Kanwil DJKN Kalimantan Barat ikut menghadiri kegiatan Kajian Ba’da Zuhur Kemenkeu Satu
Hilda Evimelia
Selasa, 18 April 2023 |
85 kali
Senin (17/4) Kantor Wilayah DJKN Kalimantan
Barat menghadiri kegiatan Kajian Ba’da Zuhur bertempat di Mesjid Salahuddin
Kanwil DJP Kalimantan Barat. Acara diawali dengan sambutan dari Perwakilan
Kemenkeu Satu oleh Bapak Imik selaku Kepala Kanwil DJBC kemudian dilanjutkan ceramah
oleh Ustadz Muammar Khadafy, LC., MH.dengan materi “Takwa & Perilaku Israf”.
Dalam ceramahnya Ustadz Muammar Khadafy, LC.,
MH menjelaskan bahwa Ramadhan hari ini adalah Ramadhan yang ke 26 artinya sudah
mendekati garis finish. Seperti lomba marathon
akan mengerahkan kekuatan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Meningkatkan
amal indah utk mencapai derajat ketaqwaan kepada Allah. Taqwa melaksanakan
perintah dan menjauhi segala larangan.
Adapun ibadah yang harus dilaksanakan seperti :
sodaqoh, sholat malam, tilawah dan zakat. Namun kita juga harus menjauhi
larangan Allah.
Israf artinya berlebih lebihan atau melampaui
batas. Beribadah saja harus ada batasannya. Dimana Rasulullah pernah menegur
sahabat yang berlebihan ibadah sehingga tidak makan, tidak tidur atau sampai tidak menikah.
Di bulan Ramadan ada dua bentuk Israf yaitu : Mengkonsumsi
makanan yang berlebihan dan stok makanan lebih banyak di bulan Ramadhan dibanding
bulan bulan biasa atau selain bulan Ramadhan. Hadist Nabi dari Annas bin Malik,
salah satu perbuatan israf yaitu ketika engkau memakan segala sesuatu yang
diinginkan, contoh buka puasa yang tidak bisa mengontrol untuk banyak memakan
hidangan buka puasa, hal ini sangat disayangkan. Sebagaimana dalam Al-Qur;an
surah Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi " Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus di setiap
(memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh,
Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."
Ustadz Muammar Khadafy, LC., MH juga memberi
penjelasan mengenai cara menghindari diri dari Israf, yaitu : 1. cukup masak
sekedarnya, bisa menahan belanja makanan, tahan gelap mata. 2. Dalam
berbelanja, persiapan utk menyambut hari raya idul fitri pakaian, makanan, jangan
berlebihan. Hindari sikap boros karena boros merupakan warganya setan. Dalam
hal berbelanja pakaian hendaklah melihat kualitas dalam jangka waktu lama dari
pakaian atau barang yang akan kita beli dan janganlah karena gengsi barang atau
pakaian tersebut harus yang bermerek agar bisa dilihat orang alias pamer. Hal
ini sering disebut juga Flexing atau Pamer.
Gak akan masuk surga orang yang di dalam
hatinya ada rasa sombong walau sebesar biji sawi ujar Ustadz Muammar Khadafy,
LC., MH. Intinya penghasilan kita dibelanjakan secukupnya saja dan tidak
berlebih lebihan.
(Penulis : Hilda
Evimelia)
Foto Terkait Kilas Peristiwa