Mendukung Ekonomi Kreatif di Kalimantan Selatan Melalui Program Desa Devisa LPEI
Yuniarti
Jum'at, 01 Desember 2023 |
1197 kali
Ekonomi
kreatif adalah kegiatan produksi barang maupun jasa yang diciptakan melalui
proses kreativitas dan kemampuan intelektual (Buku Ekonomi dan Bisnis
Indonesia, 2020). Data pada tahun 2019 menyebutkan, ekonomi kreatif
menyumbangkan 7,8% terhadap total PDB nasional, dengan nilai Rp 1.153,4
Triliun. Nilai ekspor ekonomi kreatif juga terus meningkat setiap tahunnya,
pada tahun 2020 sebesar US$18,8 milyar, tahun 2021 US$ 23,9 milyar, dan pada
tahun 2022 sebesar US$ 25,14 milyar. Ekonomi kreatif memiliki beberapa manfaat
bagi perekonomian Indonesia, diantaranya membuka lapangan pekerjaan baru,
mengurangi angka pengangguran, menciptakan Masyarakat Indonesia yang kreatif
dan inovatif, serta meningkatkan inovasi pelaku ekonomi kreatif. Oleh karena
itu, Ekonomi kreatif menjadi garda terdepan dalam pemulihan ekonomi nasional
pasca pandemi covid-19 melanda Indonesia.
Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) merupakan Special Mission Vehicle (SMV)
dibawah Kementerian Keuangan memiliki tugas dan mandat mendukung program ekspor
nasional, menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek, dan membantu
mengatasi hambatan yang dihadapi oleh Bank atau Lembaga Keuangan dalam
penyediaan pembiayaan. LPEI mempunyai delapan industri prioritas ekspor
diantaranya kopi, fashion, kakao, kelapa dan turunannya, furniture
& home décor, perikanan dan hasil laut, rempah- rempah, dan makanan
& minuman.
Di
Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara, terdapat sebuah
sentra kerajinan ekonomi kreatif yang mengolah gulma tanaman, yaitu eceng
gondok dan tanaman purun. Sentra kerajinan eceng gondok tersebut Bernama Galeri
Kembang Ilung dan berlokasi di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan.
Galeri Kembang Ilung memproduksi produk turunan dari eceng gondok dan tanaman
purun seperti tas anyaman, tikar anyaman, serta furniture. Kegiatan kerajinan
Galeri Kembang Ilung mampu menyerap tenaga kerja dari sekitar desa hingga 131
pengrajin. Secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara juga didominasi oleh
wilayah rawa, sehingga secara bahan baku sangat melimpah.
Kerajinan
Galeri Kembang Ilung telah berhasil memberi dampak positif bagi masyarakat
sekitar, diantaranya, meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan menyerap
tenaga kerja serta pendapatan dari produk, mengurangi gulma tanaman, serta
mengubah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Produk-produk yang dihasilkan
oleh Galeri Kembang Ilung memiliki potensi untuk diekspor. Saat ini, banyak
calon pembeli yang melirik produk kerajinan eceng gondok dari Indonesia, 70%
hasil kerajinan eceng gondok Indonesia diserap oleh pasar ekspor dengan tujuan
negara Amerika Serikat, Italia, Swiss, Perancis, Jepang, dan negara lain.
Namun, saat ini untuk Galeri Kembang Ilung sendiri, produk yang dihasilkan
masih dipasarkan di dalam negeri karena kegiatan ekspor belum bisa dilakukan
oleh Komunitas Galeri Kembang Ilung.
LPEI
memiliki sebuah program yang bernama Desa Devisa, Program tersebut merupakan
program pemberdayaan komunitas (cluster) petani/pengrajin/koperasi maupun UKM
yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor. Produk Galeri Kembang Ilung
termasuk salah satu produk unggulan berorientasi ekspor LPEI, yaitu furniture
dan home décor. Sejalan dengan hal tersebut, Galeri Kembang Ilung diusulkan
oleh Bank Indonesia Kalimantan Selatan untuk menerima program Desa Devisa LPEI.
Setelah melalui berbagai proses penilaian, Galeri Kembang Ilung terpilih untuk
menerima program Desa Devisa LPEI. Galeri Kembang Ilung membutuhkan pelatihan
teknis untuk meningkatkan kualitas produk, sarana produksi untuk menunjang
ekspor, dan perluasan akses pasar. Diharapkan, dengan telah menerima program
Desa Devisa LPEI, Galeri Kembang Ilung mampu mengekspor produk kerajinan
sehingga dapat memperluas pasar produk. (Dio Graha Putra Pangestu)
Ditulis
oleh Dio Graha Putra Pangestu, Bidang Piutang Negara
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |