukung pencapaian
yang lebih baik.
Foto dan Teks: Ahmad Faiz Syauqi
Foto Terkait Berita