Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah
Mendukung Ekonomi Kreatif di Kalimantan Selatan Melalui Program Desa Devisa LPEI

Mendukung Ekonomi Kreatif di Kalimantan Selatan Melalui Program Desa Devisa LPEI

Yuniarti
Jum'at, 01 Desember 2023 |   1197 kali

Ekonomi kreatif adalah kegiatan produksi barang maupun jasa yang diciptakan melalui proses kreativitas dan kemampuan intelektual (Buku Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 2020). Data pada tahun 2019 menyebutkan, ekonomi kreatif menyumbangkan 7,8% terhadap total PDB nasional, dengan nilai Rp 1.153,4 Triliun. Nilai ekspor ekonomi kreatif juga terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2020 sebesar US$18,8 milyar, tahun 2021 US$ 23,9 milyar, dan pada tahun 2022 sebesar US$ 25,14 milyar. Ekonomi kreatif memiliki beberapa manfaat bagi perekonomian Indonesia, diantaranya membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka pengangguran, menciptakan Masyarakat Indonesia yang kreatif dan inovatif, serta meningkatkan inovasi pelaku ekonomi kreatif. Oleh karena itu, Ekonomi kreatif menjadi garda terdepan dalam pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi covid-19 melanda Indonesia.

 

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) merupakan Special Mission Vehicle (SMV) dibawah Kementerian Keuangan memiliki tugas dan mandat mendukung program ekspor nasional, menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek, dan membantu mengatasi hambatan yang dihadapi oleh Bank atau Lembaga Keuangan dalam penyediaan pembiayaan. LPEI mempunyai delapan industri prioritas ekspor diantaranya kopi, fashion, kakao, kelapa dan turunannya, furniture & home décor, perikanan dan hasil laut, rempah- rempah, dan makanan & minuman.

 

Di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara, terdapat sebuah sentra kerajinan ekonomi kreatif yang mengolah gulma tanaman, yaitu eceng gondok dan tanaman purun. Sentra kerajinan eceng gondok tersebut Bernama Galeri Kembang Ilung dan berlokasi di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan. Galeri Kembang Ilung memproduksi produk turunan dari eceng gondok dan tanaman purun seperti tas anyaman, tikar anyaman, serta furniture. Kegiatan kerajinan Galeri Kembang Ilung mampu menyerap tenaga kerja dari sekitar desa hingga 131 pengrajin. Secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara juga didominasi oleh wilayah rawa, sehingga secara bahan baku sangat melimpah.

 

Kerajinan Galeri Kembang Ilung telah berhasil memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar, diantaranya, meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan menyerap tenaga kerja serta pendapatan dari produk, mengurangi gulma tanaman, serta mengubah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Produk-produk yang dihasilkan oleh Galeri Kembang Ilung memiliki potensi untuk diekspor. Saat ini, banyak calon pembeli yang melirik produk kerajinan eceng gondok dari Indonesia, 70% hasil kerajinan eceng gondok Indonesia diserap oleh pasar ekspor dengan tujuan negara Amerika Serikat, Italia, Swiss, Perancis, Jepang, dan negara lain. Namun, saat ini untuk Galeri Kembang Ilung sendiri, produk yang dihasilkan masih dipasarkan di dalam negeri karena kegiatan ekspor belum bisa dilakukan oleh Komunitas Galeri Kembang Ilung.

 

LPEI memiliki sebuah program yang bernama Desa Devisa, Program tersebut merupakan program pemberdayaan komunitas (cluster) petani/pengrajin/koperasi maupun UKM yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor. Produk Galeri Kembang Ilung termasuk salah satu produk unggulan berorientasi ekspor LPEI, yaitu furniture dan home décor. Sejalan dengan hal tersebut, Galeri Kembang Ilung diusulkan oleh Bank Indonesia Kalimantan Selatan untuk menerima program Desa Devisa LPEI. Setelah melalui berbagai proses penilaian, Galeri Kembang Ilung terpilih untuk menerima program Desa Devisa LPEI. Galeri Kembang Ilung membutuhkan pelatihan teknis untuk meningkatkan kualitas produk, sarana produksi untuk menunjang ekspor, dan perluasan akses pasar. Diharapkan, dengan telah menerima program Desa Devisa LPEI, Galeri Kembang Ilung mampu mengekspor produk kerajinan sehingga dapat memperluas pasar produk. (Dio Graha Putra Pangestu)

 

Ditulis oleh Dio Graha Putra Pangestu, Bidang Piutang Negara

 

 

 

 

 

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon